Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

SEJARAH ASAL-USUL NEGERI SEMBILAN DARUL KHUSUS MULAI ZAMAN RASULULLAH SAMPAI SEKARANG

Diriwayatkan Oleh:
_*Asy-Syaikh Al-Habib Prof.Dr. Shohibul Faroji Azmatkhan*_

*A. SEJARAH NEGERI SEMBILAN ZAMAN RASULULLAH*

Berdasarkan Kitab Tarikh Melayu yang ditulis pada tahun 1899 oleh Al-Imam Al-Habib Abdur Razzaq bin Musthafa Al-Husaini, dikatakan bahwa:

_”Agama Islam masuk ke Negeri Sembilan Darul Khusus Malaysia sudah ada sejak zaman Rasulullah yaitu sekitar tahun 629 Masehi. Pada saat itu Rasulullah memerintahkan sembilan para sahabat untuk mendakwahkan Agama Islam di Timur Jazirah Arab, yaitu di Tanah Melayu sekarang ini.”_

Sembilan Sahabat Nabi Muhammad yang diperintahkan berdakwah ke Tanah Melayu adalah:
1. Asy-Sumaisi (Sahabat Nabi), berdakwah ke Tanah Melayu, menemukan dan menamakan pertama kali daerah JELEBU. Sekitar tahun 629 Masehi.

2. Ikrimah bin Abu Jahal (Sahabat Nabi), setelah masuk Islam, turut berdakwah sampai ke Tanah Melayu dan menemukan dataran Johol, sekitar tahun 632 Masehi.

3. Anas bin Malik (Sahabat Nabi), melakukan ekspedisi dakwah ke tanah melayu, dan menemukan serta menamakan daerah JOHOR DARUN NA’IM. Pada tahun 630 Masehi.

4. Jabir bin Abdullah (Sahabat Nabi), berdakwah Islam di tanah Melayu, menemukan dan menamakan pertama kali KEDAH DARUL AMNI, tahun 631 Masehi.

5. Abdullah bin Umar bin Khattab (Sahabat Nabi), berdakwah ke Tanah Melayu, menemukan dan menamakan KELANTAN DARUN NA’IM.

6. Abu Said Al-Khudri (Sahabat Nabi), mendakwahkan Islam di Tanah Melayu, menemukan dan menemakan TERANGGANU DARUL IMAN, pada tahun 631 Masehi.

7. Arqam bin Abi Arqam (Sahabat Nabi), melakukan dakwah Islam sampai ke Tanah Melayu, menemukan dan menamakan PAHANG DARUL MAKMUR, pada tahun 630 Masehi.

8. Abu Ya’la Syaddad bin Aus (Sahabat Nabi), berdakwah di Tanah Melayu, menemukan dan menamakan SELANGOR DARUL IHSAN. Pada tahun 630 Masehi.

9. Imam Ali bin Abi Thalib, melakukan dakwah Islam di Tanah Melayu, menemukan dan menamakan NEGERI PERLIS INDRA KAYANGAN, selepas Beliau menemukan Tanah GARUT di Jawa Barat Indonesia. Pada tahun 630 Masehi.

10. NEGERI SEMBILAN DARUL KHUSUS, ditemukan tahun 633 karena sembilan sahabat Nabi bertemu di Negeri ini. Lalu mengembangkan dakwah, dan akhirnya kembali ke Madinah.

_(Referensi Kitab Tarikh Melayu, Karya Al-Imam Abdur Razzaq bin Musthafa Al-Husaini, page 117, tahun 1899)_

*B. SEJARAH NEGERI SEMBILAN ZAMAN WALISONGO*

Dalam Kitab Kisah Perjalanan Haji Walisongo, yang ditulis Al-Imam Nawawi Al-Bantani, dikisahkan Pada zaman Walisongo, sembilan wali saat pulang dari Ibadah Haji, pada tahun 1413 Masehi, singgah di sebuah Negeri di Tanah Melayu, dan negeri itu diberi nama *Negeri Sembilan Darul Khusus*.

Negeri Sembilan Darul Khusus masyhur disebut Negeri Walisongo, dan dinegeri ini Dzurriyyah Walisongo mulai banyak berdakwah.

Beberapa tahun singgah di Negeri Sembilan, Walisongo kembali ke Tanah Jawa (Indonesia).

_(Referensi : Kitab Kisah Perjalanan Haji Walisongo, Karya Imam Nawawi Al-Bantani, Page 72, ditulis tahun 1890 Masehi)_

*C. SEJARAH NEGERI SEMBILAN ZAMAN MELAYU KUNO*

Setelah kedatangan Walisongo ke Negeri Sembilan Darul Khusus, lalu banyak hijrah dan merantau orang-orang Minangkabau dari Pulau Sumatera melalui Melaka dan sampai ke Rembau.

Orang-orang Minangkabau ini adalah para Dzurriyyah Sunan Giri dan juga murid atau santri Sunan Giri.

Di Negeri Sembilan ini para Dzurriyyah Sunan Giri menikah dengan penduduk Negeri Sembilan yang sudah lama hidup di Negeri ini. Saat itu Negeri Sembilan masih hutan yang sangat lebat. Sedikit sekali penduduknya, sehingga Ulama di Negeri ini mewajibkan POLIGAMI untuk memperbanyak keturunan atau dzurriyyah, agar Islam berkembang pesat dan Dzurriyyah nya banyak.

Ulama yang terkenal di Negeri Sembilan pada masa Kesultanan Johor, adalah Sayyid Mujtaba bin Makki, Berdasarkan salah satu catatan sejarah Negeri Sembilan yang ditulisnya, bahwa Negeri Sembilan pada awalnya dikatakan terdiri dari Sembilan Negeri yaitu:
1. Sungai Ujong,
2. Rembau,
3. Johol,
4. Jelebu,
5. Naning,
6. Kelang (kini Klang),
7. Hulu Pahang,
8. Jelai dan
9. Hulu Muar.

*D. SEJARAH NEGERI SEMBILAN ZAMAN SEKARANG*

Negeri Sembilan termasuk salah satu negara bagian yang menjadi negara Federasi Malaysia. Sebelah selatan berbatasan dengan Melaka dan Johor, sebelah timur berbatasan dengan Pahang, sebelah utara berbatasan dengan Selangor dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Melaka.

Penduduk bangsa Melayu yang kira-kira seperempat juta itu sebahagian besar masih mempunyai hubungan dengan adat Minangkabau. Karena banyak murid Walisongo dari Minangkabau yang menetap di Negeri Sembilan.

Pantun mereka berbunyi :

_Leguh legah bunyi pedati._
_Pedati orang pergi ke Padang._
_Genta kerbau berbunyi juga._
_Biar sepiring dapat pagi._
_Walau sepinggan dapat petang._
_Pagaruyung teringat juga_

Negeri Sembilan merupakan sebuah kerajaan tetapi pemerintahannya berdasarkan Konstitusi yang disana dikatakan Perlembagaan Negeri. Badan Legislatifnya bernama “Dewan Perhimpunan/Perundingan Negeri yang mempunyai anggota 24 orang. Anggota-anggota ini dipilih oleh rakyat dalam Pemilihan Umum yang disini dikatakan : Pilihan raya.

Pelaksanaan pemerintahan dilaksanakan oleh Menteri Besar yang didampingi oleh 8 orang anggotanya yang bernama : “Anggota Majelis Musyawarah Kerajaan Negeri”.

Gelaran raja ialah Duli Yang Mahamulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan.

Pemerintahan Negeri Sembilan terbagi atas 6 daerah, yaitu:
1. Seremban,
2. Kuala Pilah,
3. Port Dickson,
4. Jelebu,
5. Tampin dan
6. Rembau.

Ibukota Negeri Sembilan adalah Seremban.

Istana raja terdapat di ibukota Seremban ini bernama Istana Seri Menanti. Tetapi arsitekturnya tidak lagi dengan cara Minang melainkan sudah berkomposisi antara arsitektur Minang dan Melayu.

Ada 12 suku di Negeri Sembilan yaitu:
1. Tanah Datar
2. Batuhampar
3. Seri Lemak Pahang
4. Seri Lemak Minangkabau
5. Mungka
6. Payakumbuh
7. Seri Malanggang
8. Tigo Batu
9. Biduanda
10. Tigo Nenek
11. Anak Aceh
12. Batu Belang

*REFERENSI:*

_Al-Imam Abdur Razzaq bin Musthafa Al-Husaini, Kitab Tarikh Melayu, page 117, tahun 1899)_

_Imam Nawawi Al-Bantani, Kitab Kisah Perjalanan Haji Walisongo, Page 72, ditulis tahun 1890 Masehi)_

22/12/2019 - Posted by | Informasi, Q & A (Soal Jawab), Tazkirah |

3 Comments »

  1. habib faroji ni palsu… kalau nk post pun cuba kaji dulu kesahihannya…

    Like

    Comment by razak | 08/06/2020 | Reply

  2. Assalamuaalaikum..ada tak penjelasan tentang maklumat ni dgn lebih jelas, dimana kitab Tarikh Islami yg dimaksudkan untuk dibuat rujukan. Penjelasan tentang perjalanan para sahabat ra yg terlibat dan lain2 fakta berkaitan..mohon maaf dan mohon diberi perhatian. Jazakumullah khairan

    Like

    Comment by Abdullah | 24/12/2019 | Reply

  3. Berjaga2lah dalam menyebarkan maklumat.

    Semak dulu fakta. Sahabat nabi bernama asy sumaisi? Sila beri rujukan kitab sirah tntg sahabat ini

    Kitab tarikh melayu? Wujud ke kitab ni?

    Apa yg ditulis diatas byk keraguannya.

    Like

    Comment by MRY | 24/12/2019 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: