Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Status Telinga Berdengung/Berdesing/Berdering

(Bicara Hadith Bersama Ustaz Mohd Khafidz Soroni – KUIS)

image

Soalan :
JANGAN ABAIKAN SAAT TELINGA BERDEGUNG / BERDERING / BERDESING…

Itu maknanya…???

Assalammu’alaikum…
“Telinga berdegung / berdering / berdesing adalah panggilan baginda Nabi Muhammad SAW…”

Ramai orang yang bertanya seperti ini…
“Mengapa kadang-kadang telinga bersuara “NGING”…???

Apa sebabnya…???

Dan…
Tidak kurang juga diantara kita yang mengatakan sebab tidak berpedoman , bertahayul dan sangkaan buruk terhadap perkara itu…

Tetapi…
Sesungguhnya suara “NGING” dalam telinga itu adalah Sayyidina Rasulullah SAW sedang menyebut orang yang telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yang tertinggi iaitu (Malail A’laa) dan supanya dia ingat kepada Sayyidina Rasulullah SAW…
Lalu membaca Selawat keatas junjungan NABI MUHAMMAD SAW…
Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab (AZIZI ‘ALA JAMI’USH SHAGHIR)…

“Jika telinga salah seorang kalian bedengung / berdering / berdesing (NGING)…

Maka…
Dia hendaklah mengingat aku (Sayyidina Rasulullah SAW)…
Lalu membaca SELAWAT kepadaku dan mengucapkan ;
“DZAKARALLOHU MAN DZAKARONII BIKHOIR” yang ertinya…
“Allah ta’ala akan mengingatkan , yang mengingatku dengan kebaikan…”
IMAM Nawawi Berkata ;

Sesungguhnya…
Telinga itu berdengung / berdering / berdesing hanya ketika datang berita baik ke Ruh/Roh bahawa Sayyidina Rasulullah telah menyebutkan orang ( Si pemilik telinga yang berdengung / berdering / berdesing “NGING” ) tersebut dengan kebaikan di Al Mala’Al A’la iaitu (majlis tertinggi) di alam Ruh/Roh…

[Kitab AZIZI ‘ALAL JAMIUSH SHAGIR]

Sampaikanlah pada orang lain…
Maka…
Ia akan menjadi SEDEKAH jariyah pada setiap orang…
Dan…
Jika dia mengamalkanya…
Maka kita juga akan ikut mendapatkan pahala sampai hari kiamat…
In Shaa ALLAH…
Aamiin…
Betul tak keterangan di atas ?

Jawapan :
Insya Allah..
Matan hadis:
إذا طنَّتْ أذنُ أحدِكم فليذكرنى وليصلِّ عليَّ وليقلْ: ذكر اللهُ مَنْ ذكَرَنى بخيرٍ.
Hadis tersebut daif (pnilaian pertengahan antara yang kata hasan dan yang kata palsu). Maka, harus diamalkan dalam bab fadha’il amal.

Sebab itu anjuran pengamalannya disebutkan dalam kitab2 amal, seperti ‘Amal al-Yaum wal-Lailah oleh Imam Ibn as-Sunni, kitab ad-Da‘awat oleh Imam al-Baihaqi, Ihya’ ‘Ulumiddin oleh Imam al-Ghazali, al-Azkar oleh Imam an-Nawawi, al-Hisn al-Hasin oleh Imam al-Jazari, al-Qaul al-Badi‘ oleh al-Hafiz as-Sakhawi dan lain-lain..

Wallahu a’lam bissowab

Advertisements

28 May 2016 - Posted by | Bicara Ulama, Hadis, Q & A (Soal Jawab)

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: