Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Ciri ciri orang yang memutuskan silaturrahim

Segala puji atas Zat yang menjadikan kita berbangsa dan berbahasa, Hingga terjalinnya ukhuwah dalam Silahrarim yang Di dalamnya tersimpan rahasia agung untuk menjadi hamba yang baik dalam pada pandangan Allah.

Selawat serta salam sentiasa kita curahkan kepada Rasulullah SAW.

Begitu banyak orang-orang yang tertipu akan tipu daya tipu daya syaitan yang berkaitan dengan asas dalam ajaran Islam, dalam hal ini adalah menjaga tali persaudaraan (Silah Rahim)

Sunguh sangat menyedihkan bila kita mengetahui secara komprehensif akan ancaman bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan namun kita tidak menghiraukan akan ancaman tersebut.

“Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, beliau berkata, suatu petang di hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami”

Hadis ini menerangkan secara terus terang bahwa rasulullah tidak menerima orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan (Silaturahim) sebagai golongannya, Nauzubillah min dzalik..

Hukum memutuskan silaturrahim

Memutuskan silaturrahim pula hukumnya haram dan dikira melakukan maksiat besar sehingga mendapat laknat dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala, Sebagaimana firmanNya:

Maksudnya: “(Kalau kamu tidak mematuhi perintah) maka tidakkah kamu harus dibimbang dan dikhuatirkan-jika kamu dapat memegang kuasa-kamu akan melakukan kerosakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturrahim dengan kaum kerabat?. (Orang-orang yang melakukan perkara-perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya.” (Surah Muhammad: Ayat 22-23)

Apatah lagi orang yang memutuskan silaturrahim ini tidak masuk syurga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

َMaksudnya:

“Tidak masuk syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.” (Hadits riwayat Muslim)

Bagaimana kita mengetahui bahwa diri kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang memutuskan silaturahim yang telah nyata tidak di akui oleh Rasulullah sebagai ummatnya?

Berikut Ciri-ciri Orang yang memutuskan tali persaudaraan :

Gelisah akan hadiranya orang yang berniat untuk menjaga tali persaudaan

Tentu orang yang memutuskan tali persaudaraan tidak akan senang dengan kehadiran orang yang telah di putus tali persaudaraanya, Bahkan sebelum datang kehadriannya (Orang yang di putuskan tali persaudaraannya) hatinya akan merasa tidak tenang, ia akan merasa gelisah ketika mendengar nama orang yang ia putuskan silaturahim.

Bertolak Atau Berusaha menghindari sesama muslim dengan Alasan Yang mengatas namakan Kebaikan/Agama

Pemahaman yang kurang begitu memadai tentang suatu masalah boleh menjadi masalah tambahan dalam suatu perkara, hal ini seringkali terjadi kepada orang yang tengah memutuskan silaturahim, dengan argument yang tidak begitu kuat dan faktual dengan referensi yang ada, membuatnya lebih jauh tehanyut oleh tipuan syaitan.

Sentiasa acuh-takacuh dengan apa yang terjadi kepada saudaranya sesama muslim

Diantara penyebab orang memutuskan tali persaudaraan adalah adanya sengketa pemahaman/masalah yang membuatnya terjatuh akan lembah kehinaan, jika di biarkan maka hal ini akan semakin berbahaya, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun bisa berdampak kepada orang di sekitarnya.

Merasa paling benar dengan apa yang dilakukan tanpa melihat esensi yang sebenarnya

Orang yang memutuskan tali persaudaraan biasanya dirinya di kuasai nafsu yang bersarang di dalam hatinya, maka pada saat itu segala macam penyakit hati akan semakin bertumpuk berdatangan dan bersarang di dalamnya termasuk Merasa Paling betul, dan sungguh sangat membahayakan bagi dirinya juga orang (Jika lemah pemahaman) di sekitarnya.

Mudah melupakan apa yang pernah terjadi kepada dirinya bersama saudaranya sesama muslim

Kesan Atau mungkin boleh di katakan sebagai fakta bagi orang yang memutuskan tali persaudaraan adalah permusuhan, hingga ketika ia berpisah (memutus silaturahim) maka ia akan berusaha melupakan segala sesuatu yang pernah di lewainya bersama orang yang ia putus tali persaudaraannya.

sekilas kita memang sangat menganggap hal itu wajar untuk di lakukan, bahkan mungkin sebagian dari kita menganggap memang sudah seharusnya untuk di lakukan, namun bagaimana bila hal yang di lalui adalah suatu momentum yang memiliki dampak besar jika di lakukan (Melupakannya), yang berkaitan hubungan vertikal antara ia dengan orang yang di putuskan silaturahimnya Dan Allah.

Menganggap dan meringankan akan Dosa

Bagaimana tidak, orang yang memutuskan tali persaudaraan menganggap dosa itu sangat kecil sedangkan rasulullah SAW Pernah Bersabda :“Tidak akan pernah masuk kedalam syurga bagi orang yang memutuskan tali persaudaraan” (bukhrori muslim) sedangkan orang yg memutuskan silaturrahim tidak menghiraukan hadist tersebut.

Na’uzubillah….

Barokallah…

Oleh: Siti Rahmah

Advertisements

16 July 2014 - Posted by | Ibadah, Muamalat (Keluarga) |

1 Comment »

  1. assalamualaikum Tuan, saya ingin bertanya..apakah hukumnya jika saya memutuskan tali silaturrahmi dengan adik suami saya yang penagih dadah kerana dia pernah hendak membunuh saya dan abangnya iaitu suami saya. saya tak sanggup utk lihat apatah lagi mendengar namanya jadi saya memutuskan utk tidak ada kene mengena lagi dengan kami dan anak anak. adakah ini juga tergolong dari dosa besar.sekian

    Comment by faizah | 3 May 2017 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: