Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Menjelang Kiamat, Angin Lembut Dari Yaman Datang Untuk Mencabut Nyawa Orang Mukmin

Menjelang Kiamat, Angin Lembut Dari Yaman Beringsut Datang Untuk Mencabut Nyawa Orang Mukmin

kiamat

Menjelang Kiamat, Angin Lembut Dari Yaman Beringsut Datang Kemudian Ka’bah Akan Dihancurkan Lelaki Ini, Semua peristiwa tersebut akan terjadi kelak menjelang hari kiamat, dimana matahari akan terbit dari arah Barat dan disusul dengan munculnya binatang melata dari perut bumi. Munculnya matahari dari arah barat menjadi satu peringatan telah tertutupnya seluruh amal baik manusia, setelah itu muncullah binatang melata dari perut bumi yang disusul dengan berkelebatnya angin lembut yang datang dari Yaman.

Munculnya angin lembut itu bukan lain untuk mencabut nyawa orang mukmin yang masih hidup, sebagaimana sabda Rasulullah, “ Sesungguhnya Allah akan mengirim suatu angin dari arah Yaman yang lebih lembut dari sutera. Maka tidak seorang pun yang akan dia sisakan dari orang – orang yang masih ada iman di hatinya walaupun seberat biji sawi kecuali akan dia cabut rohnya.” (HR Muslim)

Angin lembut tersebut bertiup sebelum hari kiamat, yakni setelah matinya bangsa Ya’juj dan Ma’juj dimana kaum Muslimin akan hidup dalam kesejehteraan dan kemakmuran. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Nawas bin Sam’an mengenai kisah Dajjal, “Tatkala mereka hidup dalam keadaan demikian itu, Allah mengirim sebuah angin yang lembut yang mengambil mereka dan mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim, sehingga yang tinggal hidup hanyalah orang – orang yang kafir. Mereka saling bermusuhan di antara satu sama lain sebagaimana keledai saling bermusuhan di antara sesama mereka. Pada mereka itulah kiamat akan terjadi.” (HR Muslim)

Setelah peristiwa datangnya angin lembut dari Yaman yang mengangkat roh orang – orang yang masih memiliki keimanan di hatinya meskipun itu hanya seberat ukuran biji sawi, maka tak ada lagi manusia yang mukmin di muka bumi ini kecuali hanyalah orang – orang kafir dan jahat yang tak lagi sudi menyebut nama Allah.

Maka tak ayal bila di kemudian hari tiada seorangpun yang dapat merawat Ka’bah ataupun menjadikannya tempat beribadah, hingga datanglah seorang lelaki botak dari Habasyah yang bernama Dzu-Suwaiqatain yang menghancurkan Ka’bah, merusak perhiasannya, melepas kiswahnya serta mengambil batunya satu persatu menggunakan sekop dan cangkul. Dan setelah pembinasaan Ka’bah itu, Baitullah tidak pernah tersisa lagi ataupun dimakmurkan oleh orang – orang yang beribadah untuk selama – lamanya hingga hari kiamat itu tiba.

Setelah Ka’bah hancur, maka kerusakan itupun merambah ke kota Madinah. Peristiwa tersebut terjadi menjelang terjadinya guncangan dahsyat yang menimpa tiga wilayah timur, barat dan Jazirah Arab. Dekat dengan meruaknya api besar dari lembah Aden Yaman yang menggiring manusia menuju mahsyar. Kota Madinah saat itu menjadi tak berpenghuni, bahkan dikatakan seluruh binatang buas termasuk anjing dan srigala turut masuk ke dalam masjid Nabawi dan kencing di tiang masjid dan mimbarnya.

Sementara mengenai munculnya api besar dari Yaman yang menggiring manusia. Rasulullah bersabda, “Dan orang yang paling akhir dikumpulkan oleh api menuju mahsyar adalah dua orang pengembala dari Muzayanah yang hendak ke Madinah dengan berteriak – teriak mencari kambingnya, kemudian ia menjumpai kambingnya yang ternyata sudah menjadi liar.” (HR Bukhari).
Hadits tersebut memuat gambaran mengenai peristiwa meninggalnya orang – orang mukmin di akhir zaman karena angin lembut, maka kondisi kota Madinah yang semula bising akan hiruk – pikuk aktivitas manusia mendadak menjadi kosong tak berpenghuni kecuali hanyalah tinggal kota mati yang ditinggali para binatang buas, bahkan tanaman dan pepohonan menjadi tumbuh sangat liat tak terurus. Hingga suatu ketika tersiar berita akan munculnya api dari hadhramaut yang menggiring manusia hingga mereka berlarian tunggang – langgang menyelamatkan dirinya dari api ganas yang terus menjalar menghabisi negeri – negeri itu.

Rasulullah mengisahkan tentang keadaan mereka tatkala itu dalam hadits Abu Hurairah :
“Manusia akan digiring dalam tiga keadaan: dalam keadaan berharap dan cemas, dua orang berkendara di atas satu unta, tiga orang di atas satu unta, bahkan sepuluh orang di atas satu unta, sedangkan orang-orang yang tersisa akan digiring oleh api, api itu menyertai mereka ketika mereka tidur malam, menyertai mereka ketika tidur siang” para rawi berkata: “dan menyertai mereka di pagi hari, juga menyertai mereka di sore hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa manusia akan dikumpulkan dalam tiga keadaan :

Kelompok pertama akan dikumpulkan dalam keadaan berharap dan cemas.

Kelompok kedua akan berkendara di atas unta, satu unta ketika itu akan dinaiki beramai-ramai, ada yang dikendarai dua orang, tiga orang, bahkan sepuluh orang.

Lalu bisakah hal itu terjadi?

Yakni berkendaranya banyak orang di atas satu unta?

Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mereka bergantian menaiki unta tersebut. Sebagian yang lain mengatakan bahwa pada saat itu Allah memberikan kekuatan pada unta – unta sehingga mampu melakukan hal itu. Namun tampaknya yang dimaksud bahwa hal ini menunjukkan sedikitnya kendaraan yang bisa ditunggangi saat itu sehingga mereka terpaksa mengendarai satu unta bersama – sama. (Syarh Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah min Shahih Muslim)

Kelompok ketiga akan digiring oleh api. Api tersebut tidak meninggalkan mereka sama sekali sampai tiba di padang mahsyar.

Semua manusia yang dikumpulkan pada saat itu adalah orang-orang yang paling buruk, karena kiamat tidaklah terjadi kecuali pada seburuk-buruk manusia. Rasulullah bersabda, “Tidaklah terjadi hari kiamat kecuali pada manusia-manusia paling buruk, mereka lebih buruk dari orang-orang jahiliyah, tidaklah mereka berdoa kepada Allah dengan sesuatu kecuali Allah tolak doa mereka” (HR. Muslim)

Demikian sekelumit huru – hara yang kelak akan terjadi menjelang datangnya hari kiamat. Adapun berbagai peristiwa besar lain yang masih begitu banyak termasuk munculnya Imam Mahdi, perang melawan penguasa Arab yang murtad, penaklukan Persi dan pembersihan ideologi Syiah dari Iran, penaklukan dan kekalahan Israel, penaklukan Baitul Maqdis dan pembebasan Masjidil Aqsa, terbunuhnya Dajjal dengan pedang Isa Al Masih, datangnya Ya’juj Ma’juj, dan rangkaian peristiwa lain yang tak kalah dahsyat.

Sebagaimana manusia yang beriman, tentunya kita tidak pernah tahu menahu akan kapan datangnya hari kiamat itu, sebab Allah memang sengaja merahasiakannya supaya masing – masing dari kita larut dalam mempersiapkan bekal menuju kehidupannya yang hakiki, hal inilah yang patutnya menjadikan diri kita lebih mawas diri dan berhati – hati dalam bertindak selama hidup. Bisa saja kita tidak ikut merasakan ataupun turut meyaksikan huru – hara yang kelak akan terjadi menjelang datangnya hari kiamat itu.

Namun sejatinya suatu keniscayaan yang barangkali sudah tentu akan menimpa diri kita adalah kiamat Sughro, yakni kematian. Bila barangkali kita telah melalui segenap umur kita dengan banyak dosa, maka sepatutnya pada waktu sekarang ini kita khusyu’ dan larut dalam taubat sebab di hari esok kita belum tentu masih ada di dunia ini.

Wallahu a’lam.

Sumber

28/12/2019 Posted by | Tazkirah | | Leave a comment

Gambaran Hari Kiamat………!!!

kiamat2bkota2bhancur

 
– Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

– Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

– Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

– Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

– Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

– Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

– Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

– Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

– Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

– Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

– Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

ⅰ- Pemimpin yang adil.
ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

– Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

– Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

– Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

– ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

– Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

– Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

– Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

– Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

– Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

– Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

– Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

– Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

– Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

– Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

– Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

 

(Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004).

04/12/2014 Posted by | Politik dan Dakwah, Tazkirah | | Leave a comment

Wanita berkerjaya petanda akhir zaman?

Petanda kiamat

Pada akhir zaman, orang akan memberi salam kepada sahabat yang dikenali sahaja.Bukan seperti yang dikehendaki dalam agama iaitu kita dituntut mengucapkan salam kepada semua orang Islam samada yang dikenali mahupun tidak.Keadaan ini menunjukkan hubungan kemesraan dikalangan kaum muslimin semakin berkurangan.

Begitu pula cara hidup di akhir zaman mendorong wanita bekerja di luar rumah.Terutama dalam bidang perniagaan kerana wanita dapat di jadikan ‘daya tarik’ pelanggan.Wanita juga bekerja di luar rumah untuk menambahkan pendapatan bagi memenuhi tuntutan kos sara hidup yang semakin tinggi.Gaji suami sudah tidak mencukupi untuk menampung keperluan seluruh keluarga.

Selain isteri bebas keluar rumah dengan alasan bekerja, mereka juga banyak memiliki wang.Ini menjadikan mereka bebas untuk membeli apa yang di kehendaki tanpa pengetahuan suami.Maka, ketika inilah akan berlaku kerenggangan hubungan kekeluargaan kerana isteri tidak lagi sepenuhnya taat kepada suami disebabkan dia juga mesti menghadiri acara acara rasmi yang kadang kadang diadakan pada waktu malam.

Sementara anak anak pula diserahkan kepada pembantu rumah untuk menjaga mereka.Dalam keadaan ini, anak anak akan menjadi mangsa kehilangan kasih sayang ibu bapa sekali gus boleh merencatkan perkembangan keluarga yang sihat jasmani dan rohani.

Begitu juga pada akhir zaman, akan ada alat alat tulis, media dan bahan percetakan yang canggih seperti komputer, internet dan lain lain.Alat alat ini sudah tentu digunakan untuk mengangkat martabat manusia.Namun apa yang berlaku kini adalah sebaliknya.Segala alat yang canggih itu digunakan untuk penipuan dan memanipulasi kenyataan yang benar dan mencemarkan martabat insan itu sendiri.

 

[Syarah: Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam al Banjari an Nadwi al Maliki – di Majalah Q & A Bil 17 10/2012]

20/06/2013 Posted by | Tazkirah | , | Leave a comment

   

%d bloggers like this: