Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Pelampau Politik dan Penipuan Janji

1. Ketika ini terlalu banyak berita mungkir janji di media sosial. Isu penghapusan Tol, Lynas, janji PTPTN dan bermacam lagi menggambarkan sikap ekstrim ahli politik yang menggunakan segala isu bagi memukau rakyat untuk meraih sokongan.

2. Mereka ini adalah ektrimis politik, pelampau dalam berpolitik, menggunakan segala isu bagi mempersona dan meraih undi rakyat ini. Demi menjatuhkan musuh politik, akhirnya rakyat yang menjadi mangsa. Ya! rakyat yang menjadi mangsa. Rakyat masih menanggung kesusahan yang sama.

3. Benarlah firman Allah, memungkiri janji ini adalah sifat orang fasiq. al-Quran menyifatkan mereka yang tidak menunaikan janji ini tergolong dalam golongan orang-orang fasiq, yang seakan melakukan dosa besar. Firman Allah:

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ

“Dan Kami tidak mendapati bagi kebanyakan mereka sebarang janji (yang ditepati), dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka melainkan orang-orang yang fasiq.”

4. Rasulullah ﷺ pula dalam sebuah hadith yang masyhur juga mengingatkan kita bahawa mereka yang tidak menepati janji adalah orang yang memiliki sifat munafiq.

5. Janji mestilah ditepati sekalipun dengan anak kecil. Abu Daud meriwayatkan kisah Abdullah ibn Amru yang sedang duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba ibunya memanggilnya dengan menjanjikan sesuatu pada anak kecil ini. Abdullah ibn Amru lantas pergi kepada ibunya setelah mendengar janji itu.

Melihatkan keadaan itu Rasulullah ﷺ memanggil ibu Abdullah dan bertanya kepadanya: Apakah yang engkau berikan pada anak kecil itu? Ibu Abdullah menjawab: Aku berikan kurma. Rasulullah ﷺ lalu bersabda: Sekiranya engkau tidak memberikan apa-apa buat anak kecil itu maka engkau telah dicatatkan dengan (dosa) penipuan.

6. Lihatlah betapa Rasulullah ﷺ sangat memelihara perihal menepati janji ini. Mengingkari janji telah digambarkan dengan pelbagai sifat keji di dalam al-Quran dan hadith. Mereka seakan mirip dengan sifat Iblis (janji Iblis sebelum perang Badr), fasiq dan munafiq dalam agama.

Berhati-hatilah sebelum memberikan janji. Jauhi mereka yang menjual janji dan harapan palsu.

Moga Allah merahmati kita semua.

Ustaz Dr. Ahmad Sanusi Azmi
https://telegram.me/drahmadsanusiazmi

06/06/2019 - Posted by | Politik dan Dakwah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: