Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Siapa yang melecehkan ulama akan hilang akhiratnya

– Siapa yang melecehkan ulama, akan hilang akhiratnya.
– Siapa yang melecehkan umara’ (pemerintah), akan hilang dunianya.
– Siapa yang melecehkan teman-temannya, akan hilang kehormatannya.

Aku dapati ada beberapa ustaz dan ulama sijil zaman ini memanggil dengan beberapa gelaran yang langsung tidak menunjukkan hormat pada usaha kebaikan dan ketinggian ilmu ulama zaman dulu.. Contohnya pada Imam as Syafii dipanggil pi’e. Pada imam Ahmad dipanggil Mamat. Dan lain lainnya.. Tak tergamak nak tulis.

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah : “Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka ia akan sakit. Siapa yang memakannya maka ia akan mati.”

Mencela ulama merupakan sebab terbesar bagi seseorang untuk terhalang dari dapat mengambil faedah dari ilmu para ulama.

Berkata Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Dunia itu seluruhnya gelap, kecuali majlis-majlisnya para ulama.”

Beberapa sebab yang menyebabkan manusia tidak menghormati para ulama.

Diantaranya:

1. Belajar sendiri atau hanya berguru kepada kitab tanpa mau duduk di majlis para ulama

Diantara dampak buruk dari belajar sendiri adalah :

* Orang ini akan mengukur dengan keadaan dirinya sendiri, sehingga dengan mudahnya dia memandang dirinya sebagai orang alim

* Orang ini akan kehilangan suri tauladan dalam adab dan akhlak

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata : “Siapa yang bertafaqquh dari perut-perut kitab, maka ia akan menyia-nyiakan hukum.” Kemudian beliau bersya’ir :
Siapa yang mengambil ilmu langsung dari guru,
maka dia akan terhindar dari kesesatan
Siapa yang mengambil ilmu dari buku-buku,
maka ilmunya di sisi para ulama seperti tidak ada..

2. Sifat belagak tahu semua

Orang yang belagak tahu dan merasa pintar, maka akan didapati mereka adalah orang-orang yang dangkal ilmunya akan tetapi memposisikan diri mereka seperti ulama, maka mereka itu akan ditimpa oleh penyakit ujub (bangga kepada dirinya sendiri).

Berkata Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallohu ‘anhuma: Orang yang paling tertipu adalah orang para qari’ (pembaca al-qur’an) akan tetapi ia tidak faham apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian dia mengajar anak-anak dan wanita , yang dengan itu dia merasa besar kemudian berani mendebat para ulama.”

3. Terpengaruh oleh kebebasan berpendapat gaya barat (anak didik yahudi)

Sehingga menganggap setiap orang boleh berbicara tentang agama menurut akal mereka walaupun tanpa ilmu. Sebagaimana hal ini banyak kita lihat dan saksikan pada zaman kita ini. Di mana orang yang paling awam tentang agama berbicara dengan sebebas-bebasnya tentang agama ini, mengatakan seenaknya tentang kitab Allah danSunnah NabiNya lalu sebebasnya mencela ulama dulu dulu yang mereka tidak suka dengannya. Tujuannya pastilah untuk menjanakan perpecahan dan mengangkat diri sebagai ulama yang terbaik.

Cara berguru bagi penuntut ilmu:

* Jika ia termasuk penuntut ilmu pemula, maka hendaknya ia mengambil ilmu dari satu guru agar tidak dibingungkan dengan berbagai pendapat-pendapat
* Jika ia termasuk orang yang mulai baik keilmuannya maka hendaknya ia belajar dari beberapa guru agar keilmuannya semakin luas dan pandangannya semakin terbuka.

Termasuk akhlaq yang tercela adalah apabila ada seorang penuntut ilmu yang menghibah gurunya karena kesalahan dari gurunya yang diketahui olehnya.

Orang yang merasa lezat dengan menghibah para ulama maka ia akan diberikan su’ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek)

Dari Abu Hurairah ”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi waliKu, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya… [HR. Al Bukhari]

Sebelum menghina beberapa ulama yang kamu tidak suka, semak bebaik amalan kamu dan ilmu kamu adakah setara mereka. Ambil contoh dari Imam as Syafii je cukup dah.. Umur kamu 9 tahun kamu dah seperti Imam Syafii atau Imam al Ghazali ke yang dah khatam hafal quran dan kitab hadis. Sedangkan umur kamu sipencela masa tu masih berbogel lagi dan hingus  pun tak pandai nak cuci lagi. Umur belasan Imam Syafii dah berfatwa mengajar sebahagian ulama, sedangkan kamu umur belasan tahun muqqadam pun belum lancar lagi.. Oleh itu cermin diri dulu bebaik sebelum nak melecehkan para ulama dulu.

Kamu cuma berani meleceh ulama yang dah jadi mayat mayat yang tak mampu menjawab lagi.

Sumber: Talaqi Kitab di Kelantan

13/04/2016 - Posted by | Politik dan Dakwah, Renungan & Teladan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: