Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

MENGAPA ZIARAH KUBUR?

OLEH : ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ
Ada seorang anti ziarah yang bertanya kepada Al-Habib Umar bin Hafidz, menanyakan, “Kenapa ziarah ke makam Awliya (Para Wali Allah)? sedangkan mereka tiada memberi kuasa apa-apa dan tempat meminta hanya pada Allah…!!!”
Al-Habib Umar bin Hafidz lantas menjawab:
“Benar wahai saudaraku, aku juga sama pegangan denganmu bahwa mereka tiada mempunyai kekuasaan apa-apa. Tetapi sedikit perbedaan aku dengan dirimu, aku lebih senang menziarahi mereka karena bagiku mereka tetap hidup dalam membangkitkan jiwa yang mati ini kepada cinta Tuhan.

Tapi aku juga heran, kenapa engkau tiada melarang aku menziarahi ahli dunia yang suka buang waktu bercerita kosong yang tiada faedahnya, mereka juga tiada kuasa apa-apa. Malah mematikan hati. Yang hidupnya mereka bagiku seperti mayat yang berjalan. Kediaman mereka adalah pusara yang tiada membangkitkan jiwa pada cinta Tuhan. Kematian dan kehidupan di sisi Allah adalah jiwa. Banyak mereka yang dilihat hidup tapi sebenarnya mati, banyak mereka yang dilihat mati tapi sebenarnya hidup, banyak yang menziarahi pusara terdiri dari orang yang mati sedangkan dalam pusara itulah orang yang hidup.

Aku lebih senang menziarahi makam kekasih Allah dan para syuhada walaupun hanya pusara, tetapi ia mengingatkan aku akan kematian, karena ia mengingatkan aku bahwa hidup adalah perjuangan, karena aku dapat melihat jiwa mereka ada kuasa cinta yang hebat sehingga mereka dicintai oleh Tuhannya lantaran kebenarannya cinta.

Wahai saudaraku, aku ziarah makam Awliya, karena pada makam mereka ada cinta, lantaran Cinta Allah pada mereka seluruh tempat persemadian mereka dicintai Allah.

Cinta tiada mengalami kematian, ia tetap hidup dan terus hidup dan akan melimpah kepada para pencintanya. Aku berziarah karena sebuah cinta mengambil semangat mereka agar aku dapat mengikut mereka dalam mujahadahku mengangkat tangan di sisi makam mereka bukan meminta kuasa dari mereka, akan tapi memohon kepada Allah agar aku juga dicintai Allah, sebagaimana mereka dicintai Allah.”

“Jika engkau mampu, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu (Thalibul ‘Ilmi). Bila engkau tidak mampu jadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” – (Khalifah Umar bin Abdul Aziz)

Sumber : FB Ustaz Yunan A Samad

30/10/2017 Posted by | Bersama Tokoh, Bicara Ulama, Tazkirah | Leave a comment

DZIKIR PEMBUKA PINTU LANGIT

Menurut Syekh Ibnu Atha’illah, sebagai tanda bahwa sebuah dzikir sampai pada sirr (nurani terdalam pada jiwa yang kelak menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah saat pedzikir dan objek dzikirnya lenyap tersembunyi. Dzikir sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan dzikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.
Dzikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu). Salah satu tandanya, dzikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah-olah tertarik oleh rantai. Indikasinya, dzikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup. Tetapi, engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala. Dzikir yang masuk ke dalam sir terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku dzikir seolah-olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berdzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.

Ketahuilah, setiap dzikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh para malaikat penjaga. Sebab, perasaan mereka beserta perasaanmu. Di dalamnya ada sirr sampai saat dzikirmu sudah gaib dari perasaanmu karena engkau sudah sirna bersama Tuhan, dzikirmu juga gaib dari perasaan mereka.

Sebagai kesimpulan tentang tahapan dzikir, Ibnu Atha’illah mengatakan, berdzikir dengan ungkapan kata-kata tanpa rasa hudhur disebut dzikir lisan, berdzikir dengan merasakan kehadiran kalbu bersama Allah disebut dzikir kalbu, sementara berdzikir tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut dzikir sirr. Itulah yang disebut dengan dzikir khafiy.

Rezeki lahiriah terwujud dengan gerakan badan. Rezeki batiniah terwujud dengan gerakan kalbu, rezeki sirr terwujud dengan diam, sementara rezeki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba tinggal dengan tenang untuk Allah dan bersama Allah. Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan konsumsi badan. Adapun yang menjadi konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Allah berfirman, “Orang-orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat (dzikir kepada) Allah.”

Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut berdzikir beersamamu. Sebab, engkau berdzikir dengan lisanmu, lalu dengan kalbumu, kemudian dengan nafs-mu, kemudian dengan rohmu, selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan sirrmu.
Jika engkau berdzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berdzikir bersamamu. Jika engkau berdzikir dengan kalbu, pada saat yang sama alam beserta isinya ikut berdzikir bersama kalbumu. Jika engkau berdzikir dengan nafs-mu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut berdzikir bersamamu.

Jika engkau berdzikir dengan rohmu, pada saat yang sama singgasana Allah beserta seluruh isinya ikut berdzikir bersamamu. Bila engkau berdzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa arasy dan roh orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Allah juga ikut berdzikir bersamamu. Bila engkau berdzikir dengan sirmu, arasy beserta seluruh isinya turut berdzikir hingga dzikir tersebut bersambung dengan zat-Nya.”

—Syekh Ibnu Atha’illah dalam Miftah al-Falah wa Misbah al-Arwah

Sumber: FB Tasawuf Underground

28/10/2017 Posted by | Tasauf | Leave a comment

HUKUM TABARRUK

KAJIAN ILMIAH : HUKUM TABARRUK (Mengambil berkat) DAN DALIL-DALILNYA YANG NYATA. – Pengajian Aswaja Pemurnian Nusantara

Tuduhan Wahhabi Salafi : 
Tuduhan Pertama:

“Astaghfirullah! Nabi SAW tak suruh kita taksub dengan peninggalan baginda kecuali Al Quran dan As Sunnah sahaja! Sila fahamkan khutbah terakhir Nabi SAW! Tak pernah para sahabat sibukkan diri dengan isu rambut Nabi, serban Nabi, capal Nabi dan sebagainya! Sebaliknya menegakkan SUNNAH Nabi SAW itu yang paling utama bagi mereka!” 
Tuduhan Kedua:

“Para Sahabat Nabi tak pernah sibuk dengan fesyen Nabi dan tak pernah sibuk nak minum air rambut Nabi! Astagfirullah! Zaman sekarang ni, macam-macam ahli bid’ah dan ahli syirik buat! Lepas ni apa pulak? Kalau kita sayang Nabi SAW, buktikan dgn taat kepada Allah dan Rasul bukan sekadar percaya dgn kuasa ajaib yg ada pada rambut Nabi atau lainnya! Itu Sunnah Nabi SAW yg utama!”
Tuduhan Ketiga:

“Nabi SAW memang manusia terpilih dan disayangi Allah. Tapi pernahkah Allah atau Nabi SAW sendiri suruh kita sibukkan diri dengan tubuh badan Nabi SAW? Allah suruh ikut Nabi SAW bukan taksub dgn tubuh badan atau peninggalan Nabi!”
Jawapan Ahlul Sunnah Wal Jamaah : 
Semoga Allah sembuhkan penyakit otak kaum Wahhabi Salafi. Sesungguhnya amalan mengambil berkat dari Nabi itu merupakan amalan-amalan mulia para Sahabat Nabi SAW. Jika ianya haram dan menyebabkan kufur, sudah tentu Nabi melarangnya! Melalui ucapan-ucapan dan tuduhan-tuduhan kamu sendiri, bermakna kamu baru sahaja mengkafirkan para Sahabat kerana melakukan syirik dan khurafat terhadap peninggalan Nabi!
DALIL-DALIL TABARRUK – sila baca dengan tenang dan berlapang dada.
DALIL PERTAMA:

Disebut dalam Musnad Imam Ahmad, mafhumnya :
“Daripada Abdullah, maula Asma bin Abu Bakar berkata : Asma mengeluarkan (menunjukkan) kepadaku sehelai pakaian yang ada dua lubang yg berjahit.
Lalu Asma berkata : Ini adalah pakaian Rasulullah SAW. Ia dahulu pernah disimpan oleh Aisyah. Ketika Aisyah wafat, aku menyimpannya. Kami akan mencelupkannya ke dlm air untuk menjadi ubat kepada orang sakit di kalangan kami.” 

(Ini pula dianggap syirik, bidaah, khurafat oleh WAHHABI?)
DALIL KEDUA:

Disebutkan dalam hadith : “Rasulullah SAW membahagi-bahagikan rambut Baginda kepada para sahabat supaya mereka bertabarruk (mengambil berkat) dengannya (rambut).” (HR Bukhari & Muslim)

(Takkan Nabi pun si WAHHABI nak tuduh ahli syirik, khurafat, bid’ah dan lain-lain sedangkan Nabi sendiri agih-agihkan rambut mulia baginda?)
DALIL KETIGA:

Hadith daripada Anas r.a : “Ketika Rasulullah SAW melihat Jamrah, Baginda SAW berkorban (sembelih binatang) kemudian Baginda SAW meletakkan pencukur di rambut sebelah kanan lalu mencukurnya, lalu memberikannya (rambut) kepada Abu Talhah. Kemudian Baginda SAW meletakkan pencukur di sebelah kiri lalu mencukurnya, lalu berkata : Bahagi bahagikan kpd org ramai ( Riwayat at Tirmidzi)(KENAPA NABI SURUH BAHAGI-BAHAGIKAN?UNTUK BUAT BENDA KHURAFAT KE?)
DALIL KEEMPAT:

Ubaidah r.a berkata. “Kalaulah aku memiliki sehelai rambut Baginda SAW, maka itu lebih berharga bagiku daripada dunia dan segala isinya.” (Riwayat al Bukhari) (KENAPA BELIAU BEGITU TAKSUB DENGAN RAMBUT NABI? SAHABAT NI AHLI BID’AH KE?)
DALIL KELIMA:

Abu Bakar r.a berkata “Aku melihat Khalid al Walid meminta rambut bahagian depan Rasulullah dan dia menerimanya. Dia biasa meletakkannya di atas matanya dan menciumnya.”
Diketahui bahawa kemudian dia meletakannya di “qalansuwah” (penutup kepala yg dililit serban) miliknya & selalu menang dalam peperangan (Riwayat Al-Waqi dlm Al-Maghazi & Ibn Hajr dlm al Ishabah fi Tamyiz As-Sahabah)

(TAKSUB BETUL KHALID AL-WALID DENGAN RAMBUT NABI SAMPAI BAWAK RAMBUT NABI PERGI BERPERANG BERSAMA-SAMA? KHALID AL-WALID NI AHLI BID’AH KE? WAHHABI SALAFI TAK TAKUT KE KENA BELASAH DENGAN DIA KAT AKHIRAT NANTI SEBAB TUDUH DIA AHLI BID’AH????)
DALIL KEENAM:

Ummu Salamah memiliki beberapa helai rambut Nabi SAW dalam sebuah botol perak dan orang-orang akan pergi & mendapat berkat melalui rambut-rambut itu dan mereka sembuh. (Riwayat Al-Hafiz Al-Aini dalam Umdah Al-Qari)

(SYIRIK KE NI? MANA BOLEH PERCAYA RAMBUT NABI ADA POWER. MANA BOLEH TABARRUK-TABARRUK NI!)
DALIL KETUJUH:

Para sahabat berebut-rebut mengambil wudhu Rasulullah SAW & mengusap usapkannya ke wajah & kedua dua tangan mereka. Bagi mereka yg tidak sempat mendapatkannya, mereka mengusap daripada basahan tubuh sahabat lain yg terkena bekas wudhu Rasulullah SAW, lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka.” (Riwayat al Bukhari) (TAKSUBNYA SAHABAT DENGAN AIR WUDHUK NABI! INI PERBUATAN BID’AH JUGAK KE?)
DALIL KELAPAN:

Setelah Rasulullah saw wafat, Asma binti Abubakar Asy-syiddiq ra menjadikan baju Rasulullah saw sebagai perubatan. Bila ada yang sakit, maka beliau akan  mencelupkan baju Rasulullah saw ke air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (Sahih Muslim : 2069).

(KENAPA BELIAU TAKSUB DENGAN BARANG-BARANG PENINGGALAN RASULULLAH? BUKANKAN MUHAMMAD IBN ABD WAHHAB KATA MENGAMBIL BERAKAH DARI BARANG PENINGGALAN RASULULLAH ITU SYIRK? NAK IKUT SIAPA SEKARANG?)
DALIL KESEMBILAN:

Rasulullah saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai barakah untuk perubatan, sebagaimana sabda beliau : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebahagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami” (Sahih Bukhari : 5413). Ucapan Rasulullah saw : “Demi air liur sebahagian dari kami” menunjukkan bahawa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit (dengan izin Allah swt setentunya) sebagaimana juga doktor dapat menyembuhkan (dengan izin Allah). Hadith ini menjelaskan bahawa Rasulullah saw bertabarruk dengan air liur mukminin bahkan tanah bumi juga pada hakikatnya membawa keberkahan dari Allah swt.

(WAHHABI KATA ULAMA BUKAN MAKSUM! IKUT AL-QURAN DAN SUNNAH SUDAH CUKUP! BARAKAH BARAKAH DARI ULAMA SEMUNYA SYIRK! SEKARANG, WAHHABI BERANI TUDUH RASULULLAH SYIRK?)
DALIL KESEPULUH

Seorang sahabat meminta Rasulullah saw solat dirumahnya supaya bekas tempat solat itu boleh dijadikan musollah dirumahnya. Maka Rasulullah saw datang ke rumah orang itu dan bertanya : “Di mana tempat yang kau inginkan aku solat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat solatnya Rasul saw hingga dijadikan musollah. (Sahih Bukhari: 1130). 

(TIDAK BOLEH BEKAS TEMPAT SOLAT ITU DIJADIKAN SEBAGAI MUSOLLAH! SYIRIK! MESTI DIPECAHKAN!)
DALIL KESEBELAS

Allah memuji Rasulullah saw dan Umar bin Khattab ra yg menjadikan Maqam Ibrahim as (sebenarnya tempat itu bukan makamnya, tetapi tempat Nabi Ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yang kemudian dinamakan Maqam Ibrahim as) sebagai tempat solat (musollah), sebagaimana firman Nya : “Dan mereka menjadikan tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat solat” (Al-Imran:97). Maka jelaslah bahawa Allah swt memuliakan tempat hamba-hamba Nya berdoa, bahkan Rasulullah saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.

(WAHHABI KATA TAK BOLEH BERTABARRUK DI TEMPAT BEKAS BEKAS NABI KERANA ITU PERBUATAN SYIRK? SIAPA YANG SYIRK SEKARANG? UMAR IBN KHATTAB ATAU OTAK KAMU?)
DALIL KEDUA BELAS

Diriwayatkan ketika Rasulullah saw baru sahaja mendapat hadiah sehelai selendang yang bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasulullah saw. Maka riuhlah para sahabat yang lain menegur si peminta. Maka sahabat yang meminta itu berkata : “Aku memintanya kerana mengharapkan keberkahannya kerana dipakai oleh Nabi saw dan ku inginkannya untuk kafanku nanti” (Sahih Bukharin:5689). Demikian cintanya para sahabat pada Nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad saw.

(MUHAMMAD IBN ABD WAHHAB, PENGASAS WAHHABI, KATA MENGAMBIL BERAKAH DARI BARANG PENINGGALAN RASULULLAH ITU SYIRK? NAK IKUT SIAPA SEKARANG?)
DALIL KETIGA BELAS

Salim bin Abdullah ra melakukan solat sunnat di tepi sebuah jalan. Apabila ditanya, dia berkata bahawa ayahku solat sunnat ditempat ini. Dan berkata ayahku bahawa Rasulullah saw solat di tempat ini. Dan dikatakan bahawa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Sahih Bukhari:469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasulullah saw. Bagi mereka, tempat-tempat yang pernah disentuh oleh tubuh Rasulullah saw tetap mulia walaupun telah diinjak ribuan kaki. Mereka mencari keberkahan pula dengan mendirikan solat ditempat tersebut. Demikian pengagungan mereka terhadap Rasulullah saw.
Semoga dengan keterangan ini, golongan Wahhabi Salafi serta pengikutnya insya-Allah akan dibuka hati mereka masing-masing agar tidak mudah menyesatkan, mengkafirkan dan sebagainya kepada saudara muslim kita sendiri. Supaya golongan Wahhabi Salafi juga mengamalkan amalan Salafussoleh seperti mana kita Ahlus Sunnah Wal Jamaah mengamalkannya. Aameen.
Wallahu a’lam

18/10/2017 Posted by | Bicara Ulama, Informasi, Q & A (Soal Jawab) | 4 Comments

​AL-FIRQAH AL-NAJIYAH (IKUTAN MAJORITI )

Al-Firqah al-najiyah (golongan yang selamat ) dari sekian banyak aliran yang adalah AHLU  SUNNAH WAL JAMA’AH, firqah majoriti dan identik umat ISLAM dan SELAMAT dan bersama KEBENARAN kerana mengikuti al-Quran, Nabi s.a.w. dan Sahabat-sahabatnya sebagai sumber rujukan dan hukum.
.

MAJORITI BELUM FAHAM terutama ulama Wahabi Salafi TEMPATAN kerana taksub dengan Ibnu Taimiyah. 

.

AL-MUHADDITS_Al-Hafizh al-Faqih Waliyuddin al-Iraqi (wafat 726H). Beliau menyebut didalam kitabnya; al-Ajwibah al-Mardhiyah ‘ala al-As’ilah al-Makkiyah: “ Beliau (Ibnu Taimiyah ) telah mencarik persepakatan ijma’ didalam banyak masalah (agama) sehingga dikatakan sampai kepada 60 permasalahan. Sebahagiannya di dalam perkara ushul dan selebihnya lagi di dalam perkara furu’.”

.

FIRQAH 

.

Bersabda Nabi Muhammad SAW:

.

”Bahawasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”, Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: ” Siapakah yang satu itu Ya Rasulallah?” Nabi Muhammad SAW menjawab: ”Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri’tiqad )sebagai PEGANGANKU (i’tiqadku) dan pegangan SAHABAT-SAHABAT

KU” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Sahih Tirmidzi juz X halaman 109)

.

Soalan:

.

Siapakah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH dari sekian banyak aliran firqah yang ada dalam Islam? jawab dan tanya diri………

.

Perdebatan dalam menentukan siapa Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dari sekian aliran umat Islam yang ada itu, tidak diikuti oleh semua aliran, kerana tidak semua aliran dalam Islam menamakan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah (faham ini baik-baik)

.

ALIRAN SYI’AH contohnya tidak mengatakan bahawa mereka Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Muktazilah juga tidak mengatakan bahawa mereka Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Demikian pula aliran-aliran yang lain seperti Ibadhiyah, Zaidiyah dan lain-lainnya, tidak menyatakan bahawa mereka MENYANDANG NAMA Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Ini mesti faham betul-betul.

.

Dari sekian banyak aliran yang ada dalam Islam, hanya DUA golongan yang mendakwa Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

.

1_Pengikut Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi.

.

2_Pengikut pradigma pemikiran Syaikh Ibnu Taimiyah al-Harrani, yang dewasa ini di kenal Salafi Wahabi.

.

Kedua aliran inilah yang selama ini melakukan PERTARUNGAN IDEOLOGIS dalam memperebutkan NAMA Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Hanya dalam pertarungan ideologis tersebut, kemenangan selalu diputuskan BERADA pada kelompok pengikut Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi. Sehinggakan istilah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah IDENTIK dengan Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi. Kaum Muslimin dari berbagai aliran yang ada, menganggap Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi sebagai REPRESENTASI Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

.

Dalam konteks ini al-Imam Tajuddin al-Subki RHL berkata;

.

“Mereka pengikut mazhab Hanafi, Syafi’i, Maliki dan kaum utama dari pengikut Hanbali _segala puji hanya pada Allah, dalam hal aqidah SATU kesatuan, semua mengikuti pendapat Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Mereka tunduk pada Allah dengan mengikuti jejak guru al-Sunnah, Abu Hasan al-Asy’ari RHL, tidak berpaling dari jejak al-Asy’ari kecuali kaum jelata dari pengikut Hanafi dan Syafi’i, yang bergabung dengan Muktazilah, dan kaum jelata dari pengikut Hanbali yang bergabung dengan kaum mujassimah (berpendapat bahawa Allah berupa benda ). Allah telah membersihkan pengikut mazhab Maliki, sehingga kami tidak pernah melihat seorang Maliki kecuali mengikuti aqidah Asy’ari. Kesimpulannya, aqidah Asy’ari adalah ajaran yang dikandung oleh aqidahnya Abu Ja’afar al-Thahawi, yang disambut oleh para ulama berbagai mazhab dengan diterima, dan mereka ridha menerimanya sebagai aqidah. Kami telah mengakhiri buku kami Jam’u al-Jawami’ dengan satu bahasan aqidah yang telah kami sebutkan bahawa generasi salaf  berpegang teguh atasnya. Aqidah tersebut memiliki banyak kesamaan dengan aqidah Abu Ja’far al-Thahawi, aqidah Abu al-Qasim al-Qusyairi dan aqidah bernama al-Mursyidah, dalam prinsip-prinsip Ahlu Sunnah Wal Jama’ah”.

.

(Rujukan : Kitab Mu’id al-Ni’am wa Mubid al-Niqam, Tajuddin al-Subki, m.s. 75)

.

Lebih tegas lagi, al-Imam al-Hafizh al-Zabidi RHL berkata :

.

” Apabila istilah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah diucapkan, maka yang dimaksudkan dengan mereka adalah para pengikut mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi. Al-Khayali berkata dalam komentarnya terhadap kitab al-‘Aqaid: ” Asya’irahlah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah . Ini yang popular di negeri-negeri Khurasan, Iraq, Syam, dan sebahagian besar wilayah (Islam). Sedangkan di seberang sungai Amudaria, Ahlu Sunnah Wal Jama’ah diucapkan atas golongan Maturidiah, pengikut Imam Abu Manshur al-Maturidi “. Al-Kustuli berkata dalam catatannya atas keterangan tersebut: “Yang popula dari Ahlu Sunnah di negeri-negeri Khurasan, Iraq, Syam, dan sebahagian besar wilayah, adalah golongan Asya’irah, pengikut Abu al-Hasan al-Asy’ari, orang pertama menentang Abu Ali al-Jubba’i dan mencegah dari mazhabnya, menuju al-sunnah_yakni jalan Nabi s.a.w., dan al-jama’ah _yakni jejak para sahabat r.anhu. Di negeri-negeri seberang sungai Amudaria, Ahlu Sunnah adalah golongan Maturidiah, pengikut Abu Manshur al-Maturidi, murid Abu Nashr al-‘Iyadhi, murid Abu Bakar al-Juzajani, murid Abu Sulaiman al-Juzajani, murid Muhammad bin al-Hasan, murid Imam Abu Hanifah”.

.

(Rujukan :Kitab Ithaf al-sadah al-Muttaqin, Al-Imam al-Zabidi, juz 2, hlm.6)

.

Paparan diatas menyimpulkan, bahawa tidak semua aliran dalam Islam mendakwa bahawa mereka Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Dari sekian banyak aliran yang ada, hanya 2 golongan yang mengaku sebagai wakil Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, iaitu pengikut Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi, pengikut Salafi-Wahabi dipihak lain( faham ini baik-baik wahai penjilat Ibnu Taimiyah).

.

HANYA SAJA, dalam perjalanan SEJARAH, pertarungan ideologis antara kedua aliran tersebut, selalu berakhir dengan kelompok Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi, sehingga istilah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah IDENTIK dengan mereka. Kaum Muslimin dan berbagai aliran menganggap Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi sebagai REPRESENTASI Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa Ahlu Sunnah Wal Jama’ah IDENTIK  dengan Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi ???.

.

Menjawab pertanyaan tersebut, kita katakan bahawa nash-nash al-Quran dan sunnah, serta jejak para ulama salaf  yang shaleh dari generasi sahabat dan tabi’en membuktikan kebenaran ajaran al-Asy’ari dan al-Maturidi. 

 

Dalam hal ini al-Imam al-Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad RHL berkata:

.

“Anda apabila melihat dengan pemahaman yang lurus dari hati yang bersih, terhadap nash-nash al-Quran dan Sunnah yang mengandung ilmu-ilmu keimanan, dan Anda menela’ah biografi kaum salaf yang shaleh dari generasi sahabat dan tabi’en, maka Anda pasti mengetahui dan membuktikan bahawa kebenaran bersama golongan yang disebut dengan Asya’irah, nisbah kepada Syaikh Abu al- Hasan Asy’ari RHL. Beliau telah menyusun kaidah-kaidah aqidah Ahlul Haqq (Pengikut Kebenaran) dan menulis dalil-dalilnya. Aqidah tersebut adalah aqidah yang di SEPAKATI oleh para sahabat dan generasi sesudahnya dari kaum terbaik tabi’en. Aqidah tersebut aqidah Ahlul Haqq dalam setiap waktu dan tempat. Juga aqidah MAJORITI ahli TASSAUF  sebagaimana diceritakan oleh Abu al-Qasim al-Qusyairi di bahagian awal Risalahnya. Juga_dengan memuji kepada Allah, aqidah kami dan aqidah para pendahulu kami sejak Rasulullah s.a.w. hingga hari ini…Sedangkan golongan Maturidiah sama dengan Asya’irah dalam semua hal yang telah disebutkan”..

.

(Rujukan : Kitab Risalah al-Mu’awanah, Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad, hlm. 67-68).

.

Kutipan dari al-Imam al-Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad RHL di atas menyimpulkan , bahawa pemahaman yang objektif dari hati yang bersih, terhadap al-Quran dan sunnah, serta jejak generasi salaf yang shaleh, akan menghantarkan pada pengetahuan dan keyakinan bahawa Mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi merupakan representasi Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dan pengikut BERSAMA KEBENARAN sepanjang masa.

.

Point nak sampai Wahabi Salafi dan kelompok sefaham dengannya BUKAN AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH kerana apa yang digaris oleh mazhab al-Asy’ari dan al-Maturidi di TOLAKNYA dari segi amaliah dan aqidah. Bahasa kasarnya, ma’af,  ia merupakan firqah PENDATANG HARAM mengaku dialah sebenarnya Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, bercita-cita untuk transformkan apa yang digariskan seperti diatas kepada mengikuti Ibnu Taimiyah dan sefaham dengannya, menjaja negara Timur Tengah tertentu untuk memadamkan sejarah siapa Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Wahabi TEMPATAN pula melabel golongan majoriti ini bukan sebenar Ahlussunnah Wal Jama’ah yang betul firqah Wahabi Salafi atau BERSAMA KEBENARAN istilah baharu mereka. Makin lama Wahabi TEMPATAN semakin merapu, pihak authoriti agama cepatlah bertindak sebelum terlambat, halang mereka berceramah menggunakan apa saja demi keamanan dunia.

Sekian, moga ada sedikit info untuk sahabat semua. Wassalam.

17/10/2017 Posted by | Bicara Ulama, Informasi, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

~WAHABI, KAUM SHAHAFI

Adakah pengikut ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab yg kini berganti kulit menjadi salafi, dapat menjelaskan sanad keilmuan orang² yang mereka ulamakan.

Selama ini mereka kerap bertanya bahkan mengejek bila ada Da’i² Ahlusunnah Wal Jama’ah mendapatkan ijazah dari sang guru sbg bekal dan bukti bahwa yang bersangkutan sudah layak berdakwah.
Mereka hanya mencukupkan dg bualan hanya berpegang pada Qur’an dan Sunnah tanpa berpikir apakah hanya dengan membolak balik Qur’an dan Hadits tanpa bimbingan guru² yang sanad keilmuannya telah terbukti hingga Rasulllah dapat memahami kandungan keduanya yg merupakan bahasa langit.
Mempelajari agama tanpa guru alias belajar sendiri (Shahafi/otodidak) dengan cara menukil kitab² ulama adalah sama halnya dengan belajar pada setan. Dan hal itu sudah di buktikan kaum wahabi, mereka tertipu dengan janji manis slogan gombal ,”kembali pada Qur’an dan Hadits”, slogan yg sejatinya justru menyesatkan kaum wahabi, ternyata keilmuan yang mereka dapatkan selama ini dapat di katakan tidak bersanad.
“Mengambil ilmu melalui kitab saja tanpa memperlhatkan kepada ulama dan tanpa berjumpa dalam majelis² ulama, maka ia telah mengarah pada distorsi. Para ulama tdk menganggapnya sebagai ilmu, mereka menyebutnya shahafi/otodidak, bukan orang alim. Para ulama menilai orang semacam ini sebagai orang dhaif (lemah), ia disebut shahafi yang di ambil dari kalimat tashhif, yg artinya seseorang mempelajari ilmu dari kitab tapi ia tidak mendengar langsung dari para ulama, maka ia melenceng dari kebenaran. Dengan demikian, sanad dalam riwayat menurut pandangan kami adalah utk menghindari kesalahan semacam ini ”

(Syeikh Nashir Al Asad, Mashadir Asy Syi’ri Al Jahili, 10).

Kama qaala imam Abu Hayyan al Andalusy “Khalayak ramai menyangka bahwa kitab-kitab itu dapat menuntun org bodoh untuk menggapai ilmu…,

Padahal org yg amat bodoh tidak tau bahwa didalam kitab-kitab itu Byk masalah rumit yg membingungkan akal org cerdas

Apabila engkau mencari ilmu tanpa guru…,

Maka engkau dapat tersesat dari jalan yang lurus….(Hasiyah al thalib ibnu hamdun alaa lamiyat al af’al)
Tadzgu mulla

17/10/2017 Posted by | Bicara Ulama, Informasi, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

​SULTAN BERTITAH ULAMA DIJULANG

1-  Lumrah perjuangan dan sunnahnya. Tiada pejuang yang tidak diuji. Makin diuji makin berisi. Dek keikhlasan demi mencari redha Ilahi. Biar lucut segala jawatan namun perjuangan tetap diteruskan sehingga titisan darah terakhir selagi nyawa dikandung badan. 

Benar sangat dan bertambah yakinlah keatas firman Tuhan robbul ‘Izzah: “Allah mengangkat darajat orang yang beriman dan yang diberikan ilmu (ulama)”. Mujadalah ayat 11.
2-  Siapa tidak kenal Imam Abu Hanifah! Semua kenal walaupun kita bermazhab lain. Tahukah anda bahawa Imam Abu Hanifah juga dipenjarakan oleh Khalifah dizamannya? Bukan sahaja dipenjarakan tetapi dihukum sebat setiap hari. Mengapa? Kerana nak jatuhkan kerajaan? Kerana memberontak? Tidak. Ulama Ahli Sunnah tidak melawan Sultan sehingga peringat begitu. 
Fitnah. Ya kerana tuduhan kononnya beliau ada menyokong gerakan Muhammad Nafsu Zakiyah yang mahu mengulingkan kerajaan ketika itu. Namun Imam Abu Hanifah tidak langsung bersetuju tetapi kerana akhbar zaman itu seperti berita media zaman sekarang memburukkan dan menjatuhkan ulama seperti Imam Abu Hanifah maka dikaitkan secara jahat. 

Kemudian beliau ditawarkan menjadi Ketua Hakim namun beliau enggan dan sekali lagi dipenjarakan dan disebat. Setiap hari disebat Imam Abu Hanifah tetap tidak mengutuk Khalifah. 
Namun kisah yang sangat menyayat hati para ilmuan apabila suatu hari sebatan dalam penjara itu terkena bahagian muka Imam Abu Hanifah. Kemudian beliau bersedih dan menangis. Maka bertanya orang kepadanya mengapa kamu disebat saban hari tidak bersedih dan tidak menangis tetapi kali ini kamu menangis. Jawab Imam Abu Hanifah Hari ini ibuku akan menziarahiku..Aku tidak mahu ibuku bersedih pabila melihat kesan luka pada wajahku lalu ibuku akan menangis dan pengsan..Aku bersedih diatas kesedihan yang bakal ibuku rasa. Allah Allah. Rahimallahu Imam Agong Imam ‘Azhom Imam Abu Hanifah Nu’man Bin Thabit Al-Kufi yang akhirnya mati didalam penjara.
3-  Imam Malik juga dipenjara oleh Khalifah dizamannya. Kerana isu apa? Isunya kecil namun penegasan pada pendapat beliau menyebabkan sangkaan kurang tepat terbit dari Khalifah. Boleh sahaja Imam Malik menukar ijtihad beliau namun mempertahankan pendapat yang dilihatnya benar akhirnya terkoyak bahu beliau diseksa dalam penjara. 
Isu kecil “Talak Paksa Tidak Jatuh”  menjadi hangat ketika itu apabila musuh Imam Malik mengaitkan ia sebagai melawan dna mengkritik baginda Sultan. Pun begitu Imam Malik tidak melakukan reformasi  menjatuhkan  pemerintahan Khalifah. Akur dengan titah sultan namun tetap dengan pendirian yang benar.
4-  Ramai orang tahu pasal Imam Ahmad bin Hambal. Dipenjarakan pada satu isu yang terkenal iaitu isu Makhluknya Al-Quran atau Qadimnya ia. Hanya semata-mata beliau tegas pada satu lafaz sahaja maka dipenjarakan dengan zalim oleh sultan dizamannya. Pun begitu beliau tidak memberontak keatas sultan.
5-  Imam kita semua. Imam yang unik dan berketurunan Rasulullah shollahu ‘alaihi wasallam. Imam Syafie Muhammad bin Idris Al-Qurasyi juga tidak terlepas degan isu sultan. Tuduhan keatas Imam Syafie sebagai Syiah menyebabkan beliau dipenjarakan oleh khalifah ‘Abbasi. 
Musuh-musuh Imam Syafie samalah seperti Wahhabi zaman kita kini. Suka menuduh ulama Ahli Bait sebagai  Syiah walaupun ulama itu Ahli Sunnah bahkan menolak ajaran Syiah. Sunnah Dakwah Imam Syafie ini kini berulang dizaman kita. Sesiapa yang menegakkan Ahli Sunnah Wal Jamaah akan dituduh Syiah walaupun dia sendiri melawan Syiah. Pelik dan sedih. 

Namun itulah fitrah perjuangan. Ulama 4 dipenjarakan oleh Sultan namun begitu mereka tidak melawan Sultan.
Apapun kita sedar dunia kehidupan kita ini tidak sentiasa diatas. Ia akan kebawah dan menyebabkan orang dibawah dulu kini diatas. Akhirnya umat Islam kesemuanya bermazhab mereka berempat. Para raja dan sultan tidak lagi dikenali bahkan nama mereka sudah lagi tidak disebut walaupun ada dikalangan mereka yang kuburnya seindah istana. 

Waktu yang sama umat Islam di benua Turki tetap bermazhab Hanafi. Umat Islam di benua Maghribi terus bermazhab Maliki. Umat Islam di Jazirah Arab masih bermazhab Hambali dan umat Islam Nusantara kekal bermazhab Syafie.
Dalam solat kita ikut ijtihad mereka. Dalam muamalat ekonomi kita gali pandangan mereka dan dalam jihad menegakkan kebenaran kita susuli Sunnah mereka. ..

Biarpun kita dititah namun ulama tetap dijulang.
KAMI ADALAH HANAFI, KAMI JUGA MALIKI, KAMI ADALAH SYAFIE DAN KAMI JUGA HAMBALI!
–  Ustaz Abu Syafiq 0192713781

17/10/2017 Posted by | Bicara Ulama, Politik dan Dakwah | Leave a comment

Sumber Rezeki

Jika tiada rezeki anak, mungkin diberikan rezeki mertua yang baik. Maka kita lebih bahagia dari mendapat anak yang liar.

———————-

Jika tiada rezeki wang ringgit, mungkin diberikan rezeki kesihatan. Maka kita lebih bahagia dari kerisauan menjaga harta dunia. 

————————–

Jika tiada rezeki kereta mewah, mungkin diberikan rezeki kenderaan yang jarang menimbulkan masalah. Maka kita lebih bahagia dari membayar kerosakan yang mahal.

———————–

Jika tiada rezeki rumah yang besar, mungkin diberikan rezeki makanan yang tidak pernah putus. Maka kita lebih bahagia dari si gelandangan.

—————–

Jika tiada rezeki pasangan yang cantik, mungkin diberikan rezeki pasangan yang baik dan pandai menguruskan rumahtangga. Maka kita lebih bahagia kerana hidup berteman dan terjaga segala.

——————-

Jika tiada rezeki jodoh, mungkin diberikan rezeki umur ibu bapa yang panjang. Maka kita lebih bahagia dapat berbakti sepenuhnya pada orang tua.

———————

Jika tiada rezeki hari ini, mungkin ada rezekiyang lebih baik pada esok hari. Maka kita lebih bahagia kerana rezeki yang tidak dijangka.

————

Bersabar. Bersyukur. Berusaha. Berdoa. Bertawakal.
Hanya Dia, Allah Yang Maha Adil. 
Bahagian Dakwah Jakim

16/10/2017 Posted by | Tazkirah | Leave a comment

Koleksi Rakaman Kuliah Prof.Dr Uthman el-Muhammady Rahimahullah 

Sebahagian dari koleksi rakaman kuliah Prof. Dr. Uthman el-Muhammady Rahimahullah. Khazanah mutiara ilmu yg tidak ternilai…
1) Imam As- Shafie’ – Alim Quraish


2) Sinopsis kitab Fiqh ul-Akbar
Siri 1-https://youtu.be/_hCOGTpUEG4

Siri 2-https://youtu.be/dW4TYUKl6ng

Siri 3-https://youtu.be/QJP7YMHWT7Q

3) Memahami akidah ahli sunnah wal jamaah


4) Beberapa soalan berhubung akidah Ahli Sunnah wal Jamaah


5) Pemikiran Aliran Najdiyyun dlm Menghadapi Pemikiran Pasca-Modernisme


6) Wacana Human Rights – apa panduan kita?


7) Mempertikai Autoriti Adalah Hasil Pemikiran PascaModernisme/Post-Modernism


8) Aliran-aliran yang bercanggah dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah


9) Cabaran Syiah terhadap akidah Ahli Sunnah wal Jamaah


10) Cabaran daripada aliran tidak ikut mazhab


11) Menilai Semula Muhammad ‘Abdul Wahhab Sbg Mujaddid-Muslih


12) The Future of Islamic Feminism – forum


13) Gerakan Kebangsaan Malaysia Yang Tidak Bercanggah Dengan Konsep Asabiyyah


14) Tauhid


15) Aqidah Wahhabiyyah


16) Beberapa Isu Dalam Pluralisme Agama: Satu Pengamatan Ringkas


17) Membumikan Al-Quran: Pembentukan Peribadi dan Akal Sepadu


18) Membumikan Al-Quran – sesi soal jawab – Ustaz Uthman El-Muhammady


19) Pengajaran dari peristiwa hijrah

 https://youtu.be/WY4TXBPuMNg
20) Pengenalan ringkas tokoh Badiuzzaman Said Nursi


21) Bid’ah


22) Soal jawab mengenai bid’ah


23) Doktrin Asha’irah Dalam Perspektif Pembinaan Ummah Islamiyyah


24) Siyasah Syar’iyyah: Instrumen Memelihara al-Din


25) Kematangan Akal Ubudiyah dan Keberkesanannya


26) Rukun perubahan diri


27) Akal Ubudiah Bagaimana Menjayakannya


28) Manusia adalah makhluk Ubudiah


29) Adni Teacher Training


30) Comments on Khalifah Method


31) Syariat dan Hakikat – petikan Risalah Qushairiy


32) Asobiyah Positif


33) Hubungan Gender Dari Perspektif Islam


34) Soal Jawab Wacana LGBT


35) Ceramah Maulid


36) Nabi Muhammad s.a.w. Rahmatan lil Alamin


37) Dakwah Islamiyyah Sebagai Kekuatan Ummah


Ikuti tinggalan penulisan beliau pada pautan berikut:-
http://uthman-elmuhammady.blogspot.com/
Al-fatihah

15/10/2017 Posted by | Bicara Ulama | Leave a comment

​JADUAL MUSIM FITNAH ‘BERDALIL’ WAHHABI-SALAFI TERHADAP UMAT ISLAM DI KALANGAN AHLI SUNNAH :

JADUAL MUSIM FITNAH ‘BERDALIL’ WAHHABI-SALAFI TERHADAP UMAT ISLAM DI KALANGAN AHLI SUNNAH :
MUHARAM:

– Doa awal tahun dan akhir tahun bid’ah, asal dari syiah

– Hijrah bukan berlaku pada bulan Muharram

– Kisah Saidina Ali tidur di tempat tidur Nabi SAW adalah palsu, perawinya (Ibnu Ishaq) seorang syiah yg tertolak riwayatnya

– Kisah labah2 buat sarang di gua thur, palsu

– Sambutan Awal Muharram dan buat bubur ‘Asyura bid’ah, bubur Asyura adalah menu Syiah.
RABI’UL AWWAL

– Sambutan Maulid adalah bid’ah, berasal dari syiah, menyerupai Kristian yg sambut kelahiran Nabi Isa

– Selawat yg ada dlm majlis maulid adalah bid’ah

– Berzanji itu Syiah

– Memuji Nabi, syirik. Melampau, bidaah dan sesat, ke neraka.
🌲🌲🌲REJAB

– Puasa dlm bulan rejab bid’ah

– SEMUA Hadith tentang kelebihan bulan rejab palsu

– Ceramah Sempena Rejab Dan Sya’ban (utk persediaan Ramadhan) bid’ah

– Doa minta diberkati pada bulan rejab dan Sya’ban serta disampaikan ke bulan Ramadhan tidak warid, haram baca doa tersebut

– Sambutan Isra’ Mi’raj bid’ah, sesat.

– Riwayat yg kata Isra’ bermula dari rumah Ummi Hani’ adalah berasal dari Syiah sbb perawinya Ibnu Ishaq

– Peristiwa Mi’raj membuktikan Allah tu duduknya mencokoh/bersila di langit-arasy
SYA’BAN

– SEMUA Hadith tentang kelebihan Sya’ban palsu

– Sambutan nisfu Sya’ban bid’ah, sesat, neraka.

– Baca Yasin 3 kali mlm nisfu Sya’ban bid’ah, siapa buat masuk neraka.
🌲🌲RAMADHAN

– Lafaz niat ‘nawaitu souma ghodin’ bid’ah

– Solat Terawih 20 rakaat tak sunnah, neraka.

– Selawat antara 2 rakaat terawih bid’ah, neraka.

– Doa iftar yg biasa diamalkan tak sunnah

– Penetapan waktu imsak bid’ah, sesat, neraka.
SYAWWAL

– Menghidupkan malam raya bid’ah, hadithnya tak thabit

– Sighah takbir raya yg biasa kita buat, tak sunnah

– Ziarah kubur di Hari Raya, bidaah, haram, syirik.

– Tabur bunga di kubur, syirik, haram, tiru Yahudi kafir.
🌲🌲FITNAH SEPANJANG TAHUN:

– Tahlil bid’ah, pahala tak sampai, berasal dari Kitab Veda dll.

– Majlis Zikir Ijtima’i bid’ah

– Tasawwuf dari Syiah

– Sifat 20 dari Falsafah Yunani

– Bermazhab dikira ta’assub

– Wajib ambil hukum direct dari Quran dan Sunnah

– Solat Hajat berjemaah bid’ah

– Buat maksiat lagi afdhal dari buat bid’ah
BEBERAPA KAEDAH ‘FEKAH’ WAHHABI YANG TAK DE DALAM ISLAM
🌻 Kalau Nabi tak buat, automatik hasil hukumnya HARAM, BIDAAH, NERAKA.

🌻 Kalau sesuatu itu baik, PASTI SAHABAT Nabi sudah membuatnya.

🌻 Apabila sesuatu hadis itu cuma dhaif di sisi Ahli Sunnah, maka automatik hukumnya HARAM MERIWAYATKAN, MENGAMALKAN.
🌲Wahhabi sering beri DALIL Quran dan Hadis. Walaubagaimanapun, Quran dan Hadis yg sahih semata BELUM TENTU pemahamannya SAHIH.
Terlalu banyak ajaran sesat dari dahulu sampai skrg, yg gunakan DALIL QURAN, HADIS, tapi pemahamannya salah. Akhirnya mereka sesat, menyesatkan, dan kemudian menghukum org lain sebagai sesat, kafir, bidaah, syirik.
Join telegram.me/aswajapost

15/10/2017 Posted by | Informasi, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab), wahabi | Leave a comment

​7 KELEBIHAN  MELANGKAH KE MASJID

1) MENDAPAT NAUNGAN ARASY PADA HARI KIAMAT
Rasulullah bersabda: “Tujuh orang yang akan berada dalam naungan Allah pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya ; penguasa yang adil,pemuda yang membesar dalam ketaatan Dan lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid”. (Riwayat al-Bukhari Dan Muslim)
2) ALLAH MENYAMBUTNYA
Sabda Rasulullah: “Tidaklah seseorang mendatangi masjd untuk melakukan solat melainkan Allah bergembira menyambutnya semenjak ia keluar dari rumah, seperti gembiranya orang yang sedang menyambut tetamu yang telah lama tidak ditemui”. (Ibu Majah)
3) ALLAH MENJAMIN HIDUPNYA
Rasulullah bersabda: ” Tiga orang yang berada dalam jaminan Alah : Jika hidup, ia akan diberikan rezeki Dan kecukupan. Jika ia mati ,ia akan dimasukan ke dalam syurga. Pertama, sesiapa yang masuk ke rumah sambil mengucapkan salam, maka ia berada dalam jaminan Allah. Sesiapa yang keluar berjihad di jalan Allah, maka ia berada dalam jaminan Allah.” (Riwayat Ibn Hibban)
4) DISEDIAKAN RUMAH DI SYURGA
Rasulullah bersabda: “Sesiapa yang keluar pada waktu pagi Dan petang ke masjid, maka Allah telah menyediakan baginya sebuah rumah di syurga yang akan ia datangi setiap pagi Dan petang”. (Riwayat al-Bukhari Dan Muslim)
5) DIGUGURKAN DOSA DAN DITINGGIKAN DARJAT
Sabda Rasulullah: “Mahukah aku beritahukan perkara yang dapat menghapuskan dosa dan meninggikan darjat? Menyempurnakan wuduk, sering melangkah ke masjid dan menunggu solat selepas solat. Semua itu ialah ribat”.(Riwayat Muslim)
6) SETIAP LANGKAH DIGANJARI SEPULUH PAHALA 
Rasulullah bersabda: “Jika seseorang bersuci di rumahnya, lalu ia melangkah ke masjid untuk menunggu solat, maka dua malaikat menulis baginya bagi setiap langkah 10 kebaikan”.(Riwayat Ibn Hibban)
7) CAHAYA TERANG PADA HARI KIAMAT
Rasulullah bersabda:” Berilah khabar gembira kepada orang yang berjalan ke masjid bahawa ia akan mendapat cahaya yang sangat terang pada kiamat nanti” (Riwayat Abu Dawud)
*Petikan dari majalah al-ustaz

15/10/2017 Posted by | Tazkirah | Leave a comment

Dosa Orang Yang Mendahului Pergerakan Imam Ketika Solat

Ramai di antara kita yang tidak ambil endah akan hal ini. Berkejar-kejar atau “rushing” dalam solat amatlah tidak wajar bagi seorang hamba yang sedang mengadap Rabbnya. Hal ini telah menjadi “trend” muslim kota yang sibuk dengan hal duniawi, bahkan memberi kesan pada kewajipan ukhrawi.
Berapa ramai diantara kita yang melakukan pergerakan solat sedangkan Imam baru ucap ‘الله‘? Dan ini adalah perbuatan yang salah bagi makmum dalam solat berjemaah. Seharusnya makmum melakukan pergerakan solat setelah mendengar ucapan ‘اكبر‘ dari Imam.
Ancaman yang berat terhadap mereka yang mendahului pergerakan Imam ketika solat seperti yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di dalam sahihnya:
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ أَوْ لَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad, “Aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidakkah salah seoranag dari kalian takut, atau apakah salah seorang dari kalian tidak takut, jika ia mengangkat kepalanya sebelum Imam, Allah akan menjadikan kepalanya seperti kepala keldai, atau Allah akan menjadikan rupanya seperti bentuk keldai?”
(Sahih al-Bukhari > Kitab Adzan > Bab: Dosa orang yang mengangkat kepalanya dari sujud sebelum imam)
Semoga kita bermanfaat.
Sumber: Page Jalan-Jalan Cari Ilmu

14/10/2017 Posted by | Fiqh, Ibadah, Uncategorized | Leave a comment

​ANTARA DONGENG DAN MITOS YANG SELALU DISEBARKAN AJARAN SESAT WAHHABI 

1. Membuat bubur asyura dituduh  amalan syiah.
Maka ramailah ulamak dan umat Islam yang MEMBUAT BUBUR ASYURA dan memberi makanan kepada umat Islam dilabel pengamal syiah. Padahal berbeza sekali dengan ajaran sesat Syiah, mereka meratapi kematian Saidina Hussein radiyaLlahu ‘anhu pada hari tersebut dengan meratap, melukakan dan mencederakan diri sendiri. 
FAKTA SEBENAR : Ulamak dalam mazhab Asy Syafie seperti dalam kitab Hasyiah I’anah al-Tolibin (al-Sayyid al-Bakri hal.417/2) Nihayah al-Zain (Syeikh Nawawi Banten hal.192) Nuzhatul Majalis (Syeikh Abdul Rahman al-Usfuri hal.172) Jam’ul Fawaid ( Syeikh Daud al-Fatani hal.132) membolehkan membuat bubur asyura dan tiada kaitan sama sekali dengan ajaran sesat Syiah. 
2. Kenduri arwah dituduh amalan nasrani dan hindu 
FAKTA SEBENAR :  ia menghidupkan sunnah – zikir beramai-ramai, selawat, membaca al Quran, berdoa, memberi makan, memberikan motivasi kepada keluarga si mati, mengerat ukhuwwah) – maka ramailah ulamak dan umat Islam  dilabel pengamal nasrani dan hindu. 
Ulamak dalam mazhab asy Syafie seperti Imam As Suyuthi memberikan sandarannya dalam kitab Al Hawi Lil Fatawa, Syeikh Nawawi al Banteni dalam kitabnya Nihayatuz Zein (tanpa mewajibkan hari-hari tertentu) membolehkan kenduri arwah termasuk Sheikh Zaini Dahlan. Dan banyak sandaran dari hadith soheh yang membenarkan amal soleh ditentukan/ditetapkan (bukan mewajibkan) pada hari dan waktu tertentu,. 
3. Maulidul Rasul dituduh amalan nasrani dan syiah 
 Maka ramailah ulamak dan umat Islam adalah pengamal nasrani dan Syiah. 
FAKTA SEBENAR : Ulamak muktabar seperti Imam Ibnu Jauzi, Al Hafiz Ibnu Kathir, Al Hafizh Ibnu Dihyah, al Hafizh Al Hebatusi, Al Hafizh Ibnu Hajar dan Penutup Huffazh (para penghafaz hadith dalam jumlah yang sangat banyak) Jalaluddin Al Suyuthi, Imam Ibnu Syamah (Guru Imam an Nawawi) dan ramai lagi membenarkan Maulidul Rasul.. 
4. Bertawassul kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, ulamak, orang soleh yang telah meninggal (diamalkan oleh salafussoleh) dituduh amalan musyrik, penyembah kubur 
Maka ramailah ulamak, umat Islam bahkan salafussoleh yang mengamalkannya adalah musyrikin, kerana bagi mereka dalam tauhid rububiyyah, orang yang mengucap La ilaha illallah belum tentu beriman, kerana orang kafir pun turut mengakui Allah. 
FAKTA SEBENARNYA : Ulamak yang mengamal dan membenarkannya : 
Al Allamah al Muhaddith al Arif billah, Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki telah membahas perkara tawassul ini dengan panjang lebar di dalam kitab beliau bertajuk Mafahim Yajibu an Tushahhah (lihat Muhiqq At Taqawwul fi Mas’alah at Tawassul dalam Rasa’il Hammah wa Mabahith Qayyimah, ms 397) Kemudian beliau menyenaraikan nama-nama para A’immah dan Huffaz yang membolehkan tawassul antaranya :
– Al Imam Al Hafiz, Abu AbduLlah al Hakim dalam Al Mustadrak. (Di dalam kitab tersebut, beliau menyebutkan Nabi Adan bertawassul dengan Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam dan mensahihkannya)
– Al Imam Al Hafiz, Abu Bakar al Baihaqi dalam Dala’il an Nubuwwah (Beliau juga menyebut tentang hadith Nabi Adam bertawassul dengan Rasulullah sallaLlahu ‘alaihi wasallam dan hadith-hadith yang berkaitan dengan tawassul.)
– Al Imam al Hafiz, Jalal ad Din as Sayuthi dalam Al Khasha’ish al Kubra (Beliau juga menyebut hadith Nabi Adam bertawassul).
– Al Imam al Hafiz, Abu Al Farj Ibn Al Jauzi dalam Al Wafa (Beliau juga menyebut hadith Nabi Adam bertawassul dan hadith-hadith berkaitan.
– Al Imam Al Hafiz Al Qadhi Iyadh dalam Asy Syifa’ fi at Ta’rif bi Huquq al Mushtofa.
– Al Imam, Syaikh Nur ad Din al Qari al Ma’ruf bin Mulla Ali Qari dalam Syarhnya kepada kitab Asy Syifa’.
– Al Allamah Ahmad Syihab ad Din al Khaffaji dalam Nasim ar Riyadh (Kitab syarah kepada Asy Syifa’)
– Al Imam Al Hafiz, Al Qisthillani dalam Al Mawahib al Ladunniyyah (Beliau menyebutnya di awal kitab)
– Al Allamah Syaikh Muhammad Abd al Baqi az Zarqani dalam Syarh (1/44) nya ke atas Al Mawahib.
– Al Imam Syaikh al Islam, Abu Zakaria Yahnya An Nawawi dalam Al Idhah (Bab keenam, m.s 498. Lihat juga Al Majmu’, 8/272)
– Al Allamah Ibn Hajar al Haitami dalam Hasyiah (m/s 499) nya atas Al Idhah dan beliau menulis risalah khas tentang tawassul berjudul Al Jauhar al Munazzham.
– Al Hafiz Syihab ad Din Muhammad bin Muhammad bin Al Jazari ad Dimasyqi Iddah al Husn al Hashin (disebutkan dalam tajuk Kelebihan Doa)
– Al Allamah al Imam Muhammad bin Ali asy Syaukani dalam Tuhfah az Zakirin (m/s 761)
– Al Allamah al Imam al Muhaddith Ali bin abd al Kafi as Subki dalam Syifa’ as Siqam fi Ziyarah Khair al Anam (lihat Bab Kelapan, m/s 161)
– Al Hafiz Imad ad Din Ibn Kathir dalam Tafsir al Qur’an al Azhim dalam Tafsir al Quran al Azhim.
– Al Imam Al Hafiz Ibnu Hajar al Asqolani dalam Fath al Bari (Beliau menyebutkan kisah seorang lelaki yang datang ke kubur RasuluLlah sallaLlahu ‘alaihi wasallam dan bertawassul dengan baginda dan mengatakan sanadnya sahih dalam Fath al bari (Lihat 2/495)
– Al imam Al Mufassir Abu Abdullah al Qurthubi dalam Al Jami’ li Ahkam al Quran (lihat 5/265)
– Asy Syaikh Yusuf Khator Muhammad di dalam kitabnya Al Mausu’ah al Yusufiyyah fi Bayan Adillah ash Shufiyyah, menambah lagi nama-nama para ulama’ selain daripada nama-nama di atas yang membolehkan tawassul atau yang menukilkan dalil-dalil daripada para A’immah di dalam kitab-kitab mereka termasuklah. (m/s 122-123)
– Imam Syafie (Lihat Taariikh Baghdaad 1/123,  kitab Manaqib Abu Hanifah juz 2 halaman 199, kitab al-Khairat al-Hisaan, Ibnu Hajar al-Haitsami dalam konteks berhujjah pada halaman 69)
– Imam Ahmad bin Hanbal (rujuk Fatawa Ibnu Taimiyyah 1/140 dan juga dalam Al-Insaf fi Ma`rifat Al-Rajih min Al-Khilaf `ala mazhab al-Imam al-Mubajjal Ahmad ibn Hanbal oleh Ala’ al-Din al-Mardawi 3:456)
Sememangnya terkenal di mana Imam Ahmad r.a. membenarkan tawassul kepada Rasulullah s.a.w. secara khusus, berdasarkan dalil yang beliau sendiri riwayatkan dalam Musnad-nya tentang Saidina Uthman bin Hunaif r.a.. (rujuk Fusulun Fi Al-Aqidah oleh Dr. Al-Qaradhawi m/s: 261)
– Imam Malik. Seperti yang disebutkan oleh Al Allamah Ibn Hajar dalam Al Jauhar al Munazhzham dan Al Asqolani dalam Al Mawahib al Laduniyyah, dan As Samhudi dalam Khulashah al Wafa’ dan al Qadhi Iyadh dalam asy Syifa’ dengan sanad yang sahih dan selain dari mereka pun menyebutkan perkara yang sama.
– Al Allamah Asy Syihab ar Ramli Asy Syafie.
– Al Allamah Syaikh Ibn Muflih al Hanbali.
– Al Allamah Syaikh Ala’ ad Din Ali al Mardawi al Hanbali (lihat kitab al Inshaf 2/456)
– Al Allamah Syaikh Ahmad al Mardawi.
– Syaikh Yusuf an Nabhani.
– Al Allamah Syaikh as Samiri (pengarang at Talkhish) (Lihat Kasyf al Qina’, 2/29)
– Syaikh Muhammad al Hamid (lihat Rudud ala Abathil, m/s 25-26)
Dan ramai lagi. 
Tujuan wahhabi menuduh ulamak dan umat Islam sebagai nasrani, syiah, penyembah kubur tidak lain melainkan untuk mengkafirkan ulamak dan umat Islam !
Lihatlah ekstrimis dan batilnya ajaran ini yang bertentangan dengan al Quran dan as Sunnah serta amalan salafussoleh. Mereka mengkafirkan salafussoleh, ulamak-ulamak muktabar serta umat Islam.

12/10/2017 Posted by | Informasi, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

​HIMPUNAN HADIS DAN ATSAR SAHIH TENTANG SUNNAH BERZIKIR DAN MEMBACA AL-QURAN KEPADA SI MATI YANG DILAKUKAN OLEH RASULULLAH SAW, SAHABAT, TABIIN DAN TABI’ TABIIN SERTA IMAM SYAFI’I

HIMPUNAN HADIS DAN ATSAR SAHIH TENTANG SUNNAH BERZIKIR DAN MEMBACA AL-QURAN KEPADA SI MATI YANG DILAKUKAN OLEH RASULULLAH SAW, SAHABAT, TABIIN DAN TABI’ TABIIN SERTA IMAM SYAFI’I
KOMPILASI JAWAPAN HUKUM KENDURI TAHLIL ARWAH
Kalau Ada Orang Berkata Majlis Kenduri Arwah Itu Haram Maka Paste Sahaja Jawapan-Jawapan Ini
DALIL SAHIH RASULULLAH SAW BERZIKIR KEPADA KEPADA SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1246091832138447&id=990303737717259
DALIL SAHIH IBNU UMAR MEMINTA DIBACAKAN SURAH AL-BAQARAH UNTUK SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1249547855126178&substory_index=0&id=990303737717259
DALIL SAHIH TABIIN JABIR BIN ZAID MEMBACA AL-QURAN KEPADA SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1246267325454231&substory_index=0&id=990303737717259
DALIL SAHIH IMAM SYAFIE (TABI’ TABIIN) MENYUKAI DIBACAKAN AL-QURAN KEPADA SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1246248725456091&substory_index=0&id=990303737717259
DALIL SAHIH IBNU TAIMIYYAH MENGATAKAN SAMPAI PAHALA KEPADA SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1255260714554892&substory_index=0&id=990303737717259
DALIL SAHIH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB (PENGASAS WAHABI) MENGATAKAN SAMPAI PAHALA BACAAN KEPADA SI MATI
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1255268344554129&substory_index=0&id=990303737717259
KALAM IMAM SYAFIE MENYUKAI BACAAN AL-QURAN KEPADA SI MATI DAN LEMAHNYA QAUL MASYHUR YANG MENGATAKAN TIDAK SAMPAI PAHALA
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1257399024341061&substory_index=0&id=990303737717259
MOHON SEBARKAN !

11/10/2017 Posted by | Aqidah, Berita dan Isu Semasa, Bicara Ulama, Fiqh, Hadis, Ibadah, Informasi, Q & A (Soal Jawab) | Leave a comment

SEMPURNAKAH SOLAT KITA?

Dalam 13 rukun solat itu terdapat 3 rukun khusus.
Ramai yang SOLAT tetapi ramai juga yang solat ikut-ikutan dan tidak berapa faham cara solat yang sebenar yang boleh menjejaskan sah solat kita.

Rukun solat ada 13

1. Niat
2. Berdiri dengan betul
3. Takbiratul ihram
4. Membaca Al Fatihah
5. Rukuk
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk antara 2 sujud
9. Bacaan tahiyat akhir
10. Duduk tahiyat akhir
11. Selawat dalam tahiyat akhir
12. Salam
13. Tertib


Dalam 13 rukun itu dipecahkan kepada 3 bahagian

*I. Rukun Qalbi* iaitu rukun ke atas pekerjaan hati
*2. Rukun Fi’il* iaitu rukun ke atas perbuatan atau gerak kerja
*3. Rukun Qauli* iaitu rukun ke atas ucapan atau kata-kata di mulut.

Majoritinya ramai dari kita faham dan lulus 2 rukun pertama iaitu *Rukun Qalbi dan Rukun Fi’il* dan ramai yang melanggar *Rukun Qauli* terutamanya ke atas mereka yang menjadi makmum dalam solat.

*Kesalahan Rukun Qauli Yang Selalu Di Langgar Dalam Solat*
Ramai dari kita tidak kira samada ketika bersolat sendirian mahupun ketika berjemaah kita selalu *membaca bacaan-bacaan solat di dalam hati*

Kita ingat dengan bersolat begitu kita rasa kita sah tapi kita khuatir ianya tidak sah.
Ada juga yang seperti membaca di bibir tetapi rupa-rupanya hanya *bunyi angin yang keluar dari mulut yang tidak mengeluarkan bunyi bacaan* (Hanya bunyi angin sahaja).


*5 Rukun Qauli yang selalu kita langgar di dalam solat*

*1. Tidak takbir ‘Allahu Akbar’ dengan menyebut atau melafaz jelas di bibir*
*2. Tidak membaca Al Fatihah secara lafaz*
*3. Tidak membaca Tahiyat Akhir secara lafaz*
*4. Tidak membaca selawat secara lafaz di rakaat terakhir*
*5. Tidak memberikan salam ‘Assalamualaikum Warahmatullah’ dengan secara lafaz*


*Apa Maksud “Menyebut Dan Melafaz” ?

Dalam Rukun Qauli kita perlu menyebut atau melafaz bacaan yang perlu kita sebut dan lafazkan sehingga terdengar pada telinga kita sendiri.

Cukup sekadar untuk telinga kita sendiri dan tidak wajib ke atas semua bacaan solat tetapi pada *5 tempat*
*1. Semasa Takbiratul Ihram*
*2. Semasa membaca Al Fatihah*
*3. Semasa Tahiyat Akhir*
*4. Semasa membaca selawat pada rakaat terakhir*
*5. Semasa lafaz salam*

Oleh itu, perbaiki segera 5 Rukun Qauli ini untuk menjadikan solat kita sah dan sempurna

Jika solat yang selama ini kita lakukan tidak sempurna atau tidak sah, perlulah kita segera:
1. Taubat mohon keampunan dari Allah dan jangan di ulagi lagi kesalahan yang sama
2) Tuntut ilmu, belajar, ulangkaji, jangan melenting apabila di tegur, perbaiki diri dan kesilapan lalu..

*Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Pengampun*

Carilah ilmu yang sebenar dan beramal dengannya agar tidak rugi di dunia apatah lagi di akhirat nanti.

Ustaz Yunan A Samad

*Sebarkan kebaikan*
*Kongsikan kebahagiaan*

10/10/2017 Posted by | Fiqh, Ibadah | Leave a comment

GERAKAN ANTI MADZHAB

DIPELOPORI oleh ulama-ulama di bawah manakala Wahabi Salafi TEMPATAN bersama MENGJAHANAMKAN MAZHAB_kerana terpesona dengan tulisan dan fatwa ulama-ulama Anti-Mazhab.
.
Mula-mula gerakan Anti Mazhab ini di hembuskan oleh Ibnu Taimiyah, Ibnu Hazm, Ibnul Qayyim dan mulai terkenal saat di gaungkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab di Nejdi, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha di Mesir, serta Jamaluddin al-Afgani di Afganistan
.
Kesemuanya ulama-ulama diatas sepakat ANTI-MAZHAB secara tidak langsung ANTI-IMAM MUJTAHIDDIN MUTLAK (Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali ) menyebabkan umat Islam mundur dan di jajah kalau bertaqlid dengan Imam-imam Mazhab.
.
Gerakan Anti Mazhab yang di pelopori Muhammad Abduh di Mesir pada penghujung abad sembilan belas dan menjelang abad dua puluh banyak menarik perhatian umat Islam, baik di Mesir sendiri maupun negeri-negeri Islam lainnya. Muhammad Abduh berpendapat “ bahawa kemunduran umat Islam selama ini adalah karena mereka kehilangan kebebasan berfikir dalam menghayati kemurnian ajaran Islam. Mereka lebih suka TAKLID, mengikuti imam-imam madzhab daripada berfikir secara BEBAS. Akibatnya fikiran mereka menjadi BEKU, tidak mampu menghadapi tantangan zaman dan kemajuan orang-orang barat yang moden, bebas dan rasional. Bahkan selalu menjadi ridho bangsa yang terjajah ”.
.
Berlatar belakang dari pemikiran tersebut, Muhammad Abduh berusaha melepaskan belenggu TAKLID dan mengendurkan ikatan mazhab yang selama ini menjerat kebebasan umat Islam, serta membuka lebar-lebar pintu Ijtihad bagi mereka. Tidak peduli mereka itu benar-benar ahli dibidang itu atau tidak. Agar dengan kebebasan berfikir ini, mereka mengalami kemajuan dan sanggup menghadapi tantangan dunia moden sebagaimana halnya orang-orang barat.
.
Apakah modennya Mesir mengambil fahaman Muhammad Abduh boleh melepaskan dirikah dari Barat, Amerika kalau lah ya moden sangat? , Arab Saudi hamba Amerika_bani Saud dan Inggeris_Amerika Lawrence dan Muhammad Abdul Wahab sekarang hamba Israel. Indonesia masa era penjajahan pemuja Pan-Islamisme (ulama-ulamanya ANTI-MAZHAB) majukah? Pakistan dan Afghanistan negara tersebut pun terpesona dengan antimazhab memuja ulama rujukan yang memodenkan agama dengan slogan ‘kembali pada al Quran dan as Sunnah tanpa Ijma dan qiyas kerana beramal ikut MAZHAB mundur dan ikut hadits DHAIF, kita mesti tajdid dan Islah.
.
Kesannya pada ANTI-MAZHAB merapu menjadi huru-hara seperti di negara Arab sekarang hasil tajdid tafsiran ikut ulama-ulama Anti-Mazhab memburukkan wajah Islam yang dengan amalan JIHAD yang liar. Kepada penyokong Wahabi Salafi sedarlah FAKTA ini bukan PUSING FAKTA.
.
Pandangan Muhammad Abduh ini sejalan dengan pandangan Lord Kromer, yang mengatakan bahawa umat Islam selalu ketinggalan zaman dan sulit menyesuaikan diri dengan perkembangan kebudayaan barat (Eropah). Hal ini terjadi karena mereka masih kuat berpegang teguh dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang telah berabad-abad lamanya ditanamkan oleh para ulama’. Kemudian dalam rangka mengeluarkan umat Islam dari problematika ini, Lord Kromer memberikan solusi agar setiap orang Islam berani ber-ijtihad dan keluar dari belenggu mazhab yang hanya akan menjadikan kebekuan dan kejumudan cara pandang dan pemikiran mereka.
.
Gerakan anti madzhab ini tampak berhasil dalam menanamkan rasa kebanggaan pada kelompok moden, lebih-lebih bila dikaitkan dengan masalah kebangkitan umat Islam. Karena berfikir secara bebas, adalah simbol dari kemajuan berfikir, sedangkan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip tradisional adalah ciri dan watak kemunduran. Akan tetapi jika dikaitkan dengan perkembangan syari’at Islam sejak awal mula hingga kini, ternyata gerakan ini belum melahirkan budaya baru dalam masalah pembinaan hukum Islam. Karena Gerakan Anti Madzhab (yang diminati oleh pihak Wahabi Salafi) terus berputar-putar dalam arena yang sudah dipagari tembok mazhab yang kokoh dan belum mampu menciptakan arena baru yang lepas bebas dari kendali mazhab. Betul tak?
.
Jika dipelajari, dengan tekun, sadar dan insaf, fiqh Islam atau Ilmu hukum Islam yang ditulis oleh kelompok anti mazhab ini, tidak ada satupun masalah fiqh kajian mereka yang lepas dari kajian imam-imam mazhab, baik yang menyangkut masalah ubudiyah, muamalah, munakahah, jinayah dan lain-lainnya. Artinya, fiqh kajian mereka kalau tidak sesuai dengan mazhab Syafi’i, maka akan sesuai dengan mazhab Hanafi. Dan kalau tidak sesuai dengan mazhab Syafi’i dan Hanafi, maka akan sesuai dengan mazhab Maliki atau Hanbali. Demikian terus akan berputar dikalangan mazhab empat. Dan bila sama sekali tidak sesuai dengan mazhab empat, maka ada indikasi yang kuat kalau fiqh itu telah lepas dari rumpun ahlussunnah wal Jama’ah, atau bahkan telah keluar dari syari’at Islam, misalnya saja persyaratan-persyaratan yang ketat yang bertujuan melarang poligami, persamaan hak waris dan menjatuhkan thalak bagi laki-laki dan wanita dan lain-lain.
.
Apalagi buku-buku fiqh Islam yang dikarang oleh orang-orang yang anti madzhab, malah hampir seratus persen di serap dari kitab-kitab mazhab yang ada dengan variasi komentar yang bermacam-macam. Sedangkan material yang di bahas berkisar pada masalah-masalah hukum Islam yang sudah di bahas tuntas oleh imam-imam madzhab ratusan tahun yang lalu.
.
Sejauh usaha yang telah dicapai oleh golongan anti madzhab ini, hanyalah melakukan perbandingan disana-sini, kemudian dipilih mana yang lebih cocok dengan penilaian dan selera, atau hanyalah merupakan pengembangan dari apa yang telah dirintis oleh para ulama mazhab dahulu kala. Sebut saja kitab “Muqoronatul Madzhab fil Fiqh”, karangan Prof. Mahmud Syaltut dan Prof. Ali As-Syais, hanyalah sebagian kecil, kalau dibandingkan dengan Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab karangan Imam Nawawi.
Sumber : “alla Madzhabiyyah akhtharu bid`atin tuhaddidusy Syarii`atal Islamiyyah”. Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi
.
Sekian, wassalam.

04/10/2017 Posted by | Bicara Ulama, Informasi, Uncategorized | Leave a comment

   

%d bloggers like this: