Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

CIRI-CIRI KHAS MUFTI ULAMA DAN ASATIZAH WAHABI

image

Orang awam wajib tahu dan lari daripada fahamannya.

1. Fatwa para ulama Wahabi Salafi berkisar pada (a) bid’ah; (b) syirik; (c) kufur; (d) syiah (e) al-Ahbash kepada kelompok Islam atau muslim lain yang tidak searah dengan mereka. Kita akan sering menemukan salah satu dari 5 kata itu dalam setiap fatwa mereka.
.
2. Dalam memberi fatwa, tokoh utama ulama Wahabi Salafi akan langsung berijtihad sendiri dengan mengutip ayat dan hadits yang mendukung. Atau, kalau mengutip fatwa ulama, mereka akan cenderung mengutip fatwa dari IBNU TAIMIYAH ATAU IBNUL QAYYIM. Selanjutnya, mereka akan membuat fatwa sendiri yang kemudian akan menjadi dalil para pengikut Wahabi. Dengan kata lain, pengikut Wahabi hanya mau bertaklid pada ulama Wahabi.
.
3. Tokoh atau ulama Wahabi Salafi level kedua ke bawah akan cenderung menjadikan fatwa tokoh Salafi level pertama sebagai salah satu rujukan utama. Atau kalau tidak, akan memberi fatwa yang segaris dengan ulama Wahabi level pertama.
.
4. Kalangan ulama atau tokoh Wahabi Salafi tidak suka atau sangat jarang mengutip pendapat ULAMA SALAF SEPERTI ULAMA MAZHAB YANG EMPAT dan yang lain kecuali MAZHAB HANBALI yang merupakan tempat rujukan asal mereka dalam bidang fiqh walaupun tidak mereka akui secara jelas. Hanya pendapat IBNU TAIMIYAH dan IBNU QAYYIM yang sering dikutip untuk pendapat ulama di atasnya MUHAMMAD IBNU ABDIL WAHHAB terutama dalam bidang yang menyangkut aqidah.
.
5. Di mata ulama Wahabi, perayaan keislaman yang boleh dilakukan hanyalah hari raya idul fitri dan idul adha. Sedangkan perayaan yang lain seperti maulid Nabi Muhammad, peringatan Isra’ Mi’raj dan perayaan tahun baru Islam dianggap haram dan bid’ah.
.
6. Gerakan-gerakan atau organisasi Islam yang di luar Wahabi Salafi atau yang tidak segaris dengan manhaj (aturan standar ideologi) Wahabi akan mendapat label syirik, kufur atau bid’ah.
.
7. Semua lulusan universiti Arab Saudi dan afiliasinya adalah kader Wahabi Salafi. Melainkan terbukti sebaliknya.
.
8. Pengikut/aktivis Wahabi Salafi tidak mau taklid (mengikuti pendapat) ulama salaf (klasik) dan khalaf (kontemporer), tapi dengan senang hati taklid kepada pendapat dan fatwa ulama-ulama Wahabi Salafi atau fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’ (اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد) dan lembaga serta ulama-ulama yang menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (هيئة كبار العلماء) yang nama lengkapnya adalah Ar-Riasah al-Ammah lil Buhuts wal Ifta’ (الرئاسة العامة للبحوث العلمية والإفتاء).
.
9. Pengikut/aktivis sangat menghormati ulama-ulama mereka dan selalu menyebut para ulama Wahabi dengan awalan Syeikh dan kadang diakhiri dengan rahimahu-Llah atau hafidzahulLah. Seperti, Syeikh Utsaimn, Syeikh Bin Baz, dll. Tapi, menyebut ulama-ulama lain cukup dengan memanggil namanya saja.
.
10. Ulama Wahabi Salafi utama (kecuali Nashiruddin Albani yang asli Albania) majoriti berasal dari Arab Saudi dan bertempat tinggal di Arab Saudi. Oleh karena itu, mereka umumnya memakai baju tradisional khas Arab Saudi iaitu (a) gamis/jubah warna putih (b) surban merah (c) surban putih (d) maslah yaitu jubah luar tanpa kancing warna hitam atau coklat yang biasa dipakai raja. Lihat baju luar yang dipakai Abdul Wahab dan Al-Utsaimin.
.
Oleh karena itu, ketika kita membaca buku, kitab atau layari  internet, tidak sukar mengenali pada fatwa ulama non-Wahabi, mana fatwa yang berasal dari Wahabi Salafi dan mana tulisan sebuah website atau blog yang penulisnya adalah pengikut Wahabi.
.
SAYANGNYA, TIDAK SEDIKIT DARI KALANGAN AWAM yang terkadang tidak sedar bahwa fatwa agama dalam buku atau website internet yang mereka baca berasal dari fatwa Wahabi Salafi.

Semoga dengan informasi ini, para pencari informasi keagamaan akan semakin tercerahkan.

Intinya, cara termudah mengetahui apakah seorang ulama, ustaz atau tokoh agama atau orang awam biasa itu berfaham Wahabi Salafi adalah dari (a) latar belakang pendidikannya; (b) buku atau kitab yang dikutip; dan (c) cara memanggil ulama Wahabi dan ulama non-Wahabi (lihat poin 9).
.
Sekian wassalam.

23 October 2015 - Posted by | Fiqh, Informasi, Politik dan Dakwah, Q & A (Soal Jawab)

1 Comment »

  1. Kau xfhm sbnr nya mksud orng yg kau ckp wahabi tu ckp..senng sngguh orng yhudi nk pish kn kita dgn memburk burk kn orng yg mmbawa hadis rasulullah yg sahih..kau bljr hadis dulu bru btl nk serng orng,aq rasa hdis sohih dgn palsu pun kau xbole nk beza..aq doa kn kau mndpt hidyah..

    Comment by Zaimi Bin Ismail | 23 April 2016 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: