Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Setahun jagung sahaja dalam bidang ilmu hadis – tetapi memandai mandai mencari kesalahan Imam 4 mazhab ini….

Berkata Maulana Hussein Abd Kadir Yusufi :

“Maulana Zakariyya mengajar hadis sewaktu umur 20 tahun sampai umurnya 80 tahun. Katanya, makin lama saya belajar hadis, semakin lama saya mengajar hadis, semakin banyak saya jumpa dalil-dalil Imam 4 Mazhab yang bertepatan dengan Al-Quran dan Sunnah. Makin lama belajar dan mengajar semakin jelas nampak kebenaran Imam 4 Mazhab.”

“Sebaliknya, setengah kita sekarang ini belajar hadis hanya beberapa tahun saja – Setahun jagung sahaja dalam bidang ilmu hadis – Setengahnya bahasa arab pun lintang pukang lagi tetapi sudah pandai mencari kesalahan Imam 4 mazhab ini….

Begitulah, dewasa ini ramai mereka yang gemar memaudhu’kan hadith-hadith Hasan dan hadith-hadith dhaif yang sudah naik ke darjat Hasan lighairih yang layak beramal dengannya dan boleh berhujah dalam hukum-hakam.

Kesemua ini berlaku berpunca daripada kesempitan ilmu hadith dan mereka mengambil penentuan kedudukan hadith sebagai maudhu’ hanya daripada individu muhaddith tertentu sahaja yang terlalu keras dalam menentukan hadith sebagai maudhu’ dan tidak mengambil kira penentuan darjat hadith oleh muhaddithin yagn mempunyai sikap yang sederhana dalam cara menentukan hadith maudhu’.

Ekoran daripada itu;

1. Banyak hadith yang layak beramal dan berhujah dengannya disingkir dan seterusnya amalan-amalan yang disahkan dapat beramal dengannya berdasarkan kebanyakan hadith-hadith hasan dan hadith-hadith Hasan lighairih dianggap bid’ah dhalalah lagi sesat dan dihukum masuk neraka.

2. Menyebar luas fitnah-fitnah dan menyalahkan para fuqaha mujtahid ini yang mengeluarkan hukum-hakam daripada hadith-hadith yang mana mereka sahaja yang menganggapnya sebagai hadith maudhu’…

Tidak mendalami ilmu hadith berlagak seolah olah sebagai mujtahid. Mereka sendiri pun tidak mampu menentukan kedudukan sesebuah hadith sebagai sahih, hasan, dhaif dan maudhu’ tapi terpaksa bergantung kepada Albani, Ibn Taimiyah dan Ibn Al-Jauzi.

Mereka enggan mengikuti ijtihad mana-mana imam dengan melaungkan slogan ingin mengikut Al-Quran dan As-Sunnah.

Siapakah mujtahid yang sebenar ?..Imam empat mazhabkah atau anda?..

Inilah kelompok spesis Wahabi, Pseudo-Salafi, Aalla Mazhabiyah dan anti-mazhab.. Menggunakan sangkaan dan fikiran mereka sendiri yang bukan saja menyesatkan diri sendiri, bahkan memecah belahkan dan mengelirukan seluruh masyarakat/ummah..

Allahul Musta’an..

IBNU ALI EL AZHARI..

26/10/2019 Posted by | Bersama Tokoh, Bicara Ulama, Hadis, Q & A (Soal Jawab) | , , | Leave a comment

SIKAP IMAM SYAFI’I MENGHADAPI ORANG BODOH

Meniru sikap Imam Syafi’i dalam menghadapi orang-orang bodoh.

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat dalam permas’alahan agama.

Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata : “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama pembela sunnah, sehingga tentu saja pada waktu itu banyak orang sesat yang memusuhinya, karena cela’an Imam Syafi’i terhadap kesesatan mereka.

Berikut perkata’an Imam Syafi’i terhadap mereka.

Imam Syafi’i berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ

Orang jahil berbicara kepadaku dengan segenap kejelekan

فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْبًا

Akupun enggan untuk menjawabnya

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حُلْمًا

Dia semakin bertambah kejahilan dan aku semakin bertambah kesabaran

كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْبًا

Seperti gaharu dibakar, akan semakin menebar kewangian.

(Diwân Imam Asy-Syâfi’iy).

– Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

– Imam Syafi’i juga berkata : ”Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing”.

• Imam Syafi’i tidak mau berdebat dengan orang bodoh

Walaupun Imam Syafi’i dikenal sebagai ahli debat, tapi Imam Syafi’i tidak mau apabila harus berdebat dengan orang-orang bodoh.

Imam Syafi’i berkata :

ﺍﺫَﺍ ﻧﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi

ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ

Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati

ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??

Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??

(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

• Sulitnya berdebat dengan orang bodoh menurut Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i berkata :

“Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.

• Imam Syafi’i berdebat bukan untuk mencari kemenangan.

Imam Syafi’i berkata :

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”. (Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar).

با رك الله فيكم

By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

Sumber: https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

 

26/10/2019 Posted by | Bersama Tokoh, Bicara Ulama, Politik dan Dakwah | | Leave a comment

   

%d bloggers like this: