Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

Dalam Islam Pemimpin dan Pemerintah adalah wakil Allah bukan wakil rakyat

Bumi Allah yang punya.Manusia manusia itu hamba hamba Allah.Allah mahu bumi itu dan hamba hamba nya itu ditadbir, diurus,dipimipin dan dimajukan dengan sebaik baiknya.Untuk itu Allah telah melantik pemimpin pemimpin di antara manusia menjadi wakilnya untuk menjalankan kerja kerja pemerintahan saperti yang telah Allah tunjukkan dalam al Quran dan Hadis.

Melalui fahaman, ideologi dan isme isme, manusia memandang bahawa pemerintah atau pemimpin itu adalah wakil wakil rakyat yang naik untuk memperjuangkan inspirasi rakyat.Di mana mereka bersuara,berkerja dan bertindak mengikut suara rakyat.Hakikatnya pemerintah adalah rakyat dan rakyat adalah pemerintah.

Dalam sejarah Islam kita lihat pemimpin atau pemerintah sebenarnya dilantik oleh Allah, samada secara langsung atau tidak saperti perlantikan para Nabi Nabi dan Rasul Rasul melalui wahyu.Manakala yang lainnya ditunjuk kepada manusia secara tidak langsung.Samada mereka di isyaratkan secara umum oleh Hadis atau pun di lantik melalui Ulil Amri.

Ertnya dalam Islam pemimpin dan pemerintah itu adalah wakil Allah.Allah yang lantik dan Allah yang naikkan mereka.Mereka di amanahkan Allah menjalankan tanggungjawab untuk menjalankan dasar dan matlamat pemerintahan cara yang Allah mahu.Yang sedia termaktub di dalam al Quran dan Sunnah.

Selaku wakil Allah pemimpin pemimpin itu adalah orang orang yang faham tentang Allah, tahu tentang kerajaan Allah, faham dasar dan matlamat pemerintahan yang di kehendaki Allah,faham segala hukum hakam dari Allah dan tahu melaksanakannya .

Wallahu’alam.

28/07/2011 Posted by | Politik dan Dakwah | , , , , , | 3 Comments

Rakyat wajib taat kepada Pemerintah

 

Rakyat wajib taat kepada pemimpin yang taat kepada Allah

Adalah tidak benar kalau kita katakan hanya pemerintah sahaja yang mempunyai tanggung jawab yang wajib di laksanakan kepada rakyat.Sebenarnya rakyat pun ada tanggungjawabnya terhadap pemerintah.Sebagaimana rakyat berhak mendapat keadilan dari pemerintah, pemerintah juga berhak mendapat keadilan dari rakyatnya.

Islam mempunyai peraturan peraturan yang begitu lengkap tentang tanggungjawab pemerintah dan juga tanggung jawab rakyat.Kalau kedua dua pemerintah dan rakyat menunaikan tanggung jawab masing masing dengan baik maka aman dan sejahtera lah sesebuah Negara itu.Ini telah terbukti melalui pemerintahan Rasulullah SAW, Khulafa ur Rasyidin dengan kerjasama salafusoleh pada zaman kegemilangan Islam lebih kurang 1400 tahun yang lalu.Walau pun ia hanya tinggal sejarah tetapi sekiranya kaedah yang diguna pakai mereka di aplikasikan dalam pemerintahan pada hari ini tentu hasil yang sama akan diperolehi.Kaedah yang di reka oleh barat melalui ideologi ideologi yang di anuti oleh umat Islam hari ini masih gagal mencipta kebaikan dan kejayaan yang sama saperti yang terpahat dalam sejarah Islam.Ia itu untuk memperolehi keamanan, kasih sayang dua hala pemerintah/rakyat,perpaduan, keharmonian,kesejahteraan ,kekuatan dan lain lain.

Kunci untuk mencapai kejayaan saperti itu ialah umat Islam mesti kuat berpegang dengan ajaran agama yang menjaminkan bukan sahaja kejayaan di dunia bahkan kejayaan di akhirat juga. ( ideologi ideologi ciptaan manusia yang tidak bertentangan dengan akidah Islam di hanya digunakan sebagai alat bukan matlamat).

Al Imam An Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihin menyebut rakyat wajib taat kepada pemerintah dan negara.Rakyat yang cuai dan tidak bertanggunjawab adalah berdosa di sisi Allah dan pemerintah.Allah telah menjelaskan dalam Al Quran tentang tanggungjawab ini melalui firmannya yang bermaksud : ““Hai sekalian orang yang beriman, taatlah engkau semua kepada Allah dan taat pulalah kepada Rasulullah, juga kepada orang-orang yang memegang pemerintahan dari kalanganmu sendiri.” (an-Nisa’: 59).Ini lah tugas rakyat yang paling asas saperti yang di firmankan Allah melalui ayat ini.

Kombinasi antara pemerintah dan rakyat yang baik dan taat akan mencetuskan kebaikan yang merata dalam sesebuah masyarakat yang akan dinikmati oleh semua pihak.Jika sebaliknnya kebaikan ini hanya akan tinggal angan angan kosong sahaja.

Di sini di bentangkan beberapa hadis mengenai perintah taat kepada pemerintah saperti yang di bentangkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin:

Dari Ibnu Umar r.a. pula, katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

Barangsiapa yang melepaskan tangan ketaatan – yakni keluar dari ketaatan terhadap penguasa pemerintah, maka orang itu akan menemui Allah pada hari kiamat, sedang ia tidak mempunyai hujah -alasan lagi untuk membela diri dari kesalahannya itu. Adapun yang meninggal dunia sedang di lehernya tidak ada pembai’atan – untuk mentaati pada pemerintahan yang benar, maka matilah ia dalam keadaan mati jahiliyah.” (Riwayat Muslim – Riyadhus Shalihin)

Dalam riwayat Imam Muslim yang lain disebutkan: “Dan barangsiapa yang mati dan ia menjadi orang yang memecah belah persatuan ummat – kaum Muslimin, maka sesungguhnya ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.”

Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dengarlah olehmu semua dengan patuh dan taatlah pula, sekalipun yang digunakan – yakni yang diangkat sebagai pemegang pemerintahan – atasmu semua itu seorang hamba sahaya keturunan Habsyi – orang berkulit hitam,yang di kepalanya itu seolah-olah ada bintik-bintik hitam kecil-kecil.” (Riwayat Bukhari – Riyadaus Shalihin)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Wajiblah atasmu itu mendengar dengan patuh serta mentaati baik engkau dalam keadaan sukar ataupun lapang, juga baik engkau dalam keadaan rela menerima perintah itu ataupun dalam keadaan membencinya dan juga dalam hal yang mengalahkan kepentingan dirimu sendiri.” (Riwayat Muslim – Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Hunaidah yaitu Wail bin Hujr r.a., katanya: “Salamah bin Yazid al-Ju’fi bertanya kepada Rasulullah s.a.w., lalu ia berkata: “Ya Nabiullah, bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau kita semua diperintah oleh beberapa orang penguasa, mereka selalu meminta hak mereka dan menghalang-halangi apa yang menjadi hak kita. Apakah yang Tuan perintahkan itu terjadi?” Beliau s.a.w. memalingkan diri dari pertanyaan itu – seolah-olah tidak mendengarnya. Kemudian Salamah bertanya sekali lagi, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dengarlah olehmu semua – apa yang diperintahkan – dan taatilah, sebab hanyasanya atas tanggungan mereka sendirilah apa-apa yang dibebankan pada mereka – yakni bahwa mereka berdosa jikalau mereka menghalang-halangi hak orang-orang yang di bawah kekuasaannya – dan atas tanggunganmu sendiri pulalah apa yang dibebankan padamu semua – yakni engkau semua juga berdosa jikalau tidak mentaati pimpinan orang yang sudah sah dibai’at.” (Riwayat Muslim – Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Bakrah r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang merendahkan seseorang sultan – penguasa negara, maka ia akan direndahkan oleh Allah.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan (Riyadhaus Shalihin)

Rasa kasih mengasih antara rakyat dan pemerintah mesti dicetuskan dan di tanam betul betul kerana dari kasih sayang baru datang taat.

Perintah taat kepada pemerintah adalah bukan datang dari pemerintah tetapi datangnya dari Allah berdasarkan ayat An Nisa tadi.Maka kalau rakyat menderhaka dengan pemerintah ertinya mereka menderhaka dengan Allah.Kalau pemerintah tidak hukum pun Allah pasti akan menghukum di akhirat kelak.

Namun SYARAT ketaatan rakyat kepada pemerintah adalah selagi pemerintah taat dengan Allah.Rakyat hanya wajib taat kepada perkara yang baik baik yang tidak melanggar larangan Allah.Manakala atas perkara yang melanggar larangan Allah rakyat tidak wajib lagi taat kepadanya. Berdosa pula taat kepada pemerintah yang menganjur rakyat untuk buat perkara yang dilarang (derhaka) kepada Allah.

Rasulullah bersabda maksudnya:” Tiada ketaatan kepada makhluk dalam soal menderhaka kepada Allah”

Wallahu’alam.


28/07/2011 Posted by | Politik dan Dakwah | 5 Comments

   

%d bloggers like this: