Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Apakah mazhab akidah MAJORITI para Alim Ulama?

Apakah mazhab akidah MAJORITI para Alim Ulama?

al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi berkata:
ثُمَّ بَعْدَهُمْ شَيْخُ النَّظَرِ وَإِمَامُ اْلآَفَاقِ فِي الْجَدَلِ وَالتَّحْقِيْقِ أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ اْلأَشْعَرِيُّ الَّذِيْ صَارَ شَجاً فِيْ حُلُوْقِ الْقَدَرِيَّةِ …. وَقَدْ مَلأَ الدُّنْيَا كُتُبُهُ، وَمَا رُزِقَ أَحَدٌ مِنَ الْمُتَكَلِّمِيْنَ مِنَ التَّبَعِ مَا قَدْ رُزِقَ، لِأَنَّ جَمِيْعَ أَهْلِ الْحَدِيْثِ وَكُلَّ مَنْ لَمْ يَتَمَعْزَلْ مِنْ أَهْلِ الرَّأْيِ عَلىَ مَذْهَبِهِ.
“Pada generasi berikutnya adalah Guru Besar pemikiran dan pemimpin berbagai daerah dalam hal perdebatan dan penelitian, Abu al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari yang telah menjadi kesedihan dalam kerongkongan kaum Qadariyah … Buku-bukunya telah memenuhi dunia. Tak seorang pun dari ahli kalam yang memiliki pengikut sebanyak beliau, karena semua ahli hadits dan semua ahl al-ra’yi yang tidak mengikuti Mu’tazilah adalah pengikut madzhabnya”. (Al-Baghdadi, Ushul al-Din, hal. 309-310).
al-Imam Tajuddin al-Subki juga berkata:
وَهُوَ يَعْنِيْ مَذْهَبَ اْلأَشَاعِرَةِ مَذْهَبُ الْمُحَدِّثِيْنَ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا.
“Madzhab Asya’irah adalah madzhab para ahli hadits dulu dan sekarang”. (Al-Subki, Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra, juz 4, hal. 32.)

Jika kita renungi dan melihat kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah, maka kita akan mengetahui bahawa mereka adalah para pembawa warisan ilmu Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah para perawi hadits imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, Malik, Ahmad bin Hanbal, ath-Thabrani, ad-Daruquthni, Sa’id bin Manhsur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, ath-Thayalisi, Abu ‘Awanah, ad-Darimi, al-Bazzar, Abu Ya’la dan lainnya. Mereka kalangan al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah menjadi para perawi imam-imam Hadits tersebut.

Tidak anda temukan satu sanad pun yang menyampaikan anda pada satu kitab, kecuali sanadnya ada dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah. Dan anda akan menemukan bahwa mereka adalah para perowi kitab hadits dan para pensyarah al-Bukhari seperti al-Kirmani, Ibnu Baththal, Ibnul Arabi, Ibnu ath-Thin, al-‘Aini, al-Qasthalani dan lainnya. Para pesnyarah Muslim seperti imam Nawawi, ‘Iyadh, al-Qurthubi, al-Ubay, as-Sanusi dan selainnya, demikianlah seterunsya anda akan menemukan bahwa merekalah para perowi dan pensyarah hadits. Mereka para musnid (pemilik sanad) kepada kitab-kitab hadits dan syarahnya. Mereka juga para perowi al-Quran dengan qiro’ahnya dan paa penafsir al-Quran.

Setiap orang di muka bumi ini yang membaca al-Quran dengan qiro’ah riwayat Hafsh dari ‘Ashim, maka sudah pasti dan wajib sanadnya melalui al-Muzahi, al-Asqathi, asy-Syibramilisi, Abdurrahman al-Yamani, an-Nashir ath-Thbalawi dan syaikh Islam Zakariyya al-Anshari. Sedangkan mereka semua adalah dari kalangan al-Asy’ariyyah. Demikian juga dalam ilmu Nahwu dan para pengarang kamus Mu’jam, seperti al-Jauhari, Ibnu Mandzhur, al-Fairus Abadi, al-Fayumi, az-Zubaidi, mereka semua dari kalangan al-Asy’ariyyah. Anda juga akan mendapatkan bahwa para ulama ahli fiqih madzhab Malikiyah, Syafi’iyyah, Fudhala Hanabilah adalah mayoritas dari kalangan al-Asy’ariyyah, sedangkan Hanafiyyah dari kalangan al-Maturudiyyah. Demikian juga dalam ilmu hadits, semua dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah.

Sungguh tidaklah kita membaca satu kitab hadits pun dengan sanadnya, pasti akan melalui perawi-perawi yang berakidahkan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah dan bersandar kepada mereka. Maka jika ada segelintir orang yang menghina/menyesatkan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah maka mereka adalah orang yang bakal ditimpa kecelakaan atau Jika ada yg mengatakan Asyaariyah bukan majoriti maka sungguh mereka dari golongan yg jahil.

Ini kerana al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah mengisi di semua bidang keilmuan agama, mereka al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah para perawi dan penaqal hadits, para pensyarah hadits, para perowi qiro’ah al-Quran, para ulama ahli fiqih, para ulama ahli Nahwu dan lainnya. Dan segelintir orang yang menghina ini, pasti dan senantiasa memerlukan selamanya kepada para ulama al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah dalam semua bidang ilmu agama Islam.

Tidak akan sah sanad keilmuan mereka dalam al-Quran, hadits, bahasa dan fiqih, kecuali perawi dan rijalnya dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah. Karena para ulama al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah mengisi semua sanad keilmuan.

Rujujan: http://www.aswj-rg.com/2014/01/imam-abul-hasan-al-asyari-dan-asyariyyah.html

(Sumber: Ahlussunnah Wal Jamaah Research Group – Johor)

14 May 2016 - Posted by | Ibadah, Informasi, Tazkirah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: