Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali

Kumpulan Nasehat Imam Al-Ghazali – Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

Pertanyaan Pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Pertanyaan kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.. Murid-muridnya ada yang menjawab bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan yang ke tiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, lautan dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan ke empat, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang ke lima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA”. Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Itulah enam pertanyaan dari murid Imam Al-Ghazali, yang admin kutip dari situs http://lingkaranqalbu.blogspot.com/2013/08/kumpulan-nasihat-imam-al-ghazali.html.

Nah jika diatas adalah 6 nasehat dari Imam Al-Ghazali, berikut ini dalah kata bijak dari beliau yang sangat memotivasikan kita semua untuk beribadah kepada Allah, berikut ini :

Terimalah alasan yang benar, sekalipun dari pihak lawan

Jangan segan segan kembali kepada yang benar, manakala terlanjur salah dalam memberikan keterangan.

Berikan contoh dan teladan yang baik kepada murid dengan melaksanakan perintah agama dan meninggalkan larangan agama, agar demikian apa yang engkau katakana mudah diterima dan diamalkan oleh murid.

Dengarkan dan perhatikan segala yang dikatakan oleh ibu bapakmu, selama masih dalam batas batas agama.

Selalulah berusaha mencari keredhaan orang tuamu.

Bersikaplah sopan santun, ramah tamah dan merendah diri terhadap orang tuamu.

Bila mencari teman untuk mencapai kebahagian akhirat, perhatikanlah benar benar urusan agamanya. Dan bila mencari teman untuk keperluan duniawi, maka perhatikanlah ia tentang kebaikan budi pekertinya.

Sabar dan tabahlah dalaml menghadpi segala persoalan.

Besikaplah lemah lembut dan sopan santun dengan menundukan kepala.

Janganlah sombong terhadap sesama mahluk, kecuali terhadap mereka yang zalim.

Bersikap tawadduklah dalam segala bidang pergaulan.

Janganlah suka bergurau dan bercanda
Bersikap lemah lembut terhadap murid dan hendaklah dapat menyesuaikan diri atau mengukur kemampuan murid.
Hendaklah sabar dan teliti dalam mendidik muridnya yang kurang cerdas.

Jangan berkeberatan menjawab, “aku kurang mengerti,” jika memang belum mampu menjawab sesuatu masalah.

Pusatkanlah perhatian kepada murid yang sedang bertanya, dan memahami benar isi pertanyaanya.

Cepat cepatlah memenuhi panggilan agama.

Jauhilah larangan larangan agama.
Janganlah menentang terhadap takdir Allah SWT.

Berpikirlah selalu tentang nikmat nikmat dan keagunga-Nya.Menangkanlah yang hak dan gugurkanlah yang batil.
Rendahkanlah hatimu kepada Allah SWT.

Sesalilah segala perbuatan yang tercela dan merasa malulah dihadapan Allah SWT.

Hindarilah segala tipu daya yang tidak terpuji dalam mencari nafkah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT selalu melimpahkan segala usaha kebaikan apapun sertailah dengan tawakkal kepadanya.

Hendaklah seseorang menerima masalah masalah yang dikemukakan oleh muridnya.

Belum pernah saya berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwa saya sendiri, yang kadang-kadang membantu saya dan kadang-kadang menentang
saya. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang memilih harta dan anak – anaknya daripada apa yang ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan tertipu dengan kerugian yang amat besar. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang menghabiskan waktu berjam – jam lamanya untuk mengumpulkan harta kerana ditakutkan miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang meyombongkan diri kepada salah seorang daripada hamba – hamba Allah, sesungguhnya ia telah bertengkar dengan Allah pada haknya.
(Imam Al Ghazali)

Berani adalah sifat mulia kerana berada di antara pengecut dan membuta tuli. (Imam Al Ghazali)

Pemurah itu juga suatu kemuliaan kerana berada di antara bakhil dan boros. (Imam Al Ghazali)

Bersungguh – sungguhlah engkau dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan kerana jika tidak demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan. (Imam Al Ghazali)

Cinta merupakan sumber kebahagiaan dan cinta terhadap Allah harus dipelihara dan dipupuk, suburkan dengan shalat serta ibadah yang lainnya.(Imam Al Ghazali)

Ciri yang membedakan manusia dan hewan adalah ilmu. Manusia adalah manusia mulia yang mana ia menjadi mulia kerana ilmu, tanpa ilmu mustahil ada kekuatan. (Imam Al Ghazali)

Hadapi kawan atau musuhmu itu dengan wajah yang menunjukkan kegembiraan, kerelaan penuh kesopanan dan ketenangan. Jangan menampakkan sikap angkuh dan sombong. (Imam Al Ghazali)

Ilmu itu kehidupan hati daripada kebutaan, sinar penglihatan daripada kezaliman dan tenaga badan daripada kelemahan. (Imam Al Ghazali)

Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka. (Imam Al Ghazali)

Kita tidak akan sanggup mengekang amarah dan hawa nafsu secara keseluruhan hingga tidak meninggalkan bekas apapun dalam diri kita. Namun jika mencoba untuk mengendalikan keduanya dengan cara latihan dan kesungguhan yang kuat, tentu kita akan bisa. (Imam Al Ghazali)
Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati.
(Imam Al Ghazali)

Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan. (Imam Al Ghazali)

Kalau besar yang dituntut dan mulia yang dicari,maka payah melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya. (Imam Al Ghazali)

Jadikan kematian itu hanya pada badan kerana tempat tinggalmu ialah liang kubur dan penghuni kubur sentiasa menanti kedatanganmu setiap masa. (Imam Al Ghazali)

Pelajari ilmu syariat untuk menunaikan segala perintah Allah SWT dan juga ilmu akhirat yang dapat menjamin keselamatanmu di akhirat nanti.(Imam Al Ghazali)

Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad. (Imam Al Ghazali)

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.
(Imam Al Ghazali)

Ilmu adalah cahaya. Demikian kata imam syafi’I dalam syairnya. Karena ilmu begitu penting, Rasulullah saw memerintahkan, “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahad.” Namun, ilmu saja tidak cukup. Ilmu harus dimanfaatkan, dengan mengajarkan dan –yang terpenting- mengamalkannya. Imam Al-Ghazali, penulis kitab Ihya Ulumuddin, pernah mengirim surat kepada salah seorang muridnya. Melalui surat itu, Al-Ghazali ingin menyampaikan tentang pentingnya memadukan antara ilmu dan amal. Berikut petikannya.

Anakku…
Nasihat itu mudah. Yang sulit adalah menerimanya. Karena, ia keluar dari mulut yang tidak biasa merasakan pahitnya nasihat. Sesunggunya siapa yang menerima ilmu tetapi tidak mengamalkannya, maka pertanggungjawabann ya akan lebih besar. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Orang yang paling berat azabnya pada hari kiamat kelak adalah orang berilmu (‘alim; ulama) yang tidak memanfaatkan ilmunya.”

Anakku…
Janganlah engkau termasuk orang yang bangkrut dalam beramal, dan kosong dari ketaatan yang sungguh-sungguh. Yakinlah, ilmu semata tak akan bermanfaat-tanpa mengamalkannya. Sebagaimana halnya orang yang memiliki sepuluh pedang Hindi; saat ia berada di padang pasir tiba-tiba seekor macan besar nan menakutkan menyerangnya, apakah pedang-pedang tersebut dapat membelanya dari serangan macan jika ia tidak menggunakannya? ! Begitulah perumpamaan ilmu dan amal. Ilmu tak ada guna tanpa amal.

Anakku…
Sekalipun engkau belajar selama 100 tahun dan mengumpulkan 1000 kitab, kamu tidak akan mendapatkan rahmat Allah tanpa beramal.
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm [53]: 39)

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi [18]: 110)

Anakku…
Selama tidak beramal, engkau pun tidak akan mendapatkan pahala. Ali Karramallahu wajhahu berkata, “Siapa yang mengira dirinya akan sampai pada tujuan tanpa sungguh-sungguh, ia hanyalah berangan-angan. Angan-angan adalah barang dagangan milik orang-orang bodoh.

Al-Hasan Al-Basri rahimahullah berkata, “Meminta surga tanpa berbuat amal termasuk perbuatan dosa.”
Dalam sebuah khabar, Allah SWT berfirman, “Sungguh tak punya malu orang yang meminta surga tanpa berbuat amal.”

Rasulullah saw bersabda, “Orang cerdas ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan orang bodoh ialah siapa yang memperturut hawa nafsunya dan selalu berangan-angan akan mendapatkan ampunan Allah.”

Begadang mata untuk kepentingan selain Wajah-Mu adalah sia-sia Dan tangis mereka utk sesuatu yg hilang selain-Mu adalah kebatilan, dan hiduplah sesukamu karna toh kamu akan mati juga.

Cintailah orang sesukamu sebab kamu toh akan berpisah dgnnya, dan berbuatlah sesukamu karna sesungguhnya kamu akan menuai ganjarannya.

Anakku, apa pun yang kamu peroleh dari mengkaji ilmu kalam, debat, kedokteran, administrasi, syair, astrologi, arud, nahwu & sharf, jgn sampai kau sia-siakan umur untuk selain Sang Pemilik Keagungan.

Aku pernah menilik dalam kitab Injil sebuah ungkapan Isa a.s: Sejak mayat diletakkan di atas peti jenazah hingga diletakkan di bibir kubur, Allah melontarkan 40 pertanyaan dengan segala Keagungan-Nya. Demi Allah, pertanyaan pertama yang dia ajukan adalah: Hamba-Ku, telah Kusucikan pandangan makhluk bertahun-tahun, tetapi mengapa tak kau sucikan pandangan-Ku sesaat pun, padahal setiap hari Aku melihat ke kedalaman hatimu.

Mengapa kau berbuat demi selain-Ku, padahal engkau bergelimang dgn kebaikan-Ku, ataukah engkau telah tuli & tak mendengar!

Nak, ilmu tanpa amal adalah kegilaan, & amal tanpa ilmu adalah kesia2an. _Imam Al-Ghazali dlm Ayyuhal-Walad

inShare
RELATED POSTS :

Dahsyatnya Istighfar 100x Sehari, Cobain Deh
Khasiat dan Fadilah istigfar – Saya punya kenalan seorang ustad yang sukses menjadi penolong banya… Read More…
Kumpulan Nasehat Imam Al-Ghazali
Kumpulan Nasehat Imam Al-Ghazali – Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. La… Read More…

26 October 2015 Posted by | Bersama Tokoh, Bicara Ulama, Madah dan Sajak, Mutiara Kata, Renungan & Teladan, Tazkirah | Leave a comment

Redha dan Syukur

Syukur pagi pagi

[Sumber: Dato’ Dr Hasan bin Mohamed Ali ]

 

 

 

 

 

 

11 December 2013 Posted by | Madah dan Sajak, Renungan & Teladan, Tazkirah | | Leave a comment

Orang bodoh tak kenal orang pandai

ORANG PANDAI SANGAT KENAL KEBODOHAN ORANG BODOH

ORANG BODOH TAK KENAL DENGAN KEPANDAIAN ORANG PANDAI

ORANG PANDAI KENAL ORANG BODOH

SEBAB DIA PERNAH JADI ORANG BODOH

ORANG BODOH TAK KENAL ORANG PANDAI

SEBAB DIA BELUM PERNAH PANDAI

JADI ORANG BODOH JANGAN JADI BERTAMBAH BODOH

SUKA MENGATA ORANG PANDAI BODOH.

NUKILAN HUKAMAK

25 February 2012 Posted by | Madah dan Sajak | 1 Comment

Menilai semula – Kita pejuang atau perosak agama

Kita hendak berjuang?
Bagus kalau itulah yang kita mahu
Berjuang sasarannya adalah manusia
Kita mesti kenal manusia sebelum kita mengenal diri kita sendiri

Sudahkah kita mengenal diri kita sendiri?
Sejauh mana kita kenal perjalanan fikiran kita sendiri ?
Apakah fikiran kita sudah Islam?
Sudahkah kita kenal nafsu kita?
Fahamkah kita kehendak kehendak nafsu kita?
Ke mana dia hendak membawa kita?

Apakah kehendak Islam dengan kehendak nafsu kita selari?
Lebih lebih lagi sudahkah kita faham jiwa kita?
Jiwa ada perasaannya
Perasaannya ada yang positif dan ada yang negatif
Yang positif hendak di lepaskan
Yang negatif hendak di tahan

Melepaskan yang positif dan menahan yang negatif
Adalah satu perjuangan
Ia lebih besar daripada perjuangan yang lahir ini
Bahkan yang lahir ini ditentukan oleh yang batin,
ia itu jiwa

Kalau kita berjuang tidak faham ini semua
Ertinya kita laksana masuk hutan belantara yang tidak mempunyai pedoman
Tidak ada kompas, tidak kenal kedudukan hutan
Jangan jangan kita akan tersesat nanti
Marabahaya hutan akan membinasakan kita
Bahkan harimau pun boleh membaham kita

Kawan, perkataan berjuang mudah di sebut
Tapi tidak mudah difahami
Berjuang mudah diperkatakan
Tapi tidak mudah dikotakan

Ia memerlukan ilmu yang cukup
Tidak sekadar semangat yang cukup
Ia memerlukan pemimpin yang tepat
Yang boleh memimpin dan di taati

Kalau belum sampai taraf ini
Tidak berjuang lebih selamat daripada berjuang

Kalau kita berjuang juga
Ingatlah kerosakan yang akan kita lakukan
lebih banyak, tanpa di sedari
Sekali pun niat kita suci.

(Ustaz Ashaari Muhammad)

25 June 2011 Posted by | Madah dan Sajak, Renungan & Teladan | , | 2 Comments

Biarlah Orang Mengata‏

Biarlah orang mengata kita,

jangan kita mengata

Biarlah orang memfitnah,

jangan kita melakukannya

Biarlah orang menzalimi kita,

kita maafkan saja

Biarlah orang mencaci kita,

doakan petunjuk buat mereka

Bercakaplah yang memberi faedah

atau diam lebih baik

Kenangkanlah budi orang,

lupakan jasa kita

Balaslah jasa orang,

lupakan jasa kita

Balaslah jasa orang,

lupakan kejahatanya

Alangkah baiknya

balas kejahatan orang

dengan kebaikan

Wahai saudara-wahai saudari

itulah panduan kita

Jadikan ia panduan

di dalam pergaulan

Krisis tidak akan panjang,

permusuhan tidak berlarutan

Itulah panduan

jika ingin aman dan harmoni

Tuan atau puan

begitulah Islam memberi panduan

Untuk keselamatan

hamba-hambaNya di dunia

Tidak ada pada ajaran

agama-agama lain

dan sebarang ideologi

Hanya ada pada Islam yang sejati

Begitulah sebahagian

etika didalam pergaulan

Marilah kita bersama-sama

mengamalkan bersungguh-sungguh

Walaupun berat sekalipun penat

Untungnya banyak di dunia akhirat

Tulisan: Mauizoh Alexendria

21 May 2011 Posted by | Madah dan Sajak | 2 Comments

Orang yang jiwanya tidak tenang

>

21 December 2009 Posted by | Madah dan Sajak | Leave a comment

Umat Islam Perlu Betulkan Cara Berfikir

Kemajuan memang diperlukan,
Tapi bukan mengejar kemajuan korbankan iman,
Iman tidak boleh ditukar dengan kemajuan,
Membangun tidak salah,
Membangunlah! Membangunlah!
Tapi jangan mengabaikan perintah Allah,
Perintah Allah itu keselamatan kita dunia Akhirat,
Hendak maju, majulah, tidak salah,
Tetapi bukan mengejar kemajuan
Korbankan maruah bangsa, maruah negara,
Lebih-lebih lagi maruah agama,
Maruah agama ada hubungan dengan Tuhan,
Tuhan adalah segala-galanya,
Maruah bangsa dan negara, lebih-lebih lagi agama,
Mesti dipertahankan,
Kalau perlu dipertahankan dengan nyawa,
Nyawa itu adalah murah,
Maruah bangsa, negara dan agama,
Tidak ada tukarannya,
Jadi umat Islam samada pemimpin ataupun rakyatnya,
Jangan kerana mengejar kemajuan
Macam orang kafir mengejar kemajuan,
Tidak fikir halal haram
Dan tidak fikir Tuhan,
Umat Islam ada caranya yang tersendiri,
Tak sama orang kafir,
Orang kafir hanya memikirkan hidup di dunia semata-mata,
Orang Islam hidup Akhirat lebih utama,
Sebab di Akhirat destinasi akhir kita,
Di sana kita berlama-lama,
Tidak diukur dengan masa,
Hidup di dunia ini,
Walau seindah manapun adalah murah,
Dibandingkan hidup di Akhirat,
Jangan kita tertipu dengan kehidupan orang kafir,
Sebab itu Tuhan nak mengingat orang Islam
Di dalam Al Quran yang maksudnya:
“Janganlah memperdayakan kamu
serba adanya orang kafir di dalam negara”
Setengah negara umat Islam mengejar kemajuan,
Kemajuan tidak dapat dicapai,
Tapi iman sudah dikorbankan,
Kemajuan tidak sampai ke mana,
Tetapi syariat Tuhan sudah diabaikan,
Jadi umat Islam samada pemimpin atau rakyat jelata
Kena betulkan cara berfikir,
Kalau salah berfikir kita akan menjadi hamba orang,
Seperti yang berlaku kepada dunia Islam hari ini.

28 September 2009 Posted by | Madah dan Sajak | 2 Comments

>Manusia hilang malu

>

Jika malu sudah tercabut daripada hati

Hatinya sudah tidak terasa apa apa tentang apa yang dia cakap dan apa yang dia buat

Dia akan bercakap apa sahaja tanpa disukat

Dia juga berbuat apa sahaja tanpa memikir akibat

Orang yang tidak malu, Tuhan tidak ada di dalam kamus hidupnya

Tuhan ada atau tiada dia tidak ambil kira lagi

Yang dia fikir dia bebas, dia boleh buat apa dia suka

Kebebasan jangan di sekat, orang lain peduli apa

Bercakap lucah boleh aje, mencarut tidak mengapa

Pegang dan tepuk perempuan perkara biasa

Pada dia tidak ada pantang larangnya

Apa orang hendak kata, biarlah apa dia hendak kata

Banyak orang cacat hati, dia tidak terasa apa apa

Hatinya telah kebal daripada merasa malu dengan manusia

Orang pun telah bercakap cakap tentang nya

Bukan dia malu bahkan terasa megah dan bangga pula

Begitulah jika sifat malu pada seseorang sudah tidak ada

Padahal malu itu perbezaan di antara haiwan dan manusia

Apabila malu sudah tercabut daripada hati manusia

Itulah dia haiwan yang berupa manusia yang melata.

Oilh Cikgu Ku

8 May 2009 Posted by | Madah dan Sajak | Leave a comment

>Berbuat Dahulu Baru Bercakap

>Berbuat lah lebih dahulu baru bercakap
Kerana buah ilmu itu adalah amalan yang sudah dibuat
Jangan lah bercakap dahulu baru berbuat
Lebih lebih lagi bercakap langsung tidak berbuat

Ilmu yang tidak diamalkan macam senjata tidak di gunakan
Ia akan berkarat
Apa ertinya simpan senjata sebanyak banyaknya tidak di gunakan
Ia akan menjadi bebanan

Begitulah ilmu yang banyak tidak di amalkan
ia akan jadi beban di Akhirat
Orang yang berilmu tidak mengamalkan ilmu
masuk Neraka lebih dahulu daripada orang kafir
Ilmu adalah panduan jalan kehidupan
Atau penyuluh jalan kehidupan untuk menuju matlamat
Alangkah anehnya orang yang ada lampu suluh di tangan
berjalan di waktu malam lampu suluh tidak di gunakan
Ertinya walaupun ada lampu di tangan
tapi dia masih di dalam bahaya

Berjalan di dalam gelap tidak menggunakan lampu
Padahal lampu ada di tangan
Lampu itu semata mata hendak ditunjuk kepada orang

Begitulah ahli ilmu yang tidak beramal
padahal ilmu di perkatakan
Itu tentulah semata mata hendak tunjuk pandai
kepada orang ramai
Bermegah megah dengan ilmu
tidak ghairah beramal.

Di rakam dari syarah: Ustaz Hj Ashaari Muhammad

2 April 2009 Posted by | Madah dan Sajak, Tazkirah | Leave a comment

>Engkau Pejuang Islam atau Perosak?

>Engkau hendak berjuang?
Bagus kalau itulah yang kamu mahu
Berjuang sasarannya adalah manusia
Engkau mesti kenal manusia sebelum engkau mengenal dirimu sendiri

Sudahkah kau mengenal dirimu sendiri?
Sejauh mana engkau kenal perjalanan fikiran mu?
Apakah fikiran mu sudah Islam?
Sudahkah engkau kenal nafsu mu?
Fahamkah engkau kehendak kehendak nafsu mu?
Ke mana dia hendak membawa mu?

Apakah kehendak Islam dengan kehendak nafsu mu selari?
Lebih lebih lagi sudahkah engkau faham jiwa mu?
Jiwa ada perasaannya
Perasaannya ada yang positif dan ada yang negatif
Yang positif hendak di lepaskan
Yang negatif hendak di tahan

Melepaskan yang positif dan menahan yang negatif
Adalah satu perjuangan
Ia lebih besar daripada perjuangan yang lahir ini
Bahkan yang lahir ini ditentukan oleh yang batin,
ia itu jiwa

Kalau engkau berjuang tidak faham ini semua
Ertinya engkau laksana masuk hutan belantara yang tidak mempunyai pedoman
Tidak ada kompas, tidak kenal kedudukan hutan
Jangan jangan engkau akan tersesat nanti
Marabahaya hutan akan membinasakan kamu
Bahkan rimau pun boleh membaham kamu

Kawan, perkataan berjuang mudah di sebut
Tapi tidak mudah difahami
Berjuang mudah diperkatakan
Tapi tidak mudah dikotakan
Ia memerlukan ilmu yang cukup
Tidak sekadar semangat yang cukup
Ia memerlukan pemimpin yang tepat
Yang boleh memimpin dan di taati
Kalau belum sampai taraf ini
Engkau tidak berjuang lebih selamat daripada berjuang
Kalau engkau berjuang juga
Ingatlah kerosakan yang engkau lakukan
lebih banyak, tanpa di sedari
Sekali pun niat engkau suci.

Nukilan: Ustaz Hj Ashaari Muhammad

28 March 2009 Posted by | Madah dan Sajak | Leave a comment

>Mari Kita Bercerita tentang Nabi Kita

>

Mari kita bercerita tentang Nabi kita,
Yaitu Rasulullah SAW,
penyelamat manusia dunia akhirat,
Walaupun sebelum ini kita telah menceritakan banyak kali tentangnya,
Mungkin kita ceritakan disudut-sudut lain yang belum diceritakan lagi,
Kalau pun diceritakan lagi banyak kali tidak mengapa,
Supaya yang lupa diingat kembali,Bertambah ingat lagi,

Nabi Muhammad SAW orang luar biasa yang tidak ada taranya
Sebelum dan sesudahnya dikalangan manusia,
Sekalipun dikalangan para rasul dan para nabi yang telah diberita,
Dia adalah rohnya malaikat dan tubuhnya manusia,

Orang paling cerdik dan paling bersih rohnya,
Dikalangan manusia sebelum dan sesudahnya,
Maka dia diberi julukan oleh Tuhan ‘fathonah’,
Bahkan yang paling ‘Fathonah’ dikalangan rasul-Nya,

Ilmunya bukan didapati dari aqalnya,
Walaupun dia orang yang paling tajam aqalnya,
Dia mendapat ilmu dijatuhkan Tuhan didalam hatinya,
Wahyu namanya, dia belajar langsung dari Tuhannya,
Kerana inilah dia tidak perlu menulis
Dan membaca seperti manusia biasa,
Kerana itulah ilmunya tidak dilupa sepanjang masa,
Kalau dari aqal mungkin dilupakannya,
Ilmunya menceritakan dunia dan akhirat,

Tawakalnya luarbiasa,

Sebab itulah dimalamnya makanan tidak disimpan untuk esok harinya
Dan diberikan kepada manusia yang memerlukannya
Kerana dia yakin, kalau esoknya dia hidup
Tuhan merezekikannya,

Dia tidak membunuh orang,
Walaupun disetengah-setengah waktu dia boleh membunuhnya,
Tapi dia tidak membunuhnya,
Dia mengambil jalan yang utama,
Yaitu memaafkannya,
Kerana itu orang itu Islam ditangannya,

Beraninya luarbiasa tiada tandingannya,
Dia sanggup lewat dihadapan musuhnya seorang diri,
Musuhnya tidak mengapa-apakannya bahkan terpinga-pinga,

Kasih sayangnya sangat ketara,
Terutama kepada fakir miskin, anak-anak yatim dan janda-janda,
Orang yang bersalah dimaafkannya,
Sekalipun orang itu tidak memintanya,
Pernah hamba sahaya hendak dihukum oleh tuannya,
Dia membuka bajunya untuk disebat,
Pengganti hamba sahaya, tuan hamba sahaya itu malu dibuatnya,
Lalu dimerdekakannya,
Pernah Rasulullah SAW membeli hamba sahaya kemudian dimerdekakannya,

Pemurahnya tidak ada taranya,
Macam angin kencang lajunya,
Tiada siapa yang dapat menandinginya,
Dan tidak pernah menghampakan orang yang meminta,
Sekalipun dia terpaksa berhutang buat sementara,

Kalau ada orang mengata dan menghinanya,
Dia diam saja, tidak menjawabnya,
Gembiranya tidak ketawa, hanya senyum sahaja,
Cuma ketaranya pada mukanya,
Bahkan tidak pernah menghina orang atau mengata aibnya,
Sekalipun musuhnya,

Rasulullah makannya sedikit sekadar mengalas perutnya
Dia tidak pernah makan seorang, sekalipun lapar,
Paling tidak, dia makan berdua,
Tapi kalau dia tidak suka setengah jenis makanan itu,
Dia tidak pula mencercanya,

Kalau dia marah dengan orang,

disembunyikan marahnya
Sehingga orang tidak tahu marahnya,
Dia tidak pernah melahirkan jijik kepada manusia,
Sebab itu dia sanggup makan dengan orang berkudis-kudis badannya,

Sabarnya luarbiasa,
Tentang ujian yang Tuhan timpakan kepadanya berbagai-bagai bentuknya,
Dia redha,
Lantaran itu Tuhan beri dia gelaran ‘Ulul Azmi’
Yang tiada bandingannya,
Bahkan dia ketua ‘Ulul Azmi’, dikalangan rasul-rasul,

Ditangannya lahirlah murid-murid yang luarbiasa,
Diberi gelaran sahabat namanya,
Ratusan ribu banyaknya, lebih seratus ribu bilangannya,
Ini tidak pernah berlaku dikalangan rasul-rasul sebelumnya,
Semua sahabat-sahabatnya masuk syurga,
Kerana dosa-dosa mereka diampunkan oleh Tuhannya,
Kerana menjadi sahabat-sahabatnya,
Sahabat-sahabatnya laksana bintang-bintang dilangit,
Rasul adalah bulan purnama,

Hatinya tidak tidur sekalipun matanya tidur,
Menunjukan hatinya sentiasa jaga,
Sebab itulah kalau dia tidur tidak membatalkan wudhu’nya,

Dia menghormati manusia sesuai dengan darjatnya,
Sekalipun orang itu kafir,
Kadang-kadang dibentangkan serbannya untuk tempat duduk tetamunya
Kerana menghormati tetamunya,

Dia tidak mengutuk dan melaknat makhluk Tuhan,
Sekalipun binatang yang melata,
Begitu juga tidak pernah melakukan kesalahan,
Sekalipun menyalahi utama,

Kalau dia melihat perempuan, matanya ditundukannya,

Dia orang paling pemalu,
Malunya kalah anak dara yang paling pemalu,
Sebab itu seumur hidup dia tidak pernah
Melihat kemaluannya dan kemaluan isterinya,
Kalau dia lewat, tidak diizinkan perempuan dihadapannya,

Ibadahnya banyak, terutama diwaktu malam,
Hingga bengkak-bengkak kakinya,
Dia suka berkhidmat dengan isteri-isteri dan keluarga,
Bukan diarah-arahkan oleh isteri-isterinya,
Tapi dia buat dengan sukarela,
Kerana mencari redha Tuhannya,
Dia sebaik-baik suami,
Tidak mampu orang lain membuatnya,

Bahkan dia berkhidmat dengan musuhnya,
Satu cerita yang menyayat hati kita,
Seorang buta yang benci kepadanya.
Rasul berkhidmat tanpa diketahuinya,
Hingga sampai waktu wafatnya,
Diganti oleh Saidina Abu Bakar untuk berkhidmat kepadanya,
Tapi dirasakan olehnya ada kelainan dari sebelumnya,
Kamu ini siapa?
Saidina Abu Bakar berkata “Saya Abu Bakar
Pengganti Rasul berkhidmat kepada kamu,
Yang Rasul itu sudah wafat”
Sibuta itu terkejut!
Rupanya yang berkhidmat padanya orang yang paling dibenci,
Kerana terkejutnya menjadikan dia mati,
Tapi sempat dia mengucap dua kalimah syahadat,
Islamlah dia,

Kalau dia bersahabat atau berkawan
Mengutamakan kawannya,
Bahkan berkhidmat kepada sahabatnya,
Setiap orang yang bergaul, berpuas hati dengannya,
Setiap orang merasa dia dihormatinya,
Walaupun berbagai-bagai peringkat kedudukannya,

Mari kita teruskan cerita tentang nabi kita,
Supaya lebih terperinci lagi
Cerita dan beritanya,

Dia manusia luarbiasa kekasih Tuhannya,
Agar lebih nampak dia manusia istimewa,

Dia tidak akan makan sebelum lapar,

Dia akan berhenti sebelum kenyang,
Tidak macam manusia biasa,
Dia tidak suka makanan banyak jenis lauknya,
Kalau dia suka kerana Tuhannya,
Kalau dia marah pun kerana Tuhannya,
Bukan kerana peribadinya,

Dia wafat, boleh dikatakan tidak meninggalkan harta,
Dia tidak meninggalkan sembahyang jemaah,
Kecuali sekali saja didalam hidupnya,
Yaitu waktu sakit hingga membawa wafatnya,

Makan minumnya bukan diusahakannya,
Tetapi setiap kali hendak makan, ada rezekinya,
Tapi pengikutnya disuruh berusaha,
Terutama yang ada keluarga,

Dia tidak menerima upah,
Lebih-lebih lagi meminta upah,
Kerana usaha perjuangannya,
Tetapi ulama dihari ini, memakan upah
Dari usaha dakwahnya,
Seperti yang dibuat oleh kebanyakan ulama-ulama yang cinta dunia,
Bahkan ada ulama yang meminta upah dari dakwah dan pengajiannya,
Takut dengan Tuhan ketara dimukanya,

Dia beristerikan janda kaya, Khadijah namanya,
Hartanya diserahkan habis kepadanya,
Tetapi nabi korbankan harta itu semuanya,

Dan nabi, kalau dia berkawan, sebaik-baik kawan,

Kalau dia dirumah, sebaik-baik bapa,
Kalau dia bersama isteri, sebaik-baik suami,
Kalau dia memimpin, sebaik-baik pemimpin,

Kalau dia bercakap lantang suaranya,
Tegang urat nadinya,
Kalau dia bercakap bak mutiara,
Sangat berkesan pada jiwa orang yang mendengarnya,
Kalau dia berucap atau berpidato,
tidak ada gelak ketawa manusia yang mendengarnya
Kerana manusia yang mendengar insaf dibuatnya,
Tidak seperti ulama-ulama hari ini,
Kalau mereka bercakap gelak ketawa orang yang mendengarnya,
Kerana yang dicakapkan itu dari lidahnya,
Bukan dari hatinya,
Nabi kalau bercakap singkat-singkat sahaja, tidak meleret,
Tidak seperti kebanyakan manusia,

Dia bercakap pendek sahaja,

Tapi terhimpun berbagai-bagai ilmu didalamnya,
Dikatakan oleh hadis ‘jawa miul kalim’
Kata-katanya singkat tapi padat,
Kata-katanya singkat tapi maksudnya luas,

Kata-katanya singkat tapi puas dan menggetarkan jiwa,

Tidak seperti orang lain bercakap berjela-jela, isinya tiada,
Masa terbuang cakapnya tidak menggetarkan jiwa,

Kita sambung lagi cerita nabi kita,

Nabi tidak suka berjalan-jalan membuang masa,

Juga tidak akan bercakap yang sia-sia,
Sekalipun tidak berdosa,
Kalau dia ketawa tidak berbunyi,

Insafnya dapat dilihat dimukanya,
Takutnya kepada Tuhan dimukanya ketara,
Dia melahirkan kegembiraan bila
Kawan-kawannya gembira,
Dia melahirkan kesedihan diatas kesedihan kawan-kawannya,

Rasulullah mudah menangis
Kerana takutkan Tuhannya,
Rasulullah tahu Tuhan kasih kepadanya,

Akhlaknya sungguh agung,Tuhan memujinya,
Bahkan mengatakan dia yang paling bertaqwa dikalangan manusia
Sebelum dan sesudahnya,
Seolah-olah dia tidak mendengar apa yang Tuhan kata terhadap dirinya,
Tuhan berkata “Akhlaknya, sungguh agungnya,
tidak ada siapa boleh menandinginya,
tetapi dia tidak merasa bangga, dia tetap merasa hamba”
Dia tetap dapat mengekalkan rasa takut dengan Tuhannya,
Rasa kehambaan sentiasa didalam hatinya,
Bahkan tidak pernah putus daripada perasaannya,
Soal Tuhan memujinya itu hak Tuhannya,
Tapi dia tetap merasa hamba kepada Tuhannya,

Tawadhu’ dengan Tuhannya, sentiasa ada,
Sangat ketara, didalam hidupnya,

Dia berpakaian jubah dan serban,

Warna yang dia suka kebanyakannya putih dan hijau,
Warna lain ada juga dipakainya,
Tapi sekali sekala,

Makanan yang dia suka, susu dan kurma,
Daging sebagai lauknya,
Itulah penguat badannya,

Demikianlah secara ringkas
Yang global tentang cerita nabi kita,
Yang tidak disebut berusahalah untuk mempelajarinya,
Didalam sejarah nabi kita ada dicerita,

Mukjizat banyak berlaku ditangannya,

Yang lahir dan yang batin,
Yang besar ialah Al Quran dan Al Hadith,
Yang kekal sampai keakhir zaman,
Untuk pengajaran dan panduan kepada manusia,
Demi keselamatan manusia dunia dan akhiratnya,
Tetapi apa yang disebutkan itu
Sudah memada,
Bagi orang yang tiada masa mengkajinya,

Kalau peribadi seseorang itu dapat menggambarkan bayangan nabi kita,
Orang itu boleh menjadi ikutan manusia,
Kalau dia memimpin, Tuhan memberkatinya,
Betapalah kalau dia pemimpin yang Tuhan janjikan buat manusia,

Tetapi apa yang berlaku diakhir zaman ini,
Orang yang menceritakan nabi,
Dia melupakan diri,
Dia menceritakan memujikan nabi,
Tapi dirinya tidak terpuji,
Kerana itulah banyak cakap tidak memberi kesan
Seseorang itu banyak cakap tidak menggambarkan sikap nabinya,
Walaupun dia seorang pemimpin,
Orang tidak suka mengikutnya,
Lidahnya tidak masin,
Dia berkata tidak mengkotanya,
Bahkan orang yang mengata dan mencerca dibelakangnya,
Bahkan anak isterinya tidak menghormatinya,

Sekianlah adanya.



7 November 2008 Posted by | Madah dan Sajak | Leave a comment

Wahai Anwar Ibrahim

>

Engkau menagih keadilan dengan orang lain tetapi tidak diperolehi,

Engkau meratus dan membebel merata negara,

Isytihar kepada manusia memohon simpati,

Apakah engkau pernah memberi keadilan kepada orang lain? Jawablah sendiri,

Engkau ingin dikasihi, Rasa tidak senang orang yang membenci,

Tidak pernah engkau mengasihi orang lain,

Apakah engkau orang yang pengasih, Jawablah lagi sekali sahaja,

Orang yang tidak adil dengan engkau, Engkau sudah tidak tahan, Meraung ke sana menjerit ke sini,

Tapi pernahkah engkau tahu,

Ada orang sepanjang hidupnya tidak pernah mendapat keadilan,

Sepanjang hayatnya tidak pernah mendapat kasih sayang?

Mereka tidak menjerit di merata negeri,

Kerana mereka tahu suara mereka tidak akan didengar,

Mereka tahu tidak siapa yang simpati,

Penderitaannya mereka tanggung sendiri,

Patutnya seorang wira ‘Gentleman’ dengan ujian, Tabah dengan cabaran,

Tidak ada riuh rendah menjerit ke sana, ke mari,

Ingin mengisytiharkan diri seorang pengecut,

Bukan pejuang bangsa jauh sekali agama,

Baru engkau merasa sakit apabila engkau dizalimi,

Setelah engkau dizalimi baru engkau merasa indahnya keadilan ini,

Engkau mula memperjuangkan keadilan itu pun mungkin bukan untuk orang,

Tapi untuk kepentingan diri,

Tapi engkau seret sekali orang ramai,

Padahal sebelum ini ribuan orang yang terzalim,

Bahkan jemaah ku engkau ikut serta musnahkan,

Waktu itu engkau ada kuasa,

Engkau boleh jadi pembela,

Setelah kuasa tiada di tangan, Konon baru hendak jadi pembela,

Berapa lama engkau hendak berlakon di atas pentas dunia ini,

Berlagak seperti pembela, Hakikatnya engkau penipu,

Kerana itulah dari dahulu lagi aku katakan pada mu,

Engkau akan jatuh terhina,

Mungkin engkau masih ingat kata-kata ku dulu,

Sekarang dengan izin Allah telah menjadi kenyataan,

Sedar dan insaflah,

Bertaubatlah banyak-banyak dari sekarang,

Akuilah kesalahan sendiri,

Tegakkanlah keadilan di atas diri mu dahulu,

Sebelum memperjuangkannya kepada orang lain,

Jangan berlakon lagi, Janganlah berpura-pura dalam kehidupan ini,

Engkau melolong ke sana- ke sini,

Meraung ke sana meraung ke sini,

Sakit hati dengan orang menzalimi mu,

Engkau lahir rasa kemarahan,

Engkau nyatakan kebencian merata negeri,

Engkau ajak orang menyokong mu,

Di mana kesabaran mu? Lebih-lebih lagi di mana keredhaan mu?

Bukankah hakikatnya ujian itu dari Tuhan mu?

Ertinya engkau marah dengan Tuhan,

Engkau isytihar kepada orang aku tenang,

Tapi sikap mu menyatakan ke tidak tenangan jiwa mu,

Engkau isytihar diri mu pejuang,

Pejuang yang sejati sabar dengan ujian, redha dengan ketentuan,

Pejuang yang hakiki lebih suka baiki diri, Daripada menyalahkan orang,

Pejuang sebenar lebih memandang kesalahan sendiri daripada kesalahan orang lain,

Engkau tidak belajar dari sejarah,

Bagaimana para Rasul diuji lebih dahsyat yang mereka terima daripada kamu,

Tetapi memohon ampun dari Tuhan,

Mereka menyalahkan diri sendiri,

Selepas itu mereka mendapat pembelaan dari Tuhan,

Sekarang orang semakin kenal siapa kamu,

Makin banyak cakap makin orang kenal diri mu,

Tidak payah orang lain mengatakan,

Sikap kamu sendiri mengatakan kamu, Tapi kamu tidak sedar,

Orang lain yang berfikiran boleh menilainya,

Engkau inginkan kasih sayang,

Tapi engkau tidak pernah memberi kasih sayang pada orang,

Engkau inginkan keadilan,

Pernahkah engkau adil kepada orang?

Engkau tidak suka dizalimi,

Tapi engkau sedarkah,

Engkau selalu sahaja menzalimi orang,

Sama ada secara langsung mahupun tidak secara langsung,

Sama ada disedari atau pun tidak,

Sama ada fizikal atau mental,

Engkau kan manusia,

Apa yang engkau suka itulah juga disukai oleh orang lain,

Apa yang engkau tidak suka itulah yang tidak disukai orang lain,

Janganlah minta orang lain bertimbang rasa,

Engkau juga perlu bertimbang rasa pada orang lain,

Jangan tunggu orang lain mulakan, Engkaulah memulakan dahulu,

Jangan engkau menagih dahulu, Engkau agihkanlah dahulu.

Olih: Abu Nizam 1998

Sumber:http://heliconia.wordpress.com/2008/07/11/mesej-untuk-keadilan-10-tahun-lalu/#more-1892

13 July 2008 Posted by | Madah dan Sajak, Politik dan Dakwah | Leave a comment

>Wahai Pejuang Kebenaran

Engkau kata hendak mencari keredhaan Tuhan
Engkau mengaku hendak menegakkan syariat Nya
Tapi bila diuji tidak sabar dan tidak tahan
Ketentuan Tuhan tidak pula redha menerima nya

 

Engkau berkata hendak memperjuangkan hak Tuhan
Tapi setiap kerja yang engkau buat minta pujian

Memang pujian itulah yang engkau cita citakan

Pujian itulah sebenarnya perjuangan engkau

Engkau bercerita hendak membuat kerja kerja Tuhan
Tapi dapat nikmat tidak di agih agihkan

Di mana syukurnya engkau kepada Tuhan

Dapat nikmat makan seorang

Engkau mengaku hendak memperjuangkan Islam
Tapi bercakap mengata, memfitnah dan mengumpat orang

Sepatutnya engkau perjuangkan kasih sayang

Kenyataannya engkau memecahbelahkan perpaduan,

Kawan! Bercakap mudah mengkotakan susah
Menyebut senang, mengamalkan payah

Sedarlah insaflah kawan
Memperjuangkan Islam tidak semudah yang di cakapkan.

Olih Cikgu Ku

8 July 2008 Posted by | Madah dan Sajak | Leave a comment

Bersihkan jiwamu dahulu

>

Bersihkan jiwamu terlebih dahulu, pasti Tuhan akan membantu…

Orang yang bersih hatinya
sentiada rendah diri dengan Allah Taala
Sering sahaja baik sangka dengan Tuhannya

Jika mendapat ujian kesusahan
hatinya berkata
” Kerana dosakulah ujian ini datang”
“Tuhan menghukum ku kerana dosaku”
“Moga2 aku terlepas daripada hukuman akhirat yang amat dahsyat”

Kalau ada orang lain yang bernasib baik,
mungkin berpangkat atau kaya
gembira hatinya..
Dia menumpang gembira dengan kegembiraan orang lain…

Sekiranya ada orang yang mendapat kecelakaan
accident, miskin, sakit…
hatinya turut sedih dengan kesedihan orang

Jika dia mendapat nikmat
dia merasa malu dengan Tuhannya
kerana merasa tidak layak menerima nikmat itu
Hatinya merasakan…” Apa maksud Tuhan memberi aku nikmat
untuk aku bersyukur atau kufur?”
Cemas jiwanya,
gembiranya tidak begitu ketara
kerana nikmat itu masih menjadi tanda tanya

Hajat-hajatnya yang tidak didapatkannya
dia redha
sentiasa berbaik sangka dengan Tuhan
Sedikit pun tidak cacat hatinya dengan Allah
kerana dia tahu Tuhan lebih bijaksana mentakdirkan

Bila disusahkan orang,
terus teringat dosanya
“Kerana dosakulah
aku disusahkan.”
Dia tidak berdendam
bahkan mendoakan orang itu,
dengan kebaikan…

Nikmat Tuhan disyukurinya
pemberian dan pertolongan orang
diingati dan dibalasinya

Hatinya sentiasa cemas
kematian di depan mata,
bila-bila masa boleh tiba..

Gelisah dengan dosanya
amal-ibadahnya dilupakan sahaja
kerana dia tidak tahu apakah diterima atau sebaliknya…

Kakinya di dunia
namun hatinya sentiasa dengan Tuhannya
perasaannya sentiasa memikirkan akhirat

Begitulah hati orang yang bersih dengan Tuhan..

Tulisan seorang Hamba Allah – I am not the writer~

25 January 2008 Posted by | Madah dan Sajak | 1 Comment

   

%d bloggers like this: