Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Inilah Dalil-Dalil Haram Umat Islam Memilih Pemimpin Kafir yg tidak mesra Islam .

Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang Allah SWT dan Rasulullah SAW serta Ijma’ Ulama.

Memilih orang kafir sebagai pemimpin umat Islam berarti memberi peluang kepada orang kafir untuk “mengerjakan” umat Islam dengan kekuasaan dan kewenangannya.

Berikut ini adalah Dalil2 dari Quran larangan memilih pemimpin kafir untuk memimpin umat Islam :

1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

QS. 4. An-Nisaa’ : 144.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :

QS. 9. At-Taubah : 23.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia

QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

QS. 9. At-Taubah : 16.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam

QS. 28. Al-Qashash : 86.

“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

5. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim

QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim

QS. 4. An-Nisaa’ : 141.

“…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.

“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia

QS. 58. Al-Mujaadilah : 14-15.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir

QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sumber

27/01/2019 Posted by | Bicara Ulama, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

Tanda anda hamba dunia

18/01/2019 Posted by | Tazkirah | Leave a comment

MAKSUD “KEMBALI KEPADA AL-QURAN DAN AL-SUNNAH”

Hari ni saya ada terbaca akhbar yg menyatakan tajuk lebih kurang maksudnya begini, “jika anda menghadapi masalah, kembalilah kepada al-Quran dan al-Sunnah”.

Apabila kita membaca kenyataan ini sepintas lalu, kata-kata itu amat indah sekali. Cuma maksud sebenar bagi kata-kata itu perlu diperhalusi lagi.

Jika yg dimaksudkan dgn kembali kpd al-Quran dan Sunnah itu ialah membaca sendiri kitab al-Quran dan al-Sunnah tanpa bimbingan daripada para alim ulama, maka pemahaman seperti itu tidak kena pada tempatnya. Hal ini kerana tidak semua tempat di dalam al-Quran dan Sunnah dapat difahami oleh semua org. Pada ayat atau hadith yg misalnya berkaitan dgn ayat mutasyabihaat, hukum-hakam, nasikh mansukh, tafsiran makna tersirat dsb tidak semua boleh memahami dgn baik akan hal ini.

Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah mestilah difahami dgn erti kata kembali kepada pemahaman yg sebenar sebagaimana yg diajar oleh para alim ulama, bukannya kembali kpd “pemahaman sendiri atau tafsiran masing-masing terhadap al-Quran dan al-Sunnah, lalu mendakwa itulah maksud kembali kpd al-Quran dan al-Sunnah sebenar, sedangkan dlm masa yg sama menentang ulama dan tidak mempelajari ilmu kpd ulama”. Oleh yg demikian, kita sebagai org awam, amat tidak memadai hanya sekadar melihat terjemahan al-Quran dan al-Sunnah, lalu terus mengamalkannya tanpa mempelajari kepada para alim ulama yg membicarakan mengenainya.

Di dalam al-Quran dan al-Sunnah terdapat ayat yg berbentuk mujmal, muhkam, mutasyabih, nasikh, mansukh, am, khas, muqayyad, dan banyak lagi yg mana sudah tentu utk memahaminya dgn baik perlu kepada bimbingan para alim ulama. Jika kita tidak merujuk kpd bimbingan ulama, maka ayat yg sebenarnya tidak berlaku pertentangan antara satu sama lain, dikatakan berlaku bertentangan oleh kita disebabkan pemahaman dan ilmu kita yg dangkal. Misalnya ayat al-Quran yg menyatakan boleh qasar solat ketika dalam situasi peperangan, hanya menyebut dlm situasi peperangan sahaja, tidak menyebut mengenai keadaan musafir yg bukan dlm situasi peperangan seperti yg terdapat dlm hadith dan dijelaskan menerusi kalam ulama yg membicarakan mengenainya. Jika kita tidak berpandukan kpd pengajaran dan bimbingan daripada alim ulama utk memahami ayat al-Quran dan hadith, sudah tentu kita tidak dapat beramal dgn wahyu Allah SWT dgn erti kata yg sebenarnya.

Justeru, kembalilah kepada bimbingan para alim ulama utk memahami al-Quran dan al-Sunnah dgn baik, barulah benar slogan yg mengatakan “Kembali Kepada al-Quran dan al-Sunnah”. Jika kita tidak kembali kpd bimbingan para alim ulama utk memahami al-Quran dan al-Sunnah, maka sebenarnya tanpa sedar kita semakin terpesong dan jauh daripada al-Quran dan Sunnah. Makin parah pula apabila kita mendakwa yg kita lebih memahami daripada ulama, lalu menentang ulama dgn sekeras-kerasnya. Semoga kita sentiasa menjadi insan yg sentiasa dibimbing oleh para ulama pewaris para Nabi.

Wallahua’lam

#Ustaz Mohd Murshidi Mohd Noor

17/01/2019 Posted by | Bicara Ulama, Q & A (Soal Jawab), wahabi | Leave a comment

HIMPUNAN FATWA KE ATAS FAHAMAN WAHABI

1- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-12 PADA TAHUN 1985,
2- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-14 PADA TAHUN 1985,
3- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-16 PADA TAHUN 1986,
4- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-40 PADA TAHUN 1996,
5- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-42 PADA TAHUN 1997,
6- MUZAKARAH JAWATANKUASA FATWA KEBANGSAAN KALI KE-44 PADA TAHUN 1998,
KEPUTUSAN ADALAH MENOLAK PENYEBARAN
FAHAMAN WAHABI KERANA MENGANGGU GUGAT PERPADUAN UMAT ISLAM

SUMBER: JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA (JAKIM) &
JAWATANKUASA PENYELARASAN PENYELIDIKAN ISLAM KEBANGSAAN (JAPPIS).

*Ciri-ciri fahaman Wahhabi:*
– Sering merujuk pendapat Ibnu Taimiyyah, al-Albani, Ibnu Qayyim, Abdul Aziz bin Baz dan Ibnu Ustaimin.
– Mengatakan Allah ada di langit bersemayam di atas Arasy.
– Membahagi tauhid kepada tiga:
Tauhid Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma’ wa sifat.
– Menolak amalan menyebut lafaz niat solat (USOLLI).
– Menolak amalan menyebut SAYYIDINA ketika berselawat.
– Menolak amalan mengusap muka setelah selesai solat.
– Menolak zikir, wirid dan doa beramai-ramai selepas solat di masjid.
– Menolak amalan bacaan yasin beramai-ramai pada malam Jumaat di masjid.
– Menolak amalan solat terawih 20 raka’at di masjid.
– Menolak amalan bacaan yasin 3 kali pada malam nisfu Sya’ban.
– Menolak amalan membaca doa akhir dan awal tahun.
– Menolak bacaan talqin ketika pengembumian mayat.
– Menolak tahlil dan kenduri arwah.
– Menolak bacaan berzanji dan marhaban.
– Menolak amalan selawat syifak, selawat fatih, selawat nariah, selawat tafrijiah.
– Menolak sambutan maulidur rasul.
– Menolak amalan ziarah makam nabi.
– Menolak bacaan tarhim dan bacaan Al-Quran sebelum azan Subuh menggunakan pembesar suara.
– Mengatakan tiada solat qabliah Jumaat.
– Menolak amalan membaca text ketika khutbah.
– Menolak tasawuf dan tarikat.
– Menolak MAZHAB.
– Mengatakan bid’ah tiada yang hasanah, semua bid’ah adalah sesat.
– Menolak beramal dengan hadis daif.
– Menolak amalan tawassul dengan orang yang sudah meninggal dunia.
– Menolak amalan tabarruk selain dari Nabi saw.
– Menolak amalan isthtighathah.
– Mengatakan talak tiga sekaligus cuma jatuh talak satu.
– Menolak manhaj Asyairah dan Maturidiyah.
– Menolak Sifat Dua Puluh.

*AQIDAH*
1. Membagikan Tauhid menjadi 3 bagian iaitu:
*(a). Tauhid Rububiyyah:*
Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
*(b). Tauhid Uluhiyyah:*
Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama‟ Islam khasnya ulama‟ empat Imam madzhab.
*(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat:*
Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat Islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada ALLaH Subhanahu wa Ta’ala seperti:
+ Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila.
+ Merterjemahkan yad sebagai tangan.
+ Menterjemahkan wajh sebagai muka.
+ Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya).
+ Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk.
+ Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat.
+ Menterjemah saq sebagai betis.
+ Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll.
+ Menyatakan bahawa ALLaH SWT mempunyai “surah” atau rupa.
+ Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat.
2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar.
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti majoriti umat Islam.
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkan falsafah Yunani dan Greek.
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah.Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.
11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
dalih menghindari syirik.
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.
15. Menolak tawassul,tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.
16. Mengganggap tawassul,tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.
17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

*SIKAP*
1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan
mereka.
2. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).
3. Sering mengambil hukum secara langsung dari Al-Quran dan Hadits (walaupun tidak layak).
4. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.
5. Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.
6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal).

*HADITS*
1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.
2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.
3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak
mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.
[Bahkan majoriti muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].
4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]
5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh kerana itu, perbezaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

*AL-QURAN*
1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebahagian Wahabi indonesia yang jahil)

*FIQH*
1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”
2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram
3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’
4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah.
5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah.
6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah.
7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab.
8. Salah faham makna bid‟ah yang menyebabkan mereka mudah membid‟ahkan orang lain.
9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]
10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”.
11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman.

*NAJIS*
1. Sebahagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughallazhah.
2. Menyatakan bahawa bulu babi itu tidak najis kerana tidak ada darah yang mengalir.

*WUDHUK*
1. Tidak menerima konsep air musta’mal.
2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhuk.
3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.

*ADZAN*
1. Adzan Jumaat sekali; adzan kedua ditolak.

*SOLAT*
1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam‟, dengan alasan kononnya solat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat solat Nabi yang benar.
2. Menganggap melafazkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
4. Tidak membaca “Basmalah‟ secara jahar.
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
7. Menganggap perbezaan antara lelaki dan perempuan dalam salyat sebagai perkara bid‟ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
8. Menganggap Qunut Subuh sebagai bid’ah.
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
10. Menganggap mengusap muka selepas solat sebagai bid’ah.
11. Solat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan solat tarawih itu
sebenarnya adalah solat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya.
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat solat tarawih dianggap bid’ah.
13. Tidak ada qadha’ bagi solat yang sengaja ditinggalkan.
14. Menganggap amalan bersalaman selepas solat adalah bid’ah.
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam solat sebagai bid’ah.
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
19. Menolak solat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at.
20. Menjama’ solat sepanjang semester pengajian,kerana mereka berada di landasan Fisabilillah.

*DOA,DZIKIR DAN BACAAN AL-QURAN*
1. Menggangap doa berjamaah selepas solat sebagai bid’ah.
2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.
3. Mengatakan bahawa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan Al-Qur’an adalah Bid’ah.
4. Menyatakan bahwa doa, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa‟, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.
5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jumaat sebagai bid’ah yang haram.
6. Mengatakan bahawa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.
7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.
8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.
9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa‟, azimat, dll.
10. Menolak dzikir isim mufrad:
Allah Allah.
11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.
12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.
13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.
14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.
15. Mempermasalahkan kedudukan solat sunat tasbih.

*PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR*
1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,para anbiya’,awliya’,ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan solat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.
2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.
3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.
4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.
5. Tidak membaca do’a selepas solat jenazah.
6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari Masjid Nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik.
7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram
8. Doa dan bacaan Al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.

*MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]*
1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1)

*MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI*
1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Maulid Nabi dengan perayaan Kristian bagi Nabi Isa as.
2. Menolak amalan marhaban para habaib.
3. Menolak amalan barzanji.
4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah.
5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.

*HAJI DAN UMRAH*
1. Mencuba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh Almarhum Sheikh Mutawalli Sha’rawi saat beliau menemuhi Raja Faisal ketika itu.
2. Menghilangkan tanda telaga zam-zam.
3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama Islam dari seluruh dunia.

*PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN*
1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz‟ mereka (di Indonesia)
2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:
*a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani*
*b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah*
*c. Muhammad bin Abdul Wahhab*
*d. Sheihk Abdul Aziz bin Baz*
*e. Nasiruddin al-Albani*
*f. Sheikh Sholeh al-Utsaimin*
*g. Sheikh Sholeh al-Fawzan*
*h. Adz-Dzahabi* dll.
3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada Al-Quran dan Hadits (tanpa menyebut para ulama, sedangkan Al-Quran dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama dan para ulama juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan Al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini)
4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin”

*PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM*
1. Bersekutu dengan Inggeris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah.
2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama yang tidak sehaluan dengan mereka.
3. Banyak ulama dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah.
4. Memusnahkan sebahagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyidina Abu Bakar dll, dengan hujah tempat tersebut akan membawa kepada syirik.
5. Di Indonesia, sebahagian mereka dahulu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [kerana hukum fiqh mereka yang mudah,ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu].

*TASAWWUF DAN THARIQAT*
1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar.
2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Buddha dan Nasrani.
3. Tidak dapat membezakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat.

*Inilah kejahatan dan kesesatan aliran Salafi Wahabi yakni ajaran yang dibawakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najdi:*
1. Allah bersemayam di atas ‘arsy seperti akidahnya kaum Yahudi.
2. Golongan yang beriman kepada setengah ayat Al-Quran dan Kafir dengan setengah ayat Al-Quran yang lain.
3. Golongan yang menolak Takwil pada setengah ayat, dan membolehkan Takwil pada setengah ayat yang lain berdasarkan mengikuti hawa nafsu mereka.
4. Golongan yang menafikan Kenabian Nabi Adam A.S.
5. Golongan yang menyatakan bahawa Alam ini Qidam/Maha Dahulu (Rujuk pandangan ibn Taimiyyah).
6. Golongan yang mengkafirkan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari dan para pengikutnya.
7. Golongan yang mengkafirkan Sultan Sholahuddin Al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al-Fateh.
8. Golongan yang mengkafirkan Imam An-Nawazwi dan Seluruh Ulama Islam yang menjadi para pengikutnya (Asy’ariyah dan Maturidiyah).
9. Golongan yang mendhoifkan hadits-hadits shohih dan menshohihkan hadis-hadis dhoif (lihat penulisan Albani).
10. Golongan yang tidak mempelajari ilmu dari Guru atau Syeikh.
Hanya copy paste dan membaca dari buku-buku dan sebagainya.
11. Golongan yang mengharamkan bermusafir ke Madinah dengan niat ziarah Nabi Muhammad SAW.
12. Golongan yang membunuh Ummat Islam beramai-ramai di Mekah,Madinah, dan beberapa kawasan di tanah Hijaz (lihat tarikh an-Najdi).
13. Golongan yang meminta bantuan askar dan senjata pihak Britain (yang bertapak di tempat Kuwait pada ketika ini) ketika kalah dalam perang ketika mereka ingin menjajah Mekkah dan Madinah.
14. Golongan yang menghancurkan Turath (sejarah peninggalan) umat Islam di Mekkah dan Madinah. *(lihat kawasan pekuburan Jannatul Baqi, Bukit Uhud dan sebagainya).*
15. Golongan yang membenci kaum Ahlul bait.
16. Golongan yang bertentangan dengan Ijma para Shohabat,Tabiin,Salaf,Khalaf dan seluruh Ulama ASWAJA.
17. Golongan yang mendakwa akal tidak boleh digunakan dalam dalil syara’, dengan menolak fungsi akal (ayat-ayat Al-Quran menyarankan menggunakan akal).
18. Golongan yang mengejar syuhrah (pangkat,nama,promosi, kemasyhuran) dengan menggunakan pemahaman mereka yang salah terhadap Al-Quran dan As-Sunnah.
19. Golongan yang mendhoifkan hadis solat tarawih 20 rakaat.(Albani)
20. Golongan yang mengharamkan menggunakan Tasbih.(Albani)
21. Golongan yang mengharamkan berpuasa pada hari Sabtu walaupun hari Arafah jatuh pada hari tersebut. (Albani)
22. Golongan yang melecehkan Imam Abu Hanifah R.A. (Albani)
23. Golongan yang mendakwa Allah memenuhi alam ini dan menghina Allah dengan meletakkan anggota pada Allah SWT.
24. Golongan yang mendakwa Nabi Muhammad SAW tidak hayyan (hidup) di kuburan beliau. (Albani)
25. Golongan yang melarang membaca Sayyidina dan menganggap perbuatan itu bid’ah dholalah/sesat.
26. Golongan yang mengingkari membaca Al-Quran dan membaca talqin pada orang yang meninggal.
27. Golongan yang melarang membaca shalawat selepas adzan. (Albani)
28. Golongan yang mengatakan Syurga dan Neraka ini fana (tidak akan kekal). (ibn Taimiyyah)
29. Golongan yang mengatakan lafadz talaq tiga tidak jatuh, jika aku talaq kamu dengan talaq tiga. (ibn Taimiyyah).
30. Golongan yang mengisbatkan (menyatakan/menetapkan) tempat bagi Allah. (Ibn Taimiyyah)
31. Golongan yang menggunakan wang ringgit untuk menggerakkan ajaran sesat mereka,membuat tadlis (penipuan dan pengubahan) di dalam kitab-kitab ulama yang tidak sependapat dengan mereka.
32. Golongan yang mengkafirkan orang Islam yang menetap di Palestine sekarang ini. (Albani)
33. Golongan yang membid’ahkan seluruh umat Islam.
34. Golongan yang menghukumi syirik terhadap amalan umat Islam yang tidak sepaham dengan mereka.
35. Golongan yang membawa ajaran tauhid dan tidak pernah belajar ilmu tauhid. (Ibn Taimiyyah)
36. Golongan yang mengatakan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab juga mempunyai tauhid,tidak pernah Nabi Muhammad SAW mengajar begini atau pun para Shohabah R.A. (Muhammad Abdul Wahab)
37. Golongan yang membolehkan memakai lambang salib hanya semata-mata untuk mujamalah/urusan rasmi kerajaan, dan hukumnya tidak kufur. (Bin Baz)
38. Golongan yang membiayai kewangan Askar Kaum Kuffar untuk membunuh Umat Islam dan melindungi negara mereka.(kerajaan Wahhabi Saudi)
39. Golongan yang memberi Syarikat-syarikat Yahudi memasuki Tanah Haram.(Kerajaan Wahhabi Saudi)
40. Golongan yang memecah-belah Umat Islam dan institusi kekeluargaan.
41. Golongan yang mengharamkan Maulid dan bacaan-bacaan barzanji,marhaban.
42. Golongan yang menghalalkan bom bunuh diri atas nama jihad walaupun orang awam Kafir yang tidak bersenjata mati. (selain di Palastine)
43. Golongan yang menghalalkan darah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Asy’ariyah dan Maturidiyah. *Lihat di Lubnan, Chechnya, Algeria, dan beberapa negara yang lain.*
44. Golongan yang menimbulkan fitnah terhadap Umat Islam dan menjelek-jelekkan nama baik Islam.
45. Golongan yang membuat kekacauan di Fathani,Thailand.
46. Golongan yang sesat menyesatkan rakyat Malaysia.
47. Golongan yang meninggalkan ajaran dan ilmu-ilmu Ulama ASWAJA yang muktabar.
48. Golongan yang meninggalkan methodologi ilmu ASWAJA.
49. Golongan yang minoriti dalam dunia,malah baru berumur setahun jagung.
50. Golongan yang menuduh orang lain dengan tujuan melarikan diri atau menyembunyikan kesesatan mereka.
51. Golongan yang jahil,tidak habis mempelajari ilmu-ilmu agama.Tetapi ingin membuat fatwa sesuka hati.
52. Golongan yang melarang bertaqlid, tetapi mereka lebih bertaqlid kepada mazhab sesat mereka.
53. Golongan yang secara dzahirnya berjubah,berkopiah,singkat jubah,janggut panjang,tetapi berlewat,tidak menghormati ulama,mengutuk para Alim Ulama dan tidak amanah dengan ilmu dan agama Islam.
54. Golongan yang tidak hujah dalam ajaran mereka.
55. Golongan yang membawa ajaran sesat Ibn Taimiyyah/Muhamad Ibn Abd Wahab, kedua-dua individu ini telah dicemuh,ditentang,dijawab dan dikafirkan oleh Jumhur Ulama ASWAJA atas dasar akidah mereka yang
sesat.

06/01/2019 Posted by | wahabi | Leave a comment

Yang aku takut ada pada diri Ku

05/01/2019 Posted by | Politik dan Dakwah | Leave a comment

Berhati-hatilah dengan Golongan Yang Mengikut (Makna Zahir) Nas-nas Mutashabihat.

Pesanan Rasulullah ﷺ : Berhati-hatilah dengan Golongan Yang Mengikut (Makna Zahir) Nas-nas Mutashabihat

🔹Kebenaran yang diberitahu oleh Rasulullah SAW amat jelas.

🔹Akan muncul golongan yang gemar mengikut nas-nas mutashabihat dari al-Quran dan al-Sunnah.

🔹Orang yang gemar menjadikan nas-nas Mutashabihat dari al-Qur’an seperti: (الرحمن على العرش استوى) dan al-Sunnah seperti: (ينزل ربنا) sebagai asas aqidah mereka adalah GOLONGAN YANG MEMPUNYAI PENYAKIT ZAYGH (AL-QUR’AN) DAN PERLU DIWASPADAI (AL-SUNNAH).

🔹Nas-nas muhkamat adalah asas bagi memahami al-Qu’ran dan al-Sunnah serta prinsip-prinsip aqidah.

Wallahu a’lam wa ‘ilmuhu atamm.

Ustaz Abdullaah Jalil USIM

04/01/2019 Posted by | Bicara Ulama, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

Belajar Ilmu Agama utk di Amal.

01/01/2019 Posted by | Politik dan Dakwah | Leave a comment

   

%d bloggers like this: