Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

PERJALANAN KESUFIAN

Berjalanlah dirimu kepada Allah swt dengan berpakaian syariat, tarekah, hakikat dan makrifat. Syariat itu adalah pakaian Nabi, tarekah itu adalah perjalanan Nabi, hakikat itu adalah batin Nabi dan makrifat itu adalah rahsia Nabi. Berpakaian syariat sahaja tanpa hakikat adalah fasik, hakikat sahaja tanpa syariat adalah zindik. Seorang yang berada di alam syariat sahaja adalah masih tertipu kerana apa yang dilihat dan didengar oleh syariat tidak menjamin akan kebenaran hakikat, justeru itu seseorang perlu menyelami lautan hakikat dan tiada cara untuk menghubungkan antara ilmu syariat dan ilmu hakikat melainkan berilmu dan mengamalkan tarekah. Apabila dadamu benar-benar memiliki rahsia ilmu para auliya, engkau akan memahami kenapakah mereka itu amat kuat takut pada Allah, amat kuat berpegang pada syariat, amat wara’ dalam setiap pekerjaan, amat zuhud pada dunia, amat redha dengan takdir Allah, amat kuat ibadahnya, amat baik akhlak jiwanya, amat kuat tawakalnya, amat tinggi syukurnya dan amat tinggi cintanya pada Allah dan Rasul. Mereka memiliki penglihatan yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa, ia adalah Nur yang dicampakkan ke dalam dada oleh Allah swt sehingga tembus penglihatannya pada alam rahsia dan FANA dan BAQA ia dengan kekasihnya. Fahamilah ia rahsia cahaya di sebalik cahaya. Berbahagialah mereka yang mencapainya dan merekalah yang sebenarnya telah mencapai kejayaan hakiki baik dunia atau akhirat.

Jika engkau bersungguh-sungguh mengamalkan zikir di bawah bimbingan Guru yang telah terbuka baginya rahsia segala alam sehingga telah mencapai kesempurnaan makrifat, engkau akan merasakan perubahan pada rohanimu. Ruhmu akan melalui pendakian dari hati yang lalai kepada hati yang hidup mengingati Allah, dari hati yang hidup mendaki kepada hati yang asyik, kemudian mendaki pula kepada hati yang fana dan kemudian mendaki pula (kepada) meminum rahsia makrifat di alam yang tinggi. Nabi saw telah melakukan israk mikraj, membuka dan membelah langit dan membukak rasiya ketuhanan pada umatnya kepada Allah swt…

Oleh: Ustaz Syibli Sufi

27/05/2015 Posted by | Q & A (Soal Jawab), Renungan & Teladan, Tasauf, Tazkirah | | Leave a comment

KECINTAAN HAMBA ALLAH YANG SEBENAR

Jom Dakwah Bersama Ulama

Junaid bin Muhammad al Baghdadi, atau lebih dikenal sebagai Imam Junaid al Baghdadi adalah seorang ulama sufi yang dianggap sebagai para penghulu kaum auliya di zamannya, yakni pada abad ke 2 Hijriah atau abad 9 Masihi. Sejak masih kecil beliau telah mendalami dan mempraktikkan kehidupan sufi di bawah bimbingan guru, yang juga pakciknya sendiri iaitu Sariy as Saqthi.

Suatu malam menjelang subuh, ketika tidur di rumah pakcik dan gurunya tersebut, Sariy as Saqthi membangunkannya dan berkata, “Wahai Junaid, bangunlah kerana engkau akan memperoleh pelajaran sangat berharga malam ini…!!”

Kemudian Sariy as Saqthi menceritakan bahawa dia bermimpi seolah-olah berhadapan dengan Allah, dan berkata kepadanya, “Wahai Sariy, ketika Aku menjadikan mahluk, maka mereka semua mengaku cinta kepada-Ku. Tetapi ketika Aku menciptakan dunia, maka larilah dari Aku sembilan dari sepuluh (90%-nya) kepada dunia, tinggallah satu dari sepuluh (10%-nya) saja yang tetap mengaku cinta kepada Aku…..!!”

Sariy melanjutkan ceritanya kepada Junaid, bahwa Allah menghadapkan Diri-Nya kepada hamba yang mencintai-Nya itu, yang tinggal sepuluh persennya. Kemudian Allah menciptakan syurga, maka larilah sembilan dari sepuluh (90%-nya) untuk mengejar kenikmatan syurga, tinggal satu dari sepuluh (10%-nya, dari seluruh mahluk) yang tetap berkhidmat dan mengaku tetap mencintai Allah, tidak tergiur dengan syurga dan kenikmatannya.

Allah menghadapkan Diri-Nya kepada hamba yang mencintai-Nya itu, yang tinggal sepuluh persen dari sisanya (seper-seratus dari seluruh mahluk). Kemudian Allah menciptakan neraka, maka larilah sembilan dari sepuluh (90%-nya) untuk menghindari pedihnya siksa neraka, tinggal satu dari sepuluh )10%-nya yang tetap berkhidmat dan mengaku tetap mencintai Allah. Tidak takut akan neraka dan kepedihan siksaan di dalamnya, tetapi hanya takut kepada Allah, yang dilandasi rasa cinta.

Allah menghadapkan Diri-Nya kepada hamba yang mencintai-Nya itu, yang tinggal sepuluh persen dari sisanya (seper-seribu dari seluruh makhluk). Kemudian Allah menciptakan atau menurunkan bala atau musibah, maka larilah sembilan dari sepuluh (90%-nya) untuk menghindari atau sibuk menghadapi musibah tersebut, tinggal satu dari sepuluh (10%-nya, atau sepuluh persen dari seluruh makhluk) yang tetap berkhidmat dan mengaku tetap mencintai Allah. Tidak mahu disibukkan dengan bala tersebut, dan menerimanya dengan tawakal yang dilandasi rasa cinta kepada Allah.

Maka Allah menghadapkan diri-Nya pada mereka yang tetap mengaku mencintai-Nya, yang tinggal seper-sepuluh ribu dari seluruh makhluk, dan berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian ini tidak tergiur dengan dunia, tidak terpikat dengan kenikmatan syurga, tidak takut dengan siksaan neraka, dan tidak juga lari dari kepedihan bala musibah, apakah sebenarnya yang kalian inginkan??”

Tentu saja sebenarnya Allah telah mengetahui jawapan atau keinginan mereka, dan mereka itu memang hamba-hamba Allah yang ma’rifat (sangat mengenal) kepada-Nya. Maka mereka berkata, “Ya Allah, Engkau sangat mengetahui apa yang tersimpan pada hati kami!!” (Kami hanya inginkanMu)

Allah berfirman lagi, “Kalau memang demikian, maka Aku akan menuangkan bala ujian kepada kalian, yang bukit yang sangat besar-pun tidak akan mampu menanggungnya, apakah kalian akan sabar??”

Mereka yang memang hanya mencintai Allah itu berkata, “Ya Allah, apabila memang Engkau yang menguji, maka terserah kepada Engkau….!!”

Di akhir mimpinya itu, Allah berkata, “Wahai Sariy, mereka itulah hamba-hamba-Ku yang sebenarnya!!”

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Renungan & Teladan | | Leave a comment

Pendedahan khas, siapakah golongan habaib siri 7 (akhir)

(Pertubuhan Ahli Sunnah Wal Jamaah Malaysia – Aswaja)

Penulisan dari sahabat Aswaja: Mutiara Zuhud.

Mayoritas kaum muslim pada masa generasi Salafush Sholeh adalah orang-orang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yakni para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in

Sedangkan pada masa sekarang mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham) adalah bagi siapa saja yang mengikuti para ulama yang sholeh yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan mengikuti Imam Mazhab yang empat.

Dr Deliar Noer dalam bukunya berjudul Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900 – 1942 menyebutkan, Ibnu Sa’ud yang berhasil mengusir penguasa Makah sebelumnya, yakni Syarif Husein pada tahun 1924, mulai melakukan pembersihan dalam kebiasaan praktik beragama sesuai dengan ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab atau ajaran Wahabi.

Ajaran atau pemahaman Muhammad bin Abdul Wahhab mengangkat kembali pola pemahaman Ibnu Taimiyyah sebelum bertobat setelah lebih dari 350 tahun Ibnu Taimiyyah wafat.

Kisah Ibnu Taimiyyah bertobat dapat dibaca pada http://ibnu-alkatibiy.blogspot.com/…/kisah-taubatnya-ibnu-t… atau padahttp://www.habibrizieq.com/2015/03/syiah-vs-wahabi.html

Ajaran atau pemahaman Ibnu Taimiyyah telah terkubur dan ditolak oleh para ulama yang mengikuti Rasulullah dengan mengikuti Imam Mazhab yang empat, sebagaimana contoh informasi darihttps://mutiarazuhud.files.wordpress.com/…/ahlussunnahbanta…

Jadi jelaslah bahwa mereka bukanlah Hanabila atau bukanlah pengikut Imam Ahmad bin Hambal sebagaima yang disangkakan oleh orang awam sebagaimana yang telah diuraikan dalam tulisan padahttps://mutiarazuhud.wordpress.com/…/…/18/bukanlah-hanabila/ danhttps://mutiarazuhud.wordpress.com/…/09/29/bertanya-di-mana/

Mereka meninggalkan bahkan mencekal Prof. Dr. Assayyid Muhammad bin Assayyid Alawi bin Assayyid Abbas bin Assayyid Abdul Aziz Almaliki Alhasani Almakki Alasy’ari Assyadzili atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki

Ayah dan kakek beliau, adalah ketua para khatib dan da’i di kota Makkah. Demikian juga dengan Abuya, profesi tersebut digeluti yakni sejak tahun 1971 dan harus berakhir pada tahun 1983, saat beliau dicekal dari kedudukan terhormat itu akibat penerbitan kitabnya yang berjudul; Mafahim Yajibu an Tushahhhah (Pemahaman-Pemahaman yang Harus Diluruskan), sebuah kitab yang banyak meluruskan paham yang selama ini diyakini oleh ulama-ulama Wahabi. Paham Wahabi sangat menguasai keyakinan mayoritas ulama Saudi Arabia dan mempunyai peran pesar dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah.

Terjemahan kitab tersebut dapat dibaca padahttps://mutiarazuhud.files.wordpress.com/…/paham_yang_harus…

Setelah pencekalan beliau dari pengajian umum dan khutbah, beliau mendedikasikan dirinya dalam pendidikan secara privat kepada ratusan murid-muridnya, dengan penekanan murid-murid dari Asia Tenggara, di kediaman di jalan Al Maliki di distrik Rushaifah Makkah.

Salah satu guru kami melukiskan pencekalan tersebut menceritakan bahwa waktu itu ada seorang jama’ah haji dari Indonesia ingin mengunjungi kediamaan Abuya namun karena ia belum mengenal jalan-jalan di sana dan bertanya kepada seseorang berbekal alamat yang dicatat, orang yang ditanya tersebut tidak mau memberitahukannya dan tersirat diwajahnya rasa ketakutan padahal tempat yang dituju tidak jauh dari tempatnya bertanya. Seolah-olah perkara terlarang untuk memberitahukan tempat Abuya.

Imam Syafi’i ~rahimahullah bersyair, “Wahai Ahlul-Bait Rasulallah, mencintai kalian adalah kewajiban dari Allah diturunkan dalam al-Quran cukuplah bukti betapa tinggi martabat kalian tiada sholat tanpa shalawat bagi kalian.”

Jabir ibnu Abdillah berkisah: “Aku melihat Rasulullah dalam haji Wada` pada hari Arafah. Beliau menyampaikan khutbah dalam keadaan menunggangi untanya yang bernama Al-Qashwa. Aku mendengar beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Sungguh aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara yang bila kalian mengambilnya, maka kalian tidak akan sesat yaitu kitabullah dan ‘itrati ahlul baitku.” (Hadits diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 3786, kitab Al-Manaqib ‘an Rasulillah , bab Manaqib Ahli Baitin Nabi shallallahu alaihi wa sallam)

Abu Said Al-Khudri dan Zaid bin Arqam meriwayatkan, “Sungguh aku meninggalkan pada kalian perkara yang bila kalian berpegang teguh dengannya niscaya kalian tidak akan sesat sepeninggalku. Salah satu dari perkara itu lebih besar daripada perkara yang lainnya, yaitu kitabullah tali Allah yang terbentang dari langit ke bumi. Dan (perkara lainnya adalah) ‘itrati, yaitu ahlul baitku. Keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya mendatangiku di haudl. Maka lihatlah dan perhatikanlah bagaimana kalian menjaga dan memperhatikan keduanya sepeninggalku.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya 3/14,17 dan At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 3788)

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Informasi, Q & A (Soal Jawab) | | Leave a comment

Fitnah Akhir zaman

1) "Terdapat manusia yang tersenyum meminum madu sedangkan ianya racun. Ada yang kesedihan tertelan pahitnya racun, padahal ia sedang menikmati manisnya madu. Manusia kini berupaya mencipta berlian daripada kaca, dan melemparkan berlian yang disangkanya kaca".

2) "Ummat hari ini kebanyakannya telah ditarik nikmat furqaniyah iaitu kemampuan dalam membezakan antara hak dan batil, antara benar dan salah, antara baik dan buruk, sehingga para ulama pun tidak terkecuali, melainkan hamba-hamba Allah yang mendapat peliharaan Allah Azza wa Jalla.. Maka perbanyakkanlah bertaubat dan beristighfar, banyakkanlah membaca al-quran dan berselawat, dan banyakkanlah berdoa untuk diri sendiri dan untuk ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sentiasa mendoakan ummatnya sehingga Allah Ta’ala mengurniakan para Sahabat yang menjadi khairul ummah (sebaik-baik ummat), cahaya ilmu dan amal mereka menerangi ummah, kasih sayang mereka sering tercurah, mereka tenang menghadapi fitnah, mereka unggul menghidupkan sunnah, serta mereka mendapat husnul khatimah..".

 

(Kata kata TG Syeikh Ibrahim Ibn Masran Al-Banjari hafizahullah)

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Tazkirah | , | Leave a comment

ILMU DAN ADAB

Ilmu

Semakin berilmu seseorang itu, maka akan semakin tawadhuk sifatnya itu. Seseorang yang berilmu, dia akan beradab dengan ilmu itu sendiri, dia akan beradab dengan orang yang berilmu yang lain juga walaupun mereka itu berlaku perselisih faham dalam berkongsi ilmu.

Dengan konsep ilmu Allah Maha Luas, maka mereka yang berilmu itu tidak akan mudah menyesatkan orang lain hanya kerana berbeza pandangan. Mereka yang mudah menyesatkan atau protes ilmu orang lain, maka mereka sempit akan ilmu.

Belajarlah dengan akhlak mereka yang alim’ seperti al-Imam Syafie, Imam Ahmad ibn Hanbal. Walaupun ada berbeza pandangan namun akhlak diantara mereka dan Mawaddah antara mereka, hormat antara ilmu orang lain tidak berbalah antara satu dengan lainnya.

Sayyidil Al-Habib Ali Zaenal Abidin Bin Abu Bakar Al Hamid

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Tazkirah | , | Leave a comment

LARANGAN MEMUSUHI WALI ALLAH DAN MENGGANGGU ULAMA

Oleh: Ustaz Iqbal Zain

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, beliau berkata : Rasulullah Sollallahu ‘alaihi wa Sallam ;

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya". (al-Bukhari)

Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan: “Barangsiapa menyakiti seorang mukmin maka sungguh Allah mengumumkan padanya bahawa Dia akan memeranginya. Apabila Allah ta’ala memerangi seorang hamba maka Dia akan membinasakannya. Kerana itu hendaklah seseorang berhati-hati dari melanggar kehormatan setiap muslim.”

Imam Ibnu Rojab Al-Hanbali rohimahullah menjelaskan: “Maksud dari firman Allah dalam hadis Qudsi diatas ialah;" sungguh Aku (Allah) umumkan padanya bahawa Aku akan memeranginya kerana dia memerangi Aku dengan memusuhi wali-wali-Ku (orang-orang mukmin). Wali-wali Allah wajib mendapatkan kesetiaan dan haram dimusuhi sebagaimana musuh-musuh Allah wajib mendapatkan permusuhan dan haram mendapatkan kesetiaan.”

Dari penjelasan dua ulama salaf ini dapat kita simpulkan bahwa siapa saja yang memusuhi dan menampakkan permusuhan terhadap orang-orang mukmin yang bertakwa yaitu orang-orang yang berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan syari’at Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan menjadikan hukum Islam sebagai aturan hidup dalam mengatur kehidupan peribadi, keluarga, masyarakat, dan negaranya serta menjauhi dan meninggalkan semua aturan hidup yang bertentangan dengan syari’at Allah kerana semua aturan hidup yang bertentangan dengan syari’at Allah pasti mengajak pada perbuatan dosa maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengumumkan perang pada mereka.

Berkata Al-Imam Ibnul Mubarak –rahimahullah- : “Siapa yang menghina ulama, akan hilang akhiratnya".

Al-Qadhi Az-Zubaidi, ketika dia meninggal dunia lidahnya berubah menjadi hitam, hal ini dikeranakan dia suka mencela dan mengumpat Al-Imam An-Nawawi.

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- : “Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka dia akan sakit. Siapa yang memakannya maka dia akan mati.”

Ini adalah kerana mengumpat itu diibaratkan oleh al-Quran sebagai memakan daging orang yang diumpatnya, sebagaimana firman Allah " Dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya.” (Al-Hujurat:12)

Maka hendaklah berwaspada bagi mereka yang ingin memperkatakan sesuatu kepada ulama kerana dikhuatiri dia membinasakan agama dan akhiratnya sendiri.
Na’uzubillah min zalik.

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Tazkirah | | Leave a comment

Fitnah Akhir Zaman


Sumber: Pencinta Majlis Rasulullah

"Sesungguhnya dizaman ini, banyak fitnah yang boleh merosakkan generasi yang hidup diakhir zaman ini. Sebahagian daripada fitnah ini yang boleh mempengaruhi akal mereka. Diantara fitnah itu juga yang mempengaruhi kesannya didlm hati dan jiwa." "Zaman ini zaman fitnah. Nilailah mengikut hati kamu, siapa diantara mereka yang bercakap dengan hawa nafsu dan siapa diantara mereka yang bercakap dengan agama dan ilmu".

"Ada juga fitnah yang boleh membawa kesan kepada tubuh badan. Barangsiapa yang diselamatkan oleh Allah سبحانه وتعالى daripada fitnah tadi, maka orang itu selamat didunia dan juga diakhirat. Dan siapa yang tergelincir kepada fitnah tersebut maka nasib orang itu adalah ada digenggaman Allah سبحانه وتعالى".

"Bilamana Allah berkehendak Allah akan maafkan, bilamana Allah berkehendak Allah akan menghukumnya. Moga-moga Allah سبحانه وتعالى mengampunkan kita dan memaafkan kita semua.

Kita duduk disini adalah ingin megekspresikan rasa cinta dan kasih kita kepada nabi kita dan tiadalah perbuatan yg sedemikian itu dikatakan bida’ah ataupun perkara yang syirik ataupun perkara yang bercanggah dengan agama."

"Kemusyrikkan atau kesyirikkan ada pada kaum yahudi. Kemusyrikkan ada kepada penyembah-penyembah berhala. Adapun umat Nabi Muhammad ﷺ, maka tiada mungkin akan syirik kepada Allah سبحانه وتعالى melainkan setelah turunnya Nabi Isa a.s".

"Setelahnya turun Nabi Isa nanti diakhir zaman akan berlaku kesyirikkan dengan sebenar-benarnya. Kerana Allah سبحانه وتعالى telah menjamin umat ini daripda Rasulullah sampai kepada Nabi Isa a.s. untuk tidak berlaku perkara yang syirik akan tetapi diantara dua nabi ini berlaku perkara-perkara yang melampaui batas".

"Perkara-perkara yang berlaku daripada kejadian yang melampaui batas boleh untuk diselesaikan dengan cara hikmah dan nasihat yang baik. Oleh kerana itu, saya menyeru kepada penuntut ilmu, pelajar-pelajar dan juga mahasiswa-mahasiswaagar supaya mereka mengambil bahagian daripada ilmu ini agar supaya mereka mengetahui siapakah yang betul dan siapakah yg salah.

"Zaman ini zaman fitnah. Nilailah mengikut hati kamu, siapa diantara mereka yang bercakap dengan hawa nafsu dan siapa diantara mereka yang bercakap dengan agama dan ilmu."

"Jadilah kamu antara orang-orang yang baik. Yang bermanfaat untuk orang lain. Orang yang mengajak manusia kepada kedamaian dan keselamatan. Dan bukanlah menjadi orang yang mengajak manusia kepada perpecahan, peperangan dan pembunuhan."

Daripada Sayyidil Habib Abu Bakar Al-Adni Bin Ali Al-Mashur.

27/05/2015 Posted by | Bicara Ulama, Ibadah, Renungan & Teladan, Tazkirah | , | Leave a comment

   

%d bloggers like this: