Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

IMAM AL QURTHUBI BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH BERJUMPA NABI S.A.W. SECARA JAGA

Oleh kerana muncul sebahagian kaum sufahaa (lemah akalnya/wahhabi-salafi) cerita ini dianggapnya khurafat dan sesat. Kami tidak akan berpanjang lebar untuk menjelaskannya secara ilmiyyah berdasarkan al-Quran dan Hadits kerana sudah terlalu banyak penulisan para asatizah ASWJ di alam maya yang boleh dibaca tentang perbahasan yaqazah.

Namun pada kami cukup dengan menampilkan bukti pengakuan dari Imam besar ahli tafsir, yang shaleh, zuhud dan wira’i, yang menjadi rujukan para ulama besar Ahlus sunnah, yaitu imam al-Qurthubi (578-656 H). Beliau dalam salah satu kitabnya BERSUMPAH dengan nama Allah pernah berjumpa kepada Nabi shallahu‘alaihi wa sallam secara sedar (bukan tidur) yang sebelumnya beliau mimpi terlebih dahulu. Berikut redaksinya dari kitab al-Mufhim karya beliau :

qurtubi yaqazah

“ Sungguh hal ini (mimpi lalu menjadi kenyataan) SERING terjadi padaku beberapa kali, di antaranya : Ketika aku sampai ke Tunis, bermaksud untuk berangkat haji, aku mendengar khabar buruk tentang negeri Mesir dari musuhnya yang telah menguasai Dimyath. Maka aku rencanakan untuk menetap sementara di Tunis hingga sampai selesai dari urusan musuh. Kemudian aku bermimpi berada di masjid Nabi dan aku duduk di sisi Mimbarnya. Dan beberapa orang memberi salam kepada Nabi shallahu ‘alaihiwa sallam. Tiba-tiba seseorang mendatangiku dan menegurku “ Berdirilah dan ucapkan salam kepada Nabi “. Maka terburu-buru aku ucapkan salam kepada Nabi dan aku terbangun dari tidurku dan sementara lisanku masih mengucapkan salam kepada Nabi. Maka Allah memberikan kemudahan kepadaku dan hilanglah rasa takutku terhadap musuh di luar sana. Kemudian aku bersafar (melakukan perjalanan) hingga sampai Iskandariyyah dengan perjalanan selama lebih kurang  30 hari dalam keadaan selamat. Dan aku mendapati Iskandariyyah dan kota-kota Mesir dalam keadaan mencengkam, susah dan banyak musibah. Aku menetap di sana sepuluh hari dan Allah telah mengalahkan pasukan musuh dan menetapkan kota aku tempati dengan tanpa gangguan sedikit pun dari musuh dengan kelembutan Allah yang Maha Pengasih dari Dzat yang Maha Pengasih. Kemudian Allah menyempurnakan anugerah kebaikan dan nikmat-Nya padaku, dan menyampaikanku setelah mengunjungi baitullah (haji) hingga makam Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan masjidnya nabi, DAN SUNGGUH DEMI ALLAH, AKU MELIHAT NABI DALAM KEADAAN SEDAR PERSIS KEADAANNYA SEBAGAIMANA AKU MELIHATNYA DALAM MIMPIKU TANPA ADA TAMBAHAN DAN PENGURANGAN SEDIKIT PUN “.

(AL-Mufhim lima asykala min talkhish kitabMuslim, juz 6 hal. 24-25, cetakan Dar Ibn Katisr dan Dar al-Kalim ath-Thayyib,Beirut)

Sungguh benar sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam :

من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي

” Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaitan tak dapat menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)

Masihkah kaum Sufahaa ul Ahlaam (wahhabi-salafi) memungkiri kisah di atas dan mengatakan Imam Qurthubi telah berdusta atau sesat? sungguh mereka tidak menyedari telah mendustakan hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam tersebut secara tidak langsung, naudzu billahi min dzaalik…

Disunting dari tulisan

Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Kota Santri, 13-05-2013

26 July 2015 - Posted by | Aqidah, Bicara Ulama, Informasi, Q & A (Soal Jawab) |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: