Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

LARANGAN NAMIMAH (BERGOSSIP/MENYEBAR KHABAR ANGIN/MENGADU DOMBA)

image

Allah berfirman yang bermaksud:
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa”.
(Al-Qalam: 10-12)

Di antara bahaya lisan yang tak boleh dihiraukan adalah namimah, atau dikenal dengan istilah mengadu domba. Namimah ini sama dengan rasa benci dan permusuhan. Mungkin sebahagian dari kita yang mengetahui bahaya namimah akan mengatakan, “Ah, saya tak mungkin berbuat demikian…” Namun, jika kita tidak benar-benar menjaga hati dan lisan ini, kita akan mudah tergelincir. Apalagi ketika rasa benci dan hasad dengki telah memenuhi hati. Bahkan, saat kita menjaga lisan ini dari  namimah, tanpa disedari kita terpengaruh oleh namimah  yang dilakukan seseorang.

Jangan pernah ada rasa tidak suka atau rasa dengki kita kepada seseorang yang menjadikan kita berlaku jahat dan berlaku tidak adil kepadanya, termasuk berbuat namîmah. Sebab, betapa banyak perbuatan  namimah yang terjadi kerana timbulnya rasa dengki di hati. Apalagi kepada saudara sesama Islam, hendaknya kita tidak menyimpan rasa dengki. Dengki dan mengadu domba adalah akhlak tercela yang dibenci Allah kerana boleh menimbulkan permusuhan, sedangkan Islam memerintahkan agar umatnya bersaudara dan bersatu seperti bangunan yang kukuh.

Nabi SAW bersabda:
“Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling bermusuhan, dan janganlah kamu menjual barang serupa yang sedang ditawarkan saudaramu kepada orang lain, dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara”.
(Hadith Riwayat Muslim)

Nabi SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

“Tidak akan masuk surga, orang yang qattat (yakni ahli namimah)”.
(Hadith Riwayat Al-Bukhari dari Hudzaifah)

Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menjaga lisan dan menahannya dari perkataan yang tak berguna, apatah lagi dari perkataan yang menyebabkan saudara kita rasa disakiti dan dizalimi. Bukankah mulut seorang mukmin tak akan berkata kecuali yang baik.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kejahatan lisan kita dan tak memasukkan kita ke dalam golongan manusia yang rugi di akhirat disebabkan tidak menjaga lisan.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku, dan kejahatan maniku.

Sumber

26 August 2015 - Posted by | Tasauf, Tazkirah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: