Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

APAKAH DI MASA PARA TABI’IN SUDAH ADA MAZHAB-MAZHAB FIQH?

Untuk memahamkan pada keldai beragama kelompok Wahabi yang yang jahil, kerana rujukan ilmu, ulamanya dalam manhajnya yang mega ANTI MAZHAB dan TAKLID pada ulama mujtahid mutlak.
.
Mazhab fiqh yang empat itu pada era tabi’in-tabi’in atau satu generasi setelah generasi tabi’in.
.
Walau bagaimana pun demikian bukan berarti generasi tabi’in dan tabi’in-tabi’in keduanya terpisah waktu, melainkan berhimpitan dan saling masuk satu dengan yang lain. Sebut saja contohnya Al-Imam Abu Hanifah yang lahir di tahun 80 H dan wafat di tahun 150 H. Kalau dilihat dari tahun lahir, sebenarnya beliau lahir di masa masih tabi’in, bahkan di masa itu masih ada sebagian sahabat nabi yang masih hidup.
.
Disebutkan bahwa generasi sahabat yang terakhir adalah Abu Ath-Thufail Amir bin Watsilah Al-Laitsi r.a. Beliau yang juga dikenal dengan sebutan Al-Kanani, diperkirakan wafat pada tahun 102 H. Versi lainnya menyebutkan bahwa beliau wafat tahun 110 H. Beliau dimakamkan di Mekkah. Wafatnya sahabat yang terakhir ini menandai pindahnya era sahabat ke era tabi’in.
.
Salah satu imam mazhab yang empat, yaitu Al-Imam Asy-Syafi’i rhm baru lahir di tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafat Imam Abu Hanifah rhm. Dan beliau wafat di tahun 204 H.
.
Jadi ada ulama mazhab empat yang sudah lahir sejak awal sekali masih di era TABI’IN, tetapi MASA imam mazhab yang EMPAT masa era berlalunya sehingga wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal rhm di tahun 241 H.
.
MASA TABI’IN
.
Tabi’in adalah mereka yang pernah BERTEMU LANGSUNG dengan para sahabat Nabi di masa hidupnya, dalam keadaan muslim dan wafat dalam keadaan muslim juga. Masa tabi’in dikenal sebagai masa dimana para sahabat umumnya SUDAH WAFAT dan yang menjadi rujukan dalam masalah hukum agama adalah para TABI’IN .
.
Para tabi’in adalah murid-murid para sahabat yang meneruskan ilmu para sahabat sekaligus mewarisi keulamaan mereka. Dan sebagaimana para guru mereka, para tabi’in ini bukan hanya berkedudukan sebagai periwayat nash-nash syariah, tetapi lebih dari itu, mereka adalah PARA MUJTAHID yang melakukan istimbath hukum, di luar apa yang mereka riwayatkan dari para sahabat.
.
JUMLAH mereka tentu LEBIH BANYAK dari jumlah mujtahid di kalangan sahabat. Karena tiap sahabat tentu punya banyak murid yang benar-benar berhasil di tarbiyahkan menjadi mujtahid besar di masanya.
.
Karena para sahabat yang menjadi guru dan rujukan mereka hidup bertaburan di sana sini di pelbagai pusat peradaban Islam semenjak wafat Rasulullah s.a.w. maka adanya para mujtahid dari kalangan tabi’in ini juga bertaburan sesuai dengan tempat tinggal para sahabat itu.
.
MAZHAB FIQH DI ERA TABI’IN
.
Tentu saja di era tabi’in belum ada pembahagian mazhab yang empat. Tetapi bukan berarti di masa itu belum ada ILMU FIQH. Oleh itu para ulama mazhab yang empat itu adalah MURID-MURID TERBAIK dari generasi tabi’in_di sinilah kekeliruan si Wahabi dan keldai beragamanya tidak mahu menerima Imam Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) itu ana ulang tulis supaya mudah faham imam-imam mazhab itu adalah MURID-MURID TERBAIK dari generasi tabi’in.
.
Walau apapun keterangan pada si Wahabi konsistan bodohnya mengatakan pada MURID-MURID TERBAIK dari generasi tabi’in ini bukannya Maksom katanya. Cuma yang terbaik pada mereka pula ialah ulama idolanya Ibnu Taimiyah (w.728), jarak Ibnu Taimiyah dengan adalah MURID-MURID TERBAIK dari generasi tabi’in satu contoh Imam Syafi’i rhm adalah 524 tahun. Ini bermakna ulama idola Wahabi ini bukan generasi SALAF dan juga tidak mencapai standard mujtahid mutlak, dahlah begitu warisan yang ditinggalkan oleh imam-imam mazhab iaitu MURID-MURID TERBAIK dari generasi tabi’in ini asetnya MAZHAB MEREKA dianggap BID’AH oleh ulama Wahabi Salafi di sinilah kelirunya keldai beragama.
.
Di masa tabi’in terkenal adanya kota-kota yang menjadi pusat ilmu syariah, seperti Madinah, Mekkah, Kufah, Bashrah, Syam, Mesir dan Yaman. Kota-kota itu menjadi pusat pengajaran ilmu agama, karena beberapa faktor, terutama karena para sahabat yang berlevel mujtahidi itu tinggal disana dan membangun pusat pendidikan ulama mujtahid.
.
1_MADINAH
.
Meski kebanyakan sahabat pergi meninggalkan Madinah sepeninggal Rasulullah s.a.w. dan era khilafah rasyidah, namun tentu saja masih ada para sahabat berlevel mujtahid yang menjadi ulama dan membangun pusat pengkaderan para mujtahid.
.
Setidaknya masih ada ulama mujtahid selevel Abdullah bin Umar bin Al-Khattab dan Zaid bin Tsabit r.a.
.
Maka lahirnya tujuh ulama ahli fiqh dari kota Madinah, di antaranya,
1.Said bin Al-Musayyib 2.Urwah bin Az-Zubair 3.Qasim bin Muhammad 4.Kharijah bin Zaid 5.Abu Bakr bin Abdullah bin Utbah bin Masud 6.Sulaiman bin Yasar 7.Ubaid bin Abdillah, Nafi’ Maula Abdullah bin Umar.
.
2_MEKAH
.
Kota Mekkah sebagai tempat awal mula turunnya wahyu dan di dalamnya terdapat Baitullah, juga menjadi pusat pengkaderan para ulama mujtahid. Di kalangan sahabat berlevel mujtahid ada yang menjadi guru di Mekkah, antara lain Ibnu Al-Abbas dan Abdullah bin Az-Zubair r.a.
.
Di antara murid-murid sejati Abdullah bin Al-Abbas adalaha Mujahid, Atha’ bin Abi Rabah, Thawus bin Kisan dan lainnya.
.
Namun karena di masa itu para ulama juga punya kebiasaan berpindah-pindah kota, maka tidak hairan kalau ada sebahagian dari mereka yang dianggap sebagai ulama yang mewakili kota tertentu pada suatu waktu, tetapi para waktu yang lain, mereka mewakili kota lainnya.
.
Contohnya Thawus, beliau kadang disebut sebagai ulama Yaman, karena juga pernah tinggal di Yaman.
.
3_KUFAH
.
Jumlah sahabat yang pindah ke Kufah tidak sedikit, bahkan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pun pernah memindahkan pusat pemerintahannya ke Kufah. Selain itu juga ada Abdullah bin Mas’ud, yang sejak zaman khalifah Umar telah diutus secara rasmi untuk menjadi guru para ulama.
.
Lahir dari tangan Abdullah bin Mas’ud para ulama mujtahid dari kalangan tabi’in, antara lain, 1. ’Alqamah 2. Al-Aswan 3. Masruq
4. Syuraih 5. Asy-Sya’biy 6. An-Nakha’i dan
7. Said bin Jubair.
.
An-Nakha’i adalah tokoh tabi’in yang menjadi salah satu guru dari Al-Imam Abu Hanifah nantinya.
.
4_BASHRAH.
.
Anas bin Malik dan Abu Musa Al-Asy’ari adalah dua orang sahabat yang mengajarkan ilmu syariah di kota Bashrah. Dan di antara murid terbaik kota Bashrah dari kalangan tabi’in antara lain Al-Hasan Al-Basri dan Muhammad Ibnu Sirin.
.
5_SYAM

Ketika diutus menjadi gabenor di Syam, Yazid Abi Sufyan sempat berkirim surat kepada Khalifah Umar di Madinah. Isinya bahawa penduduk Syam memerlukan pada ulama dan mujtahid yang fatwanya ditunggu-tunggu serta untuk menjadi guru agar lahir para mujtahid generasi berikutnya.
.
Surat itu dijawab oleh Umar dengan mengirimkan shahabat berlevel mujtahid, iaitu 1. Muadz bin Jabal 2. Ubadah bin Ash-Shamit 3. Abu Ad-Darda’ r.a.
.
Muadz bin Jabal kemudian menghabiskan sisa hidupnya di Syam dan Palestin menjadi guru besar. Ubadah bin Ash-Shamit mengajar di wilayah Himsh, dan Abu Ad-Darda’ mengajar di Damaskus.
.
Maka lahir dari tangan-tangan mereka murid-murid yang handal dan menjadi mujtahid terbesar di zamannya, seperti 1. Abu Idris Al-Khaulani 2. Makhul Ad-Dimasyqi 3. Umar bin Abdul Aziz 4. Raja’ bin Haywah 5. juga Imam besar penduduk Syam, Abdurrahman Al-Auza’i.
.
6_MESIR.
.
Di Mesir kita menemukan ada Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a. Abdullah adalah seorang sahabi yang termasuk yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah s.a.w. Namun di samping itu, beliau yang merupakan putera dari Amr bin Al-Ash, sang gabenor wilayah Mesir, juga seorang mujtahid yang banyak melakukan istimbath hukum.
.
Banyak kalangan tabi’in yang menimba ilmu agama dari Abdullah, salah satunya adalah Yazid bin Hubaib. Yazid adalah orang yang nantinya menjadi guru bagi Al-Laits bin Saad, ulama besar Mesir di masanya.
.
7_YAMAN
.
Di antara fuqaha ahli ijtihad yang tinggal di Yaman dari kalangan tabi’in adalah Mathraf bin Mazin. Beliau di kota Shan’a berkedudukan sebagai hakim (qadhi). Selain itu juga ada Hisyam bin Yusuf.
.
Demikian sekelumit kisah tentang generasi awal para ulama fiqih di masa tabi’in.

Semoga bermanfaat, lebih-lebih lagi pada tokoh-tokoh Wahabi tempatan yang kurang faham selok belok ini menjadikan mereka jahil siapa sebenar mengikut salaf ?

Wassalam.

Sumber.

31/03/2019 - Posted by | Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab), wahabi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: