Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Kisah Rasulullah SAW bersama Pemuda Ahli Syruga


3 Amalan Seorang Pemuda Hingga Di Sebut Ahli Syurga? Bagaimanakah Dengan Hanya 3 Amalan Beliau Digelar Ahli Syurga?? ikuti Kisah Ini

“Di salah satu sudut Masjid Nabawi terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruang khadimat.

Dahulu di tempat itulah Rasulullah SAW Sentiasa berkumpul bermusyawarah bersama para Shahabatnya radhiallaahu ‘anhum. Di sana Beliau Rasulullah SAW memberi taushiyyah, bermudzakarah, dan ta’lim. Suatu ketika, saat Rasulullah SAW memberikan taushiyyahnya, tiba-tiba Beliau SAW berucap,

“Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga.”

Para Shahabat r.hum pun saling Memandang Antara satu Sama Lain , di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu ‘anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu ‘anhu, Umar bin Khattabradhiallaahu ‘anhu, dan beberapa Shahabat lainnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang Kelihatan Sangat sederhana. Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu.

Di tangan kirinya Memegang sandalnya yang sederhana Juga. Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para Shahabatnya, Beliau Rasulullah SAW pun berucap,

“Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga.”

Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana. Para Sahabat yang berkumpul pun Mula hairan , siapa dengan pemuda sederhana itu? Bahkan Hingga kali Ketiga Rasulullah SAW mengatakan hal yang sama.

Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga. Seorang Shahabat, Mu’adz bin Jabbalradhiallaahu ‘anhupun berasa penasaran. Amalan apa yang dimiliki Pemuda Itu sampai Rasul menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu’adzradhiallaahu’anhu berusaha mencari Jawapan. Ia berdalih sedang Bertengkar dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu’adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.

Malam pertama, ketika Mu’adz bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu subuh. pada Waktu shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih Tidak Lancar, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Mu’adz bergegas menunaikan solat dhuha, sementara pemuda itu tidak.

Keesokkannya, Mu’adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah Tidak Lancar dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak solat dhuha. Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan di hari itu Mu’adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum sunnah.

Mu’adz pun semakin Hairan dengan ucapan Rasulullah SAW. Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli surga. Hingga Mu’adz pun langsung mengungkapkan Kehairanannya pada pemuda itu.

“Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga.

Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan. Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa solat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak. Lalu amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli surga?”

“Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud.

Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu s0lat dhuha. Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah. Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan.”

“Amalan apakah itu???”

“Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu bapakku, isteri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku.

Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku.”

kisah Pemuda Ahli Syurga

“Subhanallah…kemudian apa??”

“Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Kerana yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan.”

“Subhanallah…lalu kemudian??”

“Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali silaturrahim. Menjalin hubungan baik dengan siapapun. Dan menyambungkan kembali tali silaturrahim yang Sudah terputus.”

“Demi Allah…engkau benar-benar ahli surga.

Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan.”

~Wallahu a’lam Semoga Memberi Pengajaran Kepada Kita Semua!!

2 December 2015 - Posted by | Tazkirah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: