Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

MENGUSAP KUBUR

MENGUSAP KUBUR – pernah dibuat oleh salafussoleh

1. Abdullah bin Ahmad bin Hanbal bertanya kepada ayahnya tentang seorang lelaki yang mengusap kubur Nabi s.a.w. dan mimbar, lalu Imam Ahmad menjawab:
“Tidak mengapa begitu”.

[Iqthida’ As-Sirat Al-Mustaqim m/s 401]

Sahabat Abu Ayyub al Ansori telah diriwayatkan mencium makam Nabi :
“Dawud ibn Salih berkata: pada suatu hari Marwan melihat seorang laki-laki menaruh wajahnya di atas makam Nabi sall llahu ‘alayhi wasallam. Marwan menegurnya, “Kau tahu apa yang kau lakukan?” Ketika Marwan sampai di dekatnya, orang tersebut menoleh dan memperlihatkan wajahnya ternyata orang tersebut adalah Abu Ayyub al-Ansari [salah seorang sahabat besar dari golongan Ansar). Sayyidina Abu Ayyub Al-Ansari radiyAllahu ‘anhu. berkata: “Ya, Aku datang kepada Nabi, bukan mendatangi batu. Aku mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Jangan tangisi agama apabila diurus oleh ahlinya. Akan tetapi tangisilah apabila diurus oleh bukan ahlinya”

(Hadits riwayat Ibn Hibban dalam Shahihnya, Ahmad (5:422), Tabrani dalam Mu’jamul Kabir (4:189), Awsat, Ibnu Hajar Haythami dalam al-Zawa’id (5:245), al-Hakim dalam kitab Mustadrak (4:515), Tabrani dan al-Hakim, al-Subki dalam Syifa’ al-siqam (p. 126), hadits ini dishahihkan oleh IBNU HAJAR AL ASQALANI dan ADZ DZAHABI)

Sumber :

1. Muhadir bin Haji Joll, Persoalan Khilafiyyah & Penjelasan Ulama Inilah Jawapannya.., m.s 335-338, Cetakan Pertama 2011, Mawleed Publishing Sdn Bhd, Kuala Lumpur.

2. http://akitiano.blogspot.com/2010/11/pembelaan-terhadap-wahbah-al-zuhayli.html

3. http://drasmadinet.blogspot.com/2009/09/isu-tawassul.html

4. Ustaz Abu Muhammad : bahrusshofa.blogspot.com/2006/10/tunggu-kubur.html

5. Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi, Salah Faham Terhadap Bid’ah, al Bid’ah fi al mafhum al islami ad daqiq, Darul Nu’man, 2002, Kuala Lumpur.

6. K.H Sirajuddin, 40 Masalah Agama, Cet 37 2001, Pustaka Tarbiyah Jakarta.

7. Al Bayan – Al Qawin li Tashbih Ba’dhi al Mafahim, “Penjelasan Terhadap Masalah-masalah Khilafiah”. Prof Dr Ali Jum’ah, 2008, Penerbitan Dar Hakamah, Selangor

8. Drs. K.H.M Sufyan Raji Abdullah Lc, Menyikapi Masalah-masalah Yang Dianggap Bid’ah, Cet 1 2010, Jilid 2, Pustaka Al Riyadhi, Indonesia

9. http://www.mufti.gov.bn/irsyad/pelita/2010/bil18-2010.pdf

25 May 2016 - Posted by | Hadis, Ibadah, Q & A (Soal Jawab)

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: