Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

AMALAN YANG SETARA HAJI DAN UMRAH

4 AMALAN YANG SETARA HAJI DAN UMRAH

Allah Maha Pemurah, diantara sifat Maha Pemurah Allah, Allah mensyariatkan amal-amal yang ringan dikerjakan namun pahalanya (balasan kebaikannya) berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan amal-amal ini, kita sebagai umat manusia yang ditakdirkan Allah memiliki usia yang pendek, rata-rata antara 60-70 tahun boleh mengoptimamkan usia kita untuk mendapatkan balasan kebaikan dari Allah yang berlipat ganda. 

Diantara amal-amal ringan tapi berpahala besar adalah amal-amal yang pahalanya setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. 

Amalan-amalan tersebut diantaranya:

1. KELUAR DARI RUMAH MENUJU SOLAT FARDHU DI MASJID DALAM KEADAAN BERWUDHU.

Dari ABu Umamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan solat fardhu, pahalanya seperti pahala haji orang berihram.” (Shahih: Shahih Abu Dawud, no 558)

2. SOLAT SUBUH BERJEMA’AH DI MASJID KEMUDIAN DUDUK BERDZIKIR SAMPAI TERBIT MATAHARI LALU SOLAT 2 RAKA’AT

مَنْ صَلَّىالْغَدَا ةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda, ” Barangsiapa Solat Subuh berjemaah lalu duduk berzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian solat 2 raka’at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (Hasan: Shahih At-Tirmidzi, no. 480, 586; Shahih At-Targhib wa AT-Tarhib, no. 464; Ash-Shahihah, no. 3403). 

Dalam hadits lain, dari Abu Umamah dan ‘Utbah bin ‘Abd, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa solat Subuh dalam sebuah masjid secara berjema’ah lalu tinggal di dalamnya hingga ia Solat Dhuha, maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang haji dan umrah yang sempurna haji dan umrahnya.” (Hasan li ghairihi: Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 469).

Dalam hadits-hadits diatas, Rasulullah menyebutkan zikir secara umum. Masuk dalam zikir adalah ta’lim/kajian Islam. 

Selain lebih banyak faedahnya karena mempelajari ilmu syar’i, juga karena lebih meringankan jiwa yang terkadang malas berzikir sendiri dalam waktu yang cukup lama.

3. MEMPELAJARI ATAU MENGAJARKAN KEBAIKAN DI MASJID

Dari Abu Umamah, Nabi saw bersabda,” Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak menginginkan kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti pahala orang haji sempurna hajinya.”. 

Dalam riwayat lain dengan, “Barangsiapa berangkat di pagi hari menuju masjid, ia tidak menginginkan kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala orang yang melaksanakan umrah dengan umrah yang sempurna. Dan barangsiapa berangkat sore hari menuju masjid, ia tidak menginginkan kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala orang yang naik haji dengan haji yang sempurna.”(Hasan Shahih: Shahih At-Targhib wa AT-Tarhib no 82).

Perlu diketahui, pahala ini boleh didapati dengan syarat, pelaku sebelum masuk ke dalam masjid, di perjalanan menuju masjid, atau masih dirumah, haruslah berniat untuk mempelajari atau mengajarkan kebaikan. Nabi dalam hadits diatas tidak menetapkan durasi waktu tertentu.

4. MELAKSANAKAN SOLAT FARDHU BERJEMA’AH DAN SOLAT DHUHA DI MASJID

Dari Abu Umamah, Rasulullah s.a.w bersabda,” Barangsiapa berjalan menuju berjema’ah solat wajib, maka dia seperti berhaji. Dan barang siapa berjalan menuju solat tathawwu'(sunnah) maka dia seperti berumrah yang nafilah (istilah lain sunnah).” (Hasan: Shahih Al-Jami’ no. 6556), dalam hadits yang lainnya, Rasulullah bersabda,” Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk solat fardhu maka pahalanya seperti pahala orang haji yang berihram, Dan barangsiapa keluar solat Dhuha dia tidak bermaksud kecuali itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan solat sesudah solat yang tidak ada perbuatan sia-sia di antara keduanya ditulis di kitab ‘Illiyyin.”( Shahih: Shahih Sunan Abu Dawud, no. 522;Shahih Al-Jami’ no. 6228)

Itulah beberapa amalan yang pahalanya setara dengan pahala orang yang sedang berhaji dan berumrah. 

Perlu diingat, amal-amal ini tidak  menggugurkan kewajiban berhaji dan berumrah. Orang-orang yang telah mengerjakan amal-amal ini tetap wajib melaksanakan ibadah haji dan umrah. Al-Munawi dalam Al-Faidh Al-Qadiir jilid 6 hal. 228, “makna mendapat pahala haji atau mendapat pahala seperti pahala haji, tetapi tidak harus sama persis.” Maka, amal-amal yang berpahala seperti/setara pahala haji dan umrah itu tidak menghapus kewajiban haji dan umrah.

Seandainya amal-amal itu boleh mengganti kewajiban haji dan umrah atas setiap muslim, maka tidak akan ada orang yang melaksanakan haji dan umrah sejak zaman Nabi Muhammad. Nabi Muhammad yang mensosialisasikan amal-amal tersebut saja tetap melakukan haji dan umrah, demikian juga para pengikut beliau yang setia. Maka sebuah bid’ah dan kesesatan jika seseorang yang tidak berhaji dan berumrah dengan alasan telah beramal dengan amal-amal berpahala seperti pahala dan haji.

Rujukani: Ath-Thaybah edisi Dzul Qa’dah 1431

[Sumber: http://oxyprimasetiya.blogspot.my/2012/02/4-amalan-yang-setara-haji-dan-umrah.html?m=1%5D

24/08/2017 - Posted by | Ibadah, Informasi, Tazkirah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: