Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

MEMBACA AL QURAN DI KUBUR

image

MEMBACA AL QURAN DI KUBUR – merupakan amalan yang diajar oleh salafussoleh

1. Ibn Hibban dalam kitab sahihnya meriwayatkan hadith Jundab bin AbdiLLah, RasuluLlah sallaLLahu ‘alaihi wasallam bersabda yang bererti :

“Surah al Baqarah adalah tulang belakang al Quran, ia diturunkan oleh lapan puluh malaikat dengan membawa satu persatu ayat. Sedangkan ayat kursi diturunkan dari bawah Arsy’. kemudian ia dikumpulkan dengan ayat-ayat surah al Baqarah. Surah Yasin pula adalah hati al Quran, tidak ada orang yang membacanya dengan mengharap redha ALlah dan pahala akhirat melainkan dia akan mendapat ampunan dari-Nya. Bacalah surah Yasin untuk saudara-saudara kamu yang telah meninggal dunia.”

(Ditakhrij oleh Ibn Hibban di dalam Kitab Sahihnya pada bab Fadhilat Surah al Baqarah. Demikian juga al Haithami meriwayatkannya di dalam kitab Mawarid al Dzam’an, (jilid V, h 397). Imam Ahmad juga meriwayatkannya di dalam al Musnad dari Ma’qal bin Yasar (jilid v h 26). Al Haithami mengulas hadith tersebut di dalam kitab Majma’ al Zawaid, “Hadith tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, di dalamnya ada salah seorang perawi yang tidak disebut namanya, bagaimanapun perawi perawi lainnya adalah sahih (jilid VI h 311)

2. Imam Syafi’i :

قال الشافعى : وأحب لو قرئ عند القبر ودعى للميت
“asy-Syafi’i berkata : aku menyukai seandainya dibacakan al-Qur’an disamping qubur dan dibacakan do’a untuk mayyit”

(Lihat : Ma’rifatus Sunani wal Atsar [7743] lil-Imam al-Muhaddits al-Baihaqi)

Juga disebutkan oleh al-Imam al-Mawardi, al-Imam an-Nawawi, al-Imam Ibnu ‘Allan dan yang lainnya dalam kitab masing-masing yang sebagai berikut :

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمه اللَّه: ويُسْتَحَبُّ أنْ يُقرَ أَ عِ ندَه شيء مِنَ القُرآنِ، وَإن خَتَمُوا القُرآن عِنْده كانَ حَسناً
“Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata : disunnahkan agar membaca sesuatu dari al-Qur’an disisi quburnya, dan apabila mereka mengkhatamkan al-Qur’an disisi quburnya maka itu bagus”

(Lihat : Riyadlush Shalihin [1/295] lil-Imam an-Nawawi ; Dalilul Falihin [6/426] li-Imam Ibnu ‘Allan ; al-Hawi al-Kabir fiy Fiqh Madzhab asy-Syafi’i (Syarah Mukhtashar Muzanni) [3/26] lil-Imam al-Mawardi dan lainnya)

3. Imam Nawawi berkata

“Adalah sunnah hukumnya bagi para penziarah kubur untuk mengucapkan salam kepada mereka (penghuni kubur), mendoakan kepada orang yang diziarahi dan juga kepada ahli kubur semuanya. Lebih utama lagi, jika penziarah itu membaca doa-doa yang telah diterangkan dalam al hadith. Dan hukumnya sunnah pula membaca ayat-ayat al Quran dan setelah itu mendoakan para penghuni kubur. Ini semua adalah nas (pendapat) dari Imam al Syafie dan disepakati oleh murid-muridnya (para pengikutnya)

4. Imam al Nawawi, al majmu’ syarh al muhazzab jilid V h 286.

Majoriti para ulamak antaranya Imam Ahmad Ibnu Hambal dalam salah satu pendapatnya, Muhammad Ibnu Hassan, Imam Abu Hanifah dalam satu pendapatnya, para ulamak mutaakhirin Malikiyah dan As SYafi’eyyah berpendapat bahawa membaca al Quran di kuburan setelah mayat dikubur boleh (ad Duur al Muhtar wa raddu al Muhtar I/884. Fath al Qadir I/473. Syarh al Risalah I/289, Mughniy al Muhtaj III/69-70, Al Mughniy II/566-570, Kasyaf al Qona’ II/191, al Muhadzab I/464, al Syarh al Saghir I/568)

Sumber :

1. Muhadir bin Haji Joll, Persoalan Khilafiyyah & Penjelasan Ulama Inilah Jawapannya.., m.s 335-338, Cetakan Pertama 2011, Mawleed Publishing Sdn Bhd, Kuala Lumpur.

2. http://akitiano.blogspot.com/2010/11/pembelaan-terhadap-wahbah-al-zuhayli.html

3. http://drasmadinet.blogspot.com/2009/09/isu-tawassul.html

4. Ustaz Abu Muhammad : bahrusshofa.blogspot.com/2006/10/tunggu-kubur.html

5. Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi, Salah Faham Terhadap Bid’ah, al Bid’ah fi al mafhum al islami ad daqiq, Darul Nu’man, 2002, Kuala Lumpur.

6. K.H Sirajuddin, 40 Masalah Agama, Cet 37 2001, Pustaka Tarbiyah Jakarta.

7. Al Bayan – Al Qawin li Tashbih Ba’dhi al Mafahim, “Penjelasan Terhadap Masalah-masalah Khilafiah”. Prof Dr Ali Jum’ah, 2008, Penerbitan Dar Hakamah, Selangor

8. Drs. K.H.M Sufyan Raji Abdullah Lc, Menyikapi Masalah-masalah Yang Dianggap Bid’ah, Cet 1 2010, Jilid 2, Pustaka Al Riyadhi, Indonesia

9. http://www.mufti.gov.bn/irsyad/pelita/2010/bil18-2010.pdf

25 May 2016 - Posted by | Hadis, Ibadah, Q & A (Soal Jawab)

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: