Fitrah Islami Online

Penyebar Ilmu dan Maklumat Islami

SACRIFICING THE FEELING IS CONSIDERED JIHAD

 

Human beings are creatures with emotions. When we mention emotions, these are feelings that are based in the spiritual heart and are trapped in the physical heart. These emotions include love, hate, disgust, sympathy, anger, vengefulness, yearning, shame, pride, arrogance, fear, guilt and indecisiveness. Emotions are part of the natural instinct or habits of human beings, are not easy to guide, discipline or manage because there are the positive and negative. The positive have to let free, while the negative have to be reined in. Letting go of the positive is a sacrifice, as is the reining in of the negative.

Sacrificing emotions is considered a type of struggle or jihad, which is spiritual jihad. In fact it is even greater than the sacrifice of physical things such as energy, wealth and even life.

Sacrifice of the physical will not happen unless one starts with sacrificing the spiritual. It is from the spiritual that the physical can occur. If one cannot even sacrifice the spiritual, then they would definitely not be able to sacrifice the physical. Truth be told, sacrifice the physical is but implementation of spiritual sacrifice. In other words, sacrificing the physical is the result of the spiritual sacrifice, which is sacrificing emotions.

In needs to be remembered that in order to obtain Allah Taala’s acceptance (keredhaan) sacrifices have to be made. Without sacrifice, there is no acceptance. Without sacrifice, it is all but fanciful daydreams and nonsense. Without sacrifice, there would be no success in this world or the next. Sacrificing emotions is very difficult to do. It hurts a great deal and the burden of its challenge bears heavily. Here I present a few examples:

– We love our husband. We love that he would just stay at home taking care of us. Would it be easy for us to sacrifice our love so that he would be able to go out and continue on his responsibility to struggle for God, until he has to leave the home for quite some time.

– We love our husband. Would it be easy to sacrifice our love so that it may be shared with others by allowing our husband to marry another. So that our husband can share his love with others.

– We are angry with someone. Can we sacrifice our anger until we are able to forgive or ask for forgiveness from that person? Willing to forgive or ask for forgiveness means that we are able to sacrifice our ego or pride.

– We love our wealth and property. We can sacrifice our love for what we own by using it for Allah. That feeling would definitely torment us.

Sometimes we yearn to rest. We want to take it easy and just let our body rest a moment. Suddenly a guest or neighbour arrives who needs our help. Would we able to sacrifice our desire to rest by inviting our guest in respectfully or going to help out our neighbour in need? We are constantly being tested in all sorts of ways, such as being poor, as well as suffering from accidents and natural disasters. Of course our heart would be trouble, for that would be our feelings at the time. If we cannot control or sacrifice our feelings, then of course we would be overcome with worry and distress. Our thoughts will be in so much of a mess that everything else in our lives will also be duly affected. Other people will also suffer in the process. But the problem itself is not solved, but may in fact lead to the forming of other problems. But if we can sacrifice this feeling of worry, then peace will come upon us. Our thoughts will become stable. Anything else that we need to do will not be affected. Others will not suffer either. In fact, by sacrificing these feelings will gain the sympathy and kindness of others.

If we are rich or knowledgeable or of a high status and powerful, naturally the feelings that we have will flourish. We will start to feel proud and arrogant. If we are unable to sacrifice these feelings, other people will get offended. Many will be suffer. Of course there will be other side effects, such as the inciting of hatred and trouble for the community. Then maybe there are those who hold grudges and cause trouble for the person. In the end both parties are become unsafe and suffer the consequences. But if the previously mentioned rich or powerful person had been able to sacrifice those negative emotions, the side effects would be good. The people would love and respect them, and give them their hearts. So everyone would benefit, gaining love and harmony. This is the advantage of sacrificing emotions.

Due to this, sacrificing feelings is the secret of all good things. It is from sacrificing such emotions that love, patience, sympathy, protectiveness, helpfulness, togetherness, tolerance and acceptance will arise. So, the sacrifice of emotions is a form of jihad, for here the nafs have to be battled against. Fighting nafs is greater than jihad on a battlefield. Hence, the sacrifice of emotions is vital. If one is not willing to sacrifice their feelings, then they will never gain patience, let alone acceptance. If one is unable to sacrifice their emotions, they will be constantly angry and unwilling to compromise. It is this inability to sacrifice feelings that people are unable to help others, sympathise, unite and be harmonious. So, the sacrifice of feelings is extremely important in the community lives between people.

So, constantly ask Allah for His hidayah and taufik so that we are able to sacrifice our feelings, so that all that we have will be able to be sacrificed for God.

Writer: Sheikh As Shaari Muhammad
CEO Ikhwan Global Sdn bhd

18/11/2008 Posted by | Articles in English | | Leave a comment

>Tafsir Talqin bagi Yang Lupa

>

Peringatan Untuk Yang Hidup


Mahasuci Tuhan yang Engkau bersifat dengan Baqa’ dan Qidam, Tuhan yang berkuasa mematikan sekalian yang bernyawa, Mahasuci Tuhan yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa yang baik dan siapa yang kecewa.

Mahasuci Tuhan yang menjadikan lubang kubur sebesar-besar pengajaran untuk menjadi iktibar kepada orang yang lalai, dan sebesar-besar amaran kepada orang yang masih hidup. Ingatlah! Bahawa sekalian mahluk Allah akan jahanam dan binasa, melainkan zat Allah Taala.

Ialah Tuhan yang Mahabesar kuasa menghukum, manakala kita sekalian akan kembali menghadap hadirat Allah Taala.

Wahai fulan Bin fulan, wahai fulan Bin fulan, wahai fulan Bin fulan, hendaklah kamu ingat akan janji-janji Allah yang mana kamu ada bawa bersama-sama dari dunia ini. Sekarang kamu telah menuju masuk ke negeri Akhirat. Kamu telah mengaku bahawa tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah, dan bahawa senya Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.

Ingatlah wahai fulan Bin fulan, apabila datang kepada kamu 2 orang malaikat sebagai wakil Tuhan yang menemui kamu, iaitu Mungkar dan Nakir, maka janganlah berasa gentar dan takut, janganlah kamu berdukacita dan risau serta janganlah kamu susah-hati dan terkejut.

Ketahuilah wahai fulan Bin fulan, bahawasanya Mungkar dan Nakir itu hamba Allah Taala, sebagaimana kamu juga hamba Allah Taala. Apabila mereka menyuruh kamu duduk, mereka juga akan menyoal kamu.

Mereka berkata:-
Siapakah Tuhan kamu?
Siapakah Nabi kamu?
Apakah agama kamu?
Apakah kiblat kamu?
Siapakah saudara kamu?
Apakah pegangan iktikad kamu?
Dan apakah kalimah yang kamu bawa bersama-sama kamu?

Di masa itu hendaklah kamu menjawab soalan-soalan mereka dengan cermat dan sehabis-habis terang, tepat dan betul.

Janganlah berasa gementar, janganlah cuak dan janganlah bergopoh-gapah, biarlah tenang dan berhati-hati. Hendaklah kamu jawab begini:

Allah Taala Tuhanku, Muhammad nabiku, Islam agamaku, kitab suci Al-Quran ikutanku, Baitullah itu kiblatku, malahan solah lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat dan mengerjakan haji diwajibkan ke atas aku. Semua orang Islam dan orang yang beriman adalah saudara aku, bahkan dari masa hidup hingga aku mati aku mengucap: “La ila ha illallah Muhammad dur rasulullah”.

Wahai fulan Bin fulan tetapkanlah hatimu, inilah dia suatu dugaan yang paling besar. Ingatlah bahawa kamu sekarang sedang tinggal di dalam alam Barzakh, sehingga sampai satu masa kelak, kamu akan dibangunkan semula untuk berkumpul di Padang Mahsyar.

Insaflah wahai fulan Bin fulan, bahawasenya mati ini adalah benar, soalan malaikat Mungkar dan Nakir di dalam kubur ini adalah benar, bangun dari kubur kemudian kita dihidupkan semula adalah benar, berkumpul dan berhimpun di Padang Mahsyar adalah benar, dihisab dan dikira segala amalan kamu adalah benar, minum di kolam air nabi adalah benar, ada syurga dan neraka adalah benar.

Bahawasenya hari Kiamat tetap akan adanya, begitu juga Tuhan yang maha berkuasa akan membangkitkan semula orang-orang yang di dalam kubur.

Di akhirnya kami ucapkan selamat berpisah dan selamat tinggal kamu disisi Allah Taala. Semoga Tuhan akan memberi sejahtera kepada kamu. Tuhan jua yang menetapkan hati kamu. Kami sekalian berdoa mudah-mudahan Allah Taala menjinakkan hati kamu yang liar, dan Allah menaruh belas kasihan kepada kamu yang berdagang seorang diri di dalam kubur ini.

Mudah-mudahan Tuhan akan memberi keampunan dan memaafkan kesalahan kamu serta menerima segala amal kebajikan kamu.

Ya Allah Ya Tuhan, kami merayu dan bermohon kepada Mu supaya tidak disiksa mayat ini dengan kemegahan penghulu kami Muhammad SAW.

Subhana rabbika rabbil izati amma ya sifun wassallamu alal mursalinwalham dulillahi rabbil alamin.

Al-Fatihah..

Setiap yang bernafas, Pasti akan Mati “Kullu nafsin za iqatul maut”

Firman Allah swt, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran.”Surah Al-A’sr

Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda: “Sampaikanlah pesanku walaupunpun satu ayat…”

Wallahua’lam

http://www.youtube.com/v/v2rsGJZVhmc&color1=0xb1b1b1&color2=0xcfcfcf&fs=1s=1
Sumber: http://cahayamukmin.blogspot.com/

18/11/2008 Posted by | Tazkirah | Leave a comment

>Isu VCD ke Alam Barzakh

>

Kami memang bekas anggota al-Arqam

Jimadie Shah Othman

Penerbit video ‘Sajak Kematian’ yang memuatkan aksi mayat menerima azab kubur, yang menjadi kontroversi selepas ditayangkan kepada murid sekolah rendah, mengakui syarikat itu diusahakan oleh bekas pengikut al-Arqam yang telah diharamkan.

Bagaimanapun, pegawai perhubungan awam syarikat itu Mawaddah Publication, Alifi Alias berkata: “Al-Arqam sudah mati dan berkubur”.

sajak kematian death poem alam barzakh the realm of the dead vcd 171108Beliau diminta mengulas kenyataan bekas penasihat undang-undang al-Arqam, Zabidi Mohamed kelmarin yang dilaporkan mendakwa ‘Sajak Kematian’ diterbitkan syarikat yang diusahakan bekas pengikut kumpulan tersebut.

Kerajaan mengharamkan Al-Arqam sepuluh tahun lalu berikutan atas dakwaan kegiatan dan ajaran sesatnya menggugat ketenteraman negara.

Alifi juga menafikan dakwaan Zabidi bahawa pengeluaran VCD selama 15 minit itu, bertujuan untuk menyebarkan propaganda ajaran al-Arqam.

“Datanglah (ke tempat kami) dan lihat sendiri,” kata Alifi. Syarikat itu beroperasi di Rawang, Selangor.

Alifi tidak menganggap komen-komen negatif terhadap VCD keluararan anak syarikat Global Ikhwan Sdn Bhd (GISB) itu sebagai sebuah serangan.

Sebaliknya, tambah beliau, ia telah memberikan promosi percuma kepada mereka.

Ada laman web

Malaysiakini kelmarin melaporkan video ‘Sajak Kematian’ mendapat sambutan hangat, selepas sebuah syarikat televisyen swasta menyiarkan komen bantahan ibubapa terhadap penyiarannya di sekolah.

Syarikat pengeluarnya mendakwa, sejak diterbitkan pada tahun 2000, VCD tersebut diulang rakam hampir setiap tahun. Setiap ulang rakam melibatkan lebih 1,000 keping VCD.

GISB sebagai sebuah syarikat didakwa turut memfokuskan usaha memenuhi tuntututan fardu ain dan fardu kifayah umat Islam dengan menyediakan pelbagai barangan dan perkhidmatan alternatif.

“Banyak orang bercakap soalan ekonomi umat Islam, tetapi satu pasar mini pun mereka tidak ada,” kata Alifi.

ashaari muhammadMenurut laman web rasmi syarikat berkenaan Ikhwan Today ( http://www.ikhwantoday.com/ ), GISB diterajui Ashaari Mohamad sebagai pengerusi eksekutif.

GISB turut didakwa merangka dan melaksanakan pelbagai projek, tidak hanya tertumpu kepada aktiviti ekonomi, bahkan projek lain yang membawa keuntungan kepada umat Islam.

Projek-projek itu termasuklah program politik, tugas khas dan strategi; pentadbiran dan pelaksanaan; pendidikan dan pelajaran; dakwah dan motivasi; serta hal ehwal masyarakat dan ekonomi.

5,000 kakitangan

Selain itu, menurut lamanweb itu lagi, GISB turut memfokuskan kepada program kewangan, kebajikan, kesihatan, kebudayaan, pertanian, teknologi dan ternakan serta pelancongan.

Semua projek ini digerakkan dalam enam zon perniagaan – Utara, zon tengah, Selatan, Pantai Timur dan Malaysia Timur.

Dengan bilangan pengarah dan pengurus seramai 300 orang di pelbagai peringkat serta 5,000 pekerja, syarikat ini mempunyai 700 premis perniagaan di semua bidang yang disenaraikan tersebut.

Mawaddah Publication merupakan salah sebuah daripada syarikat berkenaan.

Media sebelum ini melaporkan bahawa klip video ‘Sajak Kematian’ itu telah ditayangkan di sekolah, yang antara lain, memaparkan babak seksaan kubur selepas jenazah dikebumikan.

Tayangan klip video tersebut di sekolah telah menimbulkan bantahan beberapa pihak termasuk ibubapa dan mufti Perlis Dr Mohd Asri Zainul Abidin.

Kementerian Pelajaran juga dilaporkan akan mengadakan siasatan berhubung penggunaan klip video itu di sekolah-sekolah.

18/11/2008 Posted by | Politik dan Dakwah | Leave a comment

   

%d bloggers like this: