Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

LARANGAN MEMUSUHI WALI ALLAH DAN MENGGANGGU ULAMA

Oleh: Ustaz Iqbal Zain

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, beliau berkata : Rasulullah Sollallahu ‘alaihi wa Sallam ;

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya". (al-Bukhari)

Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan: “Barangsiapa menyakiti seorang mukmin maka sungguh Allah mengumumkan padanya bahawa Dia akan memeranginya. Apabila Allah ta’ala memerangi seorang hamba maka Dia akan membinasakannya. Kerana itu hendaklah seseorang berhati-hati dari melanggar kehormatan setiap muslim.”

Imam Ibnu Rojab Al-Hanbali rohimahullah menjelaskan: “Maksud dari firman Allah dalam hadis Qudsi diatas ialah;" sungguh Aku (Allah) umumkan padanya bahawa Aku akan memeranginya kerana dia memerangi Aku dengan memusuhi wali-wali-Ku (orang-orang mukmin). Wali-wali Allah wajib mendapatkan kesetiaan dan haram dimusuhi sebagaimana musuh-musuh Allah wajib mendapatkan permusuhan dan haram mendapatkan kesetiaan.”

Dari penjelasan dua ulama salaf ini dapat kita simpulkan bahwa siapa saja yang memusuhi dan menampakkan permusuhan terhadap orang-orang mukmin yang bertakwa yaitu orang-orang yang berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan syari’at Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan menjadikan hukum Islam sebagai aturan hidup dalam mengatur kehidupan peribadi, keluarga, masyarakat, dan negaranya serta menjauhi dan meninggalkan semua aturan hidup yang bertentangan dengan syari’at Allah kerana semua aturan hidup yang bertentangan dengan syari’at Allah pasti mengajak pada perbuatan dosa maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengumumkan perang pada mereka.

Berkata Al-Imam Ibnul Mubarak –rahimahullah- : “Siapa yang menghina ulama, akan hilang akhiratnya".

Al-Qadhi Az-Zubaidi, ketika dia meninggal dunia lidahnya berubah menjadi hitam, hal ini dikeranakan dia suka mencela dan mengumpat Al-Imam An-Nawawi.

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- : “Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka dia akan sakit. Siapa yang memakannya maka dia akan mati.”

Ini adalah kerana mengumpat itu diibaratkan oleh al-Quran sebagai memakan daging orang yang diumpatnya, sebagaimana firman Allah " Dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya.” (Al-Hujurat:12)

Maka hendaklah berwaspada bagi mereka yang ingin memperkatakan sesuatu kepada ulama kerana dikhuatiri dia membinasakan agama dan akhiratnya sendiri.
Na’uzubillah min zalik.

Advertisements

27 May 2015 - Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Tazkirah |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: